
Tiba-tiba saja Keira berteriak, "Lighting Double Cross!"
Lalu, dua buah pedang kosmik kembar muncul di dalam genggaman tangan kanan dan tangan kirinya, kemudian, ia berlari ke arah Xyon dengan bola mata yang kini sudah berwarna biru tua.
“Mati saja kau, Paman Xyon!” seru Keira, dan ia mulai menyerang pamannya itu dengan brutal, namun, Xyon dengan cepat menghindar dan melindungi dirinya sendiri dengan pedang kosmik miliknya.
Aksi Keira itu dengan cepat membuat semua orang terkejut, termasuk Aerim. Namun, serangan-serangan yang ia lancarkan kepada Xyon, tanpa semua orang sadari, adalah serangan-serangan yang lemah walaupun cepat. Ia sama sekali tidak berniat untuk melukai Xyon. Wajahnya, walaupun tampak sangat serius dan dipenuhi oleh kemarahan, ia masih mengeluarkan air mata.
“Maafkan aku! Aku terpaksa melakukan semua ini! Pergilah dari sini, sekarang juga, secepatnya! Bawalah Higarashi bersama dengan kalian!!” seru Keira di dalam kepala Xyon.
Perdana Menteri dari Palladina itu langsung melotot tajam ke arah Keira setelah mendengarkan Televatia itu, sambil masih berusaha untuk menghindari dari seluruh serangan yang dilancarkan oleh perempuan Crossbreed tersebut.
“Kau sudah gila, Keira!! Kau tidak bisa melindungi kami dengan cara seperti ini!!” ucap Xyon sambil mengernyitkan dahinya.
Sambil masih menyerang Xyon, Keira berseru, "Pergilah kalian semua! Jangan pernah menggangguku lagi!!"
"Keira, hentikan!" seru Higarashi sambil berusaha untuk bangkit berdiri.
Namun, Aerim melihat hal itu, dan ia kemudian membalas, “Diam kau, Raja bodoh!”
Pedang kosmik miliknya tiba-tiba menghilang. Ia lantas mengangkat tangan kanannya dan dengan energi gelapnya, tiba-tiba dari bawah tanah di mana Higarashi, Nordian, Arex, serta Weim sedang berdiri, empat buah batang pohon langsung menembus tanah itu dan menjulur ke atas, lalu mengikat kaki, tangan, dan tubuh mereka berempat, hingga mereka harus melepaskan senjata kosmik milik mereka masing-masing.
“Ah!!!” teriak mereka bersamaan.
Higarashi bahkan kembali tersungkur dengan sebuah batang pohon yang mengikat erat tubuhnya. Mereka tidak bisa bergerak, walaupun sudah berontak untuk beberapa kali.
Keira dan Xyon langsung menghentikan aksi mereka, lalu menoleh ke arah keempat orang tersebut.
__ADS_1
“Tidak mungkin!” seru Keira di dalam hatinya dengan wajah yang tampak terkejut.
Ia mengira bahwa Aerim tidak akan melakukan apapun, karena ia sedang menyerang Xyon. Aerim kemudian mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, dan kali ini, sebuah batang pohon besar tiba-tiba muncul dari bawah tanah di mana Xyon sedang berdiri, lalu dengan cepat, menjulur ke atas dan mengikat tangan, kaki dan tubuh Xyon erat-erat hingga ia terpaksa menjatuhkan pedang kosmik miliknya.
“Argh!” seru Xyon karena eratnya ikatan dari batang pohon itu, membuatnya kesakitan.
Keira kemudian menatap Aerim dengan wajah serius sambil berseru, "Aerim!"
Raja dari Silverian tersebut lalu berjalan mendekati Keira. Kedua pedang kosmik milik Keira lantas menghilang karena ia merasa sudah tidak membutuhkannya lagi.
"Keira, pergilah! Tinggalkan kami! Kau harus pergi sekarang, Keira!" seru Xyon yang sudah terikat erat oleh sebuah batang pohon, di hadapan Keira.
"Keira! Dengarkan apa yang Perdana Menteri Xyon katakan barusan! Tinggalkan kami di sini! Pergilah, keluarlah dari planet gelap ini!" seru Higarashi dari kejauhan.
Keira hanya bisa melotot ke arah Aerim sambil terdiam. Begitu Aerim sudah berada di dekatnya, ia langsung saja menggandeng perempuan Crossbreed itu dan membawanya hingga ke tengah-tengah halaman belakang istana, kemudian, mereka berhenti melangkah, lalu saling berdiri berhadapan satu sama lain.
