
"Yang Mulia, aku tidak ingin masalah ini berlanjut, jadi, aku akan menyerahkan semuanya kepada Anda. Sekali lagi, aku … meminta maaf, karena selalu mengganggu siang hari Anda. Izinkan aku untuk pamit, Yang Mulia," ucap Higarashi, kemudian ia membungkukkan badannya.
"Baiklah, Yang Mulia. Aku akan mengambil alih kasus ini dan aku berjanji padamu, aku akan mengadili Chexy dengan sangat bijak," balas Gerofin yang juga ikut membungkukkan badan bersama dengan istrinya, Rexi.
Mereka kemudian kembali berdiri tegak, lalu, Higarashi keluar dari ruangan itu. Ia langsung berlari menuju ke halaman depan istana kerajaan Diamona, kemudian mengubah dirinya menjadi sebuah bintang kecil yang kemudian melesat ke luar angkasa. Tujuannya bukanlah Planet Halida, melainkan Planet Bumi.
begitu ia menembus atmosfer planet biru tersebut dan terus melesat ke rumah Keira, ia lalu mendarat di depan pagar dan mengubah fisiknya menjadi seperti semula. Kebetulan saja hari sudah malam sehingga tidak ada orang yang lewat di sana.
Higarashi kemudian membuka pagar dan berjalan lurus menuju ke pintu, lalu membukanya dan masuk ke dalam. Ia lantas bergegas menuju ke lantai dua rumah itu.
“Apakah ia sudah tersadar?” gumamnya.
Ia lalu membuka pintu kamar sambil tersenyum, namun, begitu ia melihat kamar tersebut gelap dan kosong, wajahnya langsung berubah menjadi penuh dengan kebingungan.
"Huh? Keira? Paman Arex? Paman Weim?" gumamnya sendiri, "ke mana mereka pergi? Apakah mereka kembali menuju ke Planet Palladina?"
Ia kemudian berjalan turun ke lantai satu, keluar dari rumah, dan langsung mengubah dirinya lagi menjadi sebuah bintang kecil yang langsung melesat ke luar angkasa.
Setelah melalui perjalanan panjang, ia akhirnya masuk ke dalam Planet Palladina dan mendarat di depan istananya, kemudian mengubah dirinya kembali menjadi seperti semula dan berjalan masuk ke dalam dengan terburu-buru.
Namun, ia justru tanpa sengaja menabrak Arex yang juga sedang berlari terburu-buru dari arah yang berlawanan.
“Aduh!” seru Arex.
“Astaga!” balas Higarashi.
Mereka berdua lalu terjatuh akibat tabrakan itu, lalu menatap satu sama lain dengan wajah yang kesal.
“Higarashi?!” ucap Arex, kemudian ia bangkit berdiri dan merapikan pakaiannya, begitu juga dengan Higarashi.
__ADS_1
“Paman Arex? Bukankah seharusnya kau berada di rumah Keira?” tanya sang Raja dari Halida itu.
Arex justru berjalan mendekati Higarashi sambil melotot, kemudian ia berdiri di sampingnya dan berbisik, "Higarashi! Apakah Keira sudah berada di dalam istanamu?!"
"Istanaku? Di dalam Planet Halida?" tanya Higarashi sambil mengernyitkan dahinya.
"Aduh, tentu saja! Apakah kau sudah bertemu dengan Keira?!" tanya Arex lagi.
Higarashi mengedipkan matanya dua kali, lalu menjawab, "Belum, Paman. Justru, aku kemari karena aku baru saja kembali dari Planet Bumi dan melihat kamar yang kosong. Aku pikir Keira ada di sini bersama dengan kalian."
"Apakah kau sudah melihat Keira di dalam istanamu?" tanya Arex lagi.
Pria muda itu menggelengkan kepalanya. Wajah Arex terlihat semakin panik, sementara Higarashi sendiri kebingungan dengan apa yang dikatakan olehnya. Higarashi langsung mencengkram kedua bahu Arex sambil menatapnya dengan wajah yang penuh dengan kecurigaan.
"Paman, apa maksudmu? Di mana Keira?" tanya Higarashi.
