
Aerim mengangguk sekali, lalu membalas, "Tapi aku hanya sedang berasumsi saja bahwa Viora …, bukan, Meteorix, adalah seorang Blackerian yang mampu mengendalikan materi gelap, Xyon."
“Viora?” tanya Xyon dengan wajah yang kebingungan, kemudian ia menatap Aerim dengan wajah yang serius dan berucap, “Bukankah Higarashi mengenalnya? Apakah Keira sudah mengetahui hal ini? Tidak mungkin.”
“Meteorix pasti memiliki rencana lain untuk mengacaukan Planet Ruthenia karena aku sudah tidak lagi memiliki energi gelap!” seru Aerim sambil mencengkram bahu kanan Perdana Menteri dari Palladina tersebut.
“Aerim, Planet Blackerian adalah planet yang damai. Mereka tidak pernah terdengar membuat kegaduhan seperti dirimu di masa lalu,” balas Xyon sambil masih menatap Raja dari Silverian tersebut dengan wajah yang tampak kesal.
Aerim menghela nafas pendek, kemudian berujar, “Tidak banyak informasi mengenai mereka. Namun setelah berpikir lebih jauh, bukankah sangat aneh jika Meteorix menggunakan Higarashi sebagai jebakan untuk menjatuhkan Raja dari Ruthenia? Bahkan pria bodoh itu tidak mengenal Planet Ruthenia dengan baik, apalagi berkunjung ke sana setelah ia menikah!”
Xyon terdiam sambil melotot tajam ke arah pria muda tersebut.
“Kau tidak memberitahukan hal ini kepada Keira, bukan?” bisiknya pelan.
Aerim hanya tersenyum kecil, namun tidak menjawab pertanyaan itu. Xyon langsung menggelengkan kepalanya sekali, lalu menatap lurus ke depan sambil menghela nafas pendek.
Di sisi lain, Planet Blackerian, Meteorix terlihat sedang berdiri dengan wajah gusar di samping jendela besar di dalam ruang utama, yang langitnya memperlihatkan horizon peristiwa dari lubang hitam raksasa dengan garis cahaya berwarna emas pada pinggirannya.
"Nyonya," ucap Dovrix yang berdiri di belakangnya dengan wajah datar.
"Tidak, Dovrix. Kita tidak bisa mengorbankan anak-anak dari Keira. Pertarunganku adalah dengan Xyon dan perempuan Crossbreed itu. Untuk sementara waktu, kita harus bersembunyi untuk merencanakan sesuatu yang lebih besar. Aku akan memanggilmu kembali, mohon bersabarlah," balas Meteorix dengan nada kesal.
__ADS_1
"Nyonya, namun bukankah setiap waktu adalah berharga bagi kita? Aku tidak bisa menunggu sampai lubang hitam ini mendekati Tata Surya Goldinian dan memakan mereka semua hidup-hidup!" seru Dovrix sambil mengernyitkan dahinya.
Meteorix langsung menatap pria tersebut dengan sorot mata yang tajam, kemudian berkata, "Aku akan menyiapkan rencana cepat untuk memusnahkan mereka semua. Dendam yang ada pada diriku ini sudah sangat lama, jauh lebih tua daripada usiamu, Dovrix. Maka dari itu, percayalah kepadaku dan jangan berkhianat lagi. Bukankah Higarashi sudah masuk ke dalam jebakan yang kubuat? Bersabarlah sedikit!”
Dovrix terdiam sebentar, lalu ia membalas, “Baiklah, Nyonya. Maafkan aku.”
Ia lantas membungkukkan badannya dan berdiri tegak kembali, berjalan keluar dari ruang utama itu. Meteorix kemudian menatap ke luar jendela setelah pria tersebut pergi dari hadapannya.
"Kau masih ragu untuk membunuh mereka semua, bukan, Meteorix? Hanya karena perasaanmu kepada pria tua itu?" tanya Hyerixon yang tiba-tiba muncul dan berdiri di belakangnya.
Meteorix tidak menoleh sama sekali ke belakang, namun ia membalas, "Aku sudah berkali-kali mengatakan hal ini kepadamu, bahwa perasaan dan kenanganku bersama Xyon serta Palladina sudah tidak ada. Yang tersisa hanyalah dendam. Lawanku hanyalah Xyon, yang sudah membuat hidupku hancur, dan perempuan Crossbreed itu, yang membuat seluruh rencana balas dendamku gagal!"