“Katakanlah kepadaku bahwa kau mencintaiku, Keira,” bisik Aerim yang masih menggenggam erat tangan kanan Keira.
Higarashi langsung melotot tajam, seolah ia bisa mendengar dengan jelas, suara hati Keira barusan.
“Keira!” serunya sambil menatap ke arah istrinya itu.
Tiba-tiba saja, seluruh tubuhnya dikelilingi oleh sinar terang yang berwarna putih, hingga Aerim, Xyon, Nordian, Weim, dan Arex menoleh ke arahnya, namun, tidak dengan Keira yang masih belum juga membuka kedua matanya.
“Sialan!” gumam Aerim sambil mengernyitkan dahinya.
Sinar itu semakin lama semakin menyilaukan mata, hingga batang-batang pohon yang mencengkram tangan, kaki dan tubuh Higarashi, mendadak hancur serta berubah menjadi debu. Luka sayatan pada tangan kirinya juga menghilang.
__ADS_1
Mereka semua sampai menutup mata akibat silaunya sinar tersebut sambil berteriak, “Ahhh!!”
Setelah beberapa saat, sinar tersebut tiba-tiba menghilang. Mereka semua, termasuk Keira, kemudian membuka mata dan menoleh ke arah Higarashi.
Aerim langsung melotot tajam dan berseru, “Victory … Higarashi?!”
Higarashi ternyata sudah berubah menjadi Victory Higarashi, dengan sepasang sayap yang berwarna putih keemasan. Tentu saja hal ini membuat Aerim marah besar, karena Keira sudah melakukan Televatia kepada Raja dari Halida tersebut, dan berkhianat kepadanya.
“Sialan!” gumam Aerim.
Ia tiba-tiba memeluk Keira dengan kasar hingga perempuan berambut biru tua itu terkejut. Sebuah pedang kosmik berwarna hitam mendadak muncul, lalu ia meraih dan menggenggamnya, serta mengarahkan senjata kosmik tersebut tepat di bawah leher Keira, sambil melotot ke arah Higarashi.
“Keira!” seru Higarashi dengan wajah yang tampak panik.
"Sialan! Keira! Kau sendiri yang datang kemari secara sukarela, bahkan, kau sendiri yang berkata bahwa kau akan menceraikan raja bodoh itu dan menikah denganku hari ini juga! Lalu, mengapa kau meminjamkan kekuatanmu untuknya?! Kau sudah membodohiku! Keterlaluan!" seru Aerim dengan wajah yang dipenuhi amarah.
Keira tersenyum sinis, kemudian ia berbisik, “Kau masih tidak mengerti apa artinya cinta, bukan?”
Aerim langsung mencekik Keira menggunakan lengannya sambil masih mengarahkan pedang kosmiknya di bawah leher Permaisuri dari Halida itu.
"Ah!" seru Keira yang kesakitan.
"Keira! Aerim, hentikan! Lawanmu adalah aku!" seru Victory Higarashi dengan wajah yang serius.
Namun dari kejauhan, Xyon yang sedang memperhatikan mereka, lantas bergumam di dalam hatinya setelah tersadar akan sesuatu, “Apakah Keira ingin mengeluarkan kami dari sini dengan kekuatan Victory Higarashi? Apakah ia hendak … mengorbankan dirinya sendiri?!”
Xyon langsung melotot tajam ke arah Keira, lalu berseru, "Keira! Kau jangan berbuat nekat!"
__ADS_1
Ia lalu menoleh ke arah Aerim, dan kembali berkata, "Aerim! Lawanmu adalah aku! Aku yang sudah membuat planet ini menjadi seperti sekarang! Lepaskan mereka semua termasuk Keira, dan seranglah aku! Mereka semua bukanlah lawan bagimu!"
Aerim hanya tersenyum sinis setelah mendengarkan seruan itu, lalu ia membalas, "Ya memang, kau adalah lawanku! Maka dari itu, aku akan membuatmu tersiksa dengan kematian seluruh orang yang kau cintai! Kau sudah membuat banyak keluarga Silverian menderita, namun, kau sendiri hidup dengan bebas sambil dikelilingi oleh kebahagiaan dan jabatan tinggi! Tidak adil, bukan?! Maka dari itu, aku akan mengakhiri semuanya hari ini juga!"