Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Masa Lalu - Bagian XX


__ADS_3

Suasana mulai sangat tegang, karena pertarungan antara ayah dan anak laki-lakinya itu. Para juri mulai terheran-heran, karena walaupun sudah beberapa kali menyerang dengan brutal, Derix masih belum juga bisa melukai ataupun menjatuhkan Xyon. Mereka saling menyerang tanpa ada keraguan sama sekali.


Karena tubuh Xyon yang kecil dan sangat lincah, akhirnya Derix mulai kewalahan, namun ia tidak juga menyerah untuk menjatuhkan pria muda tersebut. Begitu ada kesempatan, Xyon yang sedang penuh dengan amarah itu mendadak mengarahkan ujung tajam dari pedang kosmik miliknya tepat di mana jantung ayahnya berada.


"Hentikan! Xyon! Hentikan!! Hentikan pertarungan ini sekarang juga!” teriak seluruh juri yang tiba-tiba berdiri dan terkejut dengan serangan mematikan tersebut, bahkan wajah-wajah mereka tampak panik.


Xyon langsung melotot setelah mendengar teriakan dari para juri tersebut, dan dengan cepat, ia langsung menghentikan serangannya. Ia hampir saja menusuk jantung ayahnya sendiri, hingga pedang kosmik milik Derix terjatuh ke atas rerumputan setelah ia menjadi sangat terkejut akan serangan dari pria muda itu kepadanya barusan.


Seluruh peserta dan para juri terdiam, termasuk Xyon, hingga pedang kosmik miliknya menghilang, berubah menjadi debu halus.


Ia langsung menyadari kesalahannya, lalu membungkukkan badannya di hadapan Derix dan berseru, "Maafkan aku, Jenderal Senior! Sekali lagi, maafkan aku!"


Setelah beberapa saat, para juri kemudian berdiri dan bertepuk tangan. Xyon lantas berdiri tegak kembali dan menoleh ke arah mereka dengan wajah yang kebingungan.


"Benar-benar pertarungan yang luar biasa!" seru salah seorang juri.


"Tentu saja ia adalah anak laki-laki dari Jenderal Senior Derix. Sungguh pertarungan yang mendebarkan," ucap seorang juri lainnya.


“Kau benar-benar hebat, Xyon,” bisik Derix dengan wajah tegas, dan pedang kosmik miliknya juga ikut menghilang setelah itu.


Tanpa membalas pujian itu, pria muda tersebut kemudian berjalan menuju ke tempat di mana ia duduk tadi. Ia duduk agak sedikit berjarak dengan peserta ujian lainnya, dengan wajah sendu.


“Hyerin,” gumamnya di dalam pikiran.

__ADS_1


Ujian tersebut tentu akan segera menegaskan dirinya sebagai seorang calon jenderal, yang berarti ia tidak lagi bebas untuk pergi, karena ia diwajibkan untuk mengikuti atasannya, dan harus selalu mengawal raja dan permaisuri, serta pangeran dan putri. Ia tidak bisa bergerak tanpa perintah. Walaupun jabatannya akan naik, namun ia merasa itu adalah sebuah siksaan.


Derix tentu saja memperhatikan anak laki-laki satu-satunya itu dari kejauhan. Wajahnya tampak serius menatap Xyon yang sedang duduk sambil terdiam.


Salah satu juri kemudian berdiri dan berseru, "Kami masih harus menghitung nilai kalian, jadi, kami berharap kalian bisa kembali terlebih dahulu. Kami akan mengumumkan hasilnya tujuh hari lagi. Kami akan berdiskusi dengan Jenderal Senior Derix setelah ini.”


Para peserta ujian, termasuk Xyon, kemudian berdiri dan membungkukkan badan, lalu kembali tegak. Mereka lalu masuk ke dalam istana satu per satu. Namun, Xyon justru terlihat berjalan menuju ke ruang utama. Tanpa sengaja, Arnea melihat pria muda itu yang sedang berjalan sambil menatap lantai.


Ia lalu dengan tergesa-gesa berjalan ke arah pengawal pribadinya tersebut dengan senyum yang lebar dan berseru, “Xyon!”


Xyon langsung menoleh ke samping, kemudian ia berhenti melangkah sambil menundukkan kepalanya serta membalas, "Yang Mulia, apa ada yang bisa kubantu hari ini?"


Arnea kini berdiri di hadapan pria muda itu sambil menghela nafas pendek.


"Ah, kebetulan saja kau lewat! Apakah kau sudah dengar dari ayahmu, Jenderal Senior Derix?" tanya sang Pangeran Mahkota.