"Hyerixon, katakan saja, apa maumu?!" balas Meteorix dengan wajah yang tampak kesal.
Tuan dari Blackerian itu lantas memeluk istrinya dari belakang dan berbisik, "Kau adalah milikku, Meteorix. Aku tidak cemburu melihatmu menggoda Higarashi, namun apabila kau sampai bertemu dengan Xyon, maka urusannya akan berbeda, sayang. Kau tidak pernah menduga bahwa seorang Crossbreed akan lahir, bukan? Pada akhirnya kau cemburu dengan cerita cinta Keira dan Higarashi. Kau merasa hidupmu tidak adil, lalu menyebarkan rumor bahwa kekuatan cinta akan menghancurkan energi gelap dan Planet Silverian. Rencana yang cerdas sekali, namun sayangnya gagal.”
Tanpa membalas sepatah kata pun, Meteorix tiba-tiba melepaskan pelukan Hyerixon dan berjalan menuju ke kamar pribadinya dengan wajah yang dipenuhi amarah.
Hyerixon tertawa kecil, lalu bergumam, “Kita memang tidak pernah tidur bersama, namun masa lalu yang kita miliki, sama-sama gelap. Kau tidak tahu bahwa aku sangat mencintaimu, dan kau tidak pernah membalas cinta yang tulus dariku. Mengapa harus pria tua itu? Mengapa?!”
Ia kemudian mengepalkan telapak tangan kanannya dan mulai memukul dinding yang ada di sebelahnya dengan kencang hingga terluka.
__ADS_1
“Xyon! Kau sudah membunuh ibuku! Jika bukan karena Paman Darkerio serta Bibi Sira yang menemukan dan membawaku ke sini setelah kau meninggalkanku sendiri, aku mungkin hanyalah seorang Crossbreed yang tinggal di Planet Bumi tanpa memiliki kekuatan kosmik! Kau sudah menghancurkan hidupku dan sekarang, kau juga merebut hati istriku! Sialan!” serunya dengan nada tinggi dan wajah yang memerah karena menahan amarah.
Sementara itu di dalam Planet Palladina, pesta yang meriah itu akhirnya selesai. Para tamu yang mulai melesat ke atas langit, kembali menuju ke planetnya masing-masing, kecuali Xyon dan Aerim, sementara Weim, Arex, dan Nordian sudah pulang terlebih dahulu. Higarashi memilih untuk langsung kembali menuju ke dalam kamarnya, namun Keira, ia justru sedang duduk sendirian di atas sebuah bangku yang berada di samping pohon besar, di halaman belakang istana.
Langit malam yang penuh bintang dengan keheningan yang menemani Keira, membuatnya sedikit bisa bernafas lega.
"Kau dan Higarashi tidak sedang baik-baik saja, bukan?" tanya Aerim yang tiba-tiba muncul dari samping, lalu duduk agak jauh di sebelahnya.
Keira langsung menoleh ke arah Aerim dan tersenyum kecil, kemudian kembali menatap lurus ke depan.
“Aku ingin memeluk dirimu, namun tidak mungkin. Banyak mata yang akan melihatnya,” ujar Aerim, lalu ia mengepalkan kedua tangannya dan menatap Keira dengan wajah yang tampak kesal.
“Ada apa, Aerim?” tanya Keira.
“Andai saja kau menikah denganku! Astaga, Raja bodoh itu! Mengapa kau mau menikah dengannya?! Kau, sebaiknya berhenti saja sampai di sini, Keira! Viora adalah urusanku, dan sebaiknya, kau melakukan Memovilate kepada Higarashi!” seru Aerim sambil mengernyitkan dahinya.
Namun, Keira justru menatapnya sambil berbisik, "Ah, Aerim, aku ingin meminta bantuanmu.”
Aerim terkejut begitu mendengar permintaan tersebut, lalu bertanya, "Membantu?"
"Higarashi akan mencurigaiku jika aku terlalu sering mencari tahu tentang Blackerian itu. Aerim, katakan padaku, apa yang kau ketahui tentang mereka? Di ujung galaksi sebelah mana Planet Blackerian sebenarnya?” tanya Keira dengan penuh rasa penasaran.
__ADS_1
Raja dari Silverian tersebut hanya bisa melotot dengan wajah yang datar setelah mendengar pertanyaan barusan.