"Aku baru saja menguping pembicaraan di antara Guru Besar dan ayahmu di dalam ruang kerja pribadinya," jawab Arnea pelan.


"Jadi, apa yang sudah Anda dengar, Yang Mulia?" balas Xyon dengan wajah datar.


"Begini, Jenderal Senior Derix sepertinya akan memasukkanmu ke dalam Sekolah Kerajaan Tingkat Atas! Bukankah itu bagus, Xyon?! Tentu saja, menurut ayahmu, kau harus memiliki banyak ilmu sebelum benar-benar menjadi seorang jenderal, dan aku sangat setuju akan hal itu!" seru Arnea, masih dengan senyum lebar di wajahnya.


Xyon langsung melotot tajam ke arah sang Pangeran Mahkota setelah mendengarkan hal itu, seolah tidak memercayai apa yang baru saja ia dengar.

__ADS_1


"Ayah …, Ayah akan memasukkanku ke Sekolah Kerajaan?" gumam Xyon pelan sambil kini menatap ke bawah, dengan wajah yang sedikit terkejut.


"Sekolah Kerajaan memiliki teknologi yang menarik. Kau akan lulus dalam waktu satu tahun saja, Xyon! Bukankah selama ini, Jenderal Senior Derix hanya fokus mengajarimu caranya bertarung daripada memberikanmu buku-buku kosmik yang berisi pengetahuan tentang alam semesta dan galaksi ini?!" tanya Arnea tanpa mengetahui apapun tentang perasaan pengawal pribadinya itu.


Nafas Xyon mulai terdengar berat. Ia tiba-tiba menundukkan kepala di hadapan Arnea dengan wajah gusar.


"Yang Mulia, aku harus pergi terlebih dahulu. Maafkan aku," ucapnya, lalu dengan tergesa-gesa, ia berlari kembali ke dalam istana, menuju ke ruang kerja pribadi ayahnya.


Arnea sedikit terkejut dengan aksi cepat dari pengawal pribadinya itu barusan, dan ia hanya bisa menggelengkan kepala karena kebingungan. Begitu Xyon tiba di depan ruang kerja pribadi ayahnya, dengan kasar, ia membuka pintu dan masuk ke dalam.


Derix yang sedang berdiri sambil membaca sebuah buku kosmik di samping jendela sebelah kiri ruangan tersebut, langsung terkejut begitu mendengar suara pintu, dan dengan cepat, ia menoleh ke sana. Wajahnya langsung berubah menjadi serius begitu ia melihat Xyon yang kini sudah berdiri di hadapannya.


"Ayah! Apa yang Ayah maksud dengan Sekolah Kerajaan?! Apakah Ayah memasukkanku ke sana?!" tanya anak laki-lakinya itu dengan nada tinggi.


Derix kemudian berjalan mendekati Xyon, lalu berdiri di dekatnya dan menjawab, "Ya, hal yang seharusnya sudah kulakukan sejak kau berusia enam tahun."


"Ayah!" seru Xyon kesal sambil melotot ke arah ayahnya itu.


"Xyon! Yang kau tahu hanyalah cara bertarung, dan itu adalah kesalahanku! Kali ini, aku akan membuatmu untuk mempelajari seluruh pengetahuan tentang alam semesta dan Galaksi Metal ini, sehingga kau tidak akan lagi berbuat hal yang bodoh, seperti cincin itu!" balas Derix dengan nada tinggi.


Wyona terlihat sedang berjalan menuju ke ruang kerja pribadi milik Derix, hendak mengantarkan makan siang untuknya. Namun, ia langsung menghentikan langkah begitu mendengar suara seruan dari seorang pria, di dalam ruangan tersebut.


"Ayah! Aku tidak ingin masuk ke sana!" ujar Xyon, sambil menahan amarahnya.

__ADS_1


"Xyon! Sebenarnya ada apa denganmu?! Mengapa kau tidak mau mengikuti ujian kerajaan itu? Mengapa juga kau tidak mau masuk ke dalam Sekolah Kerajaan?! Katakanlah padaku, pada ayahmu ini, agar aku dan ibumu tidak mencurigaimu terus menerus tentang cincin itu!" seru Derix lagi.


Sang istri yang sedang berdiri di depan pintu ruang kerja pribadi Derix tersebut, lantas mendekatkan telinganya hingga sangat dekat dengan pintu. Ia mulai menguping pertengkaran dari ayah dan anak laki-lakinya itu.


__ADS_2