Ia berusaha untuk tenang, sehingga Higarashi akhirnya melepaskan cengkraman itu dari kedua bahunya.
“Mari kita ke sana,” ucap Arex.
Mereka kemudian berlari menuju ke halaman depan, berubah menjadi dua buah bintang kecil berwarna merah dan abu-abu dan melesat ke luar angkasa. Mereka lalu memasuki atmosfer Planet Halida, lalu mendarat tepat di halaman depan istana kerajaan Halida.
Setelah mengubah fisik masing-masing seperti semula, Arex kemudian menepuk bahu Higarashi dan berbisik, "Cepat cari istrimu, mungkin ia sedang berada di sini. Aku akan membantumu.”
"Ah, iya, iya," balas Higarashi.
Mereka kemudian berlari masuk ke dalam istana dan berpencar untuk mencari Keira, di setiap ruangan dan sudut istana. Bahkan, mereka tanpa sengaja bertemu di halaman belakang istana setelah menyusuri seluruh lorong dan ruangan istana.
Arex dan Higarashi menghela nafas panjang, sambil berdiri berdampingan dan menatap satu sama lain dengan wajah yang terlihat lelah.
__ADS_1
"Paman, apakah Keira benar-benar tidak ada di dalam istana kerajaan Palladina?!" tanya Higarashi sambil berusaha mengambil nafasnya.
Arex menggelengkan kepalanya, lalu menjawab, "Bahkan Xyon dan Weim sudah mencarinya hingga mereka harus berkeliling Galaksi Metal yang luas ini, namun, Higarashi, Keira tidak ada di mana pun!”
"Sebenarnya apa yang terjadi selama aku pergi, Paman?!" tanya Higarashi sambil mengernyitkan dahinya.
Arex menghela nafas panjang dan menjawab, "Sebenarnya, karena Weim tidak bisa memasak air hangat, aku terpaksa harus membantunya di dapur, jadi, kutinggalkan Keira sendiri di dalam kamar. Namun, begitu kami kembali, ia justru sudah menghilang. Karena kau sendiri berkata sebelumnya bahwa kau ingin pergi, aku dan Weim memutuskan untuk kembali ke Planet Palladina dan melaporkan hal ini kepada Xyon.”
“Lalu, mengapa kau tidak ke sini, ke Planet Halida?” tanya Higarashi lagi.
“Nak, Kami tidak mungkin datang ke sini jika kau sendiri tidak ada. Sungguh tidak sopan sekali. Jadi, Xyon dan Weim memutuskan untuk pergi mencari keberadaan Keira hingga ke ujung galaksi, sementara aku berada di dalam istana untuk menunggu dirimu yang mungkin akan datang. Nordian pun berpatroli di dalam Galaksi Bima Sakti untuk mencari Keira! Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan kalian, Higarashi?!" seru Arex dengan wajah yang kesal.
Higarashi menghela nafas panjang, dan beberapa saat kemudian, Arex juga melakukan hal yang sama. Mereka menggaruk kepala, sambil melihat ke kanan dan ke kiri, karena kebingungan.
“Aku … sebenarnya bertemu dengan Yang Mulia Raja Gerofin dari Diamona untuk memberitahukan kepadanya tentang sikap putri bungsunya kepada Keira,” ucap Higarashi.
“Lalu? Putri bungsu Yang Mulia Raja Gerofin dari Diamona? Ah, Xyon pernah mengatakannya kepadaku. Yang Mulia Putri Chexy dari Diamona, bukan?” tanya Arex.
Higarashi mengangguk, lalu berkata, “Chexy sudah merundung Keira sejak lama, ketika mereka masih bersekolah di sini. Aku rasa, Perdana Menteri Xyon sudah tahu akan hal itu.”
“Ya, Xyon memang sudah menceritakan hal tersebut kepada kami. Lantas, ada apa lagi kali ini? Napa yang sudah dilakukan oleh Yang Mulia Putri Chexy kepada Keira?” tanya Arex sambil mengernyitkan dahinya.
“Cerita yang panjang. Intinya, aku dan Keira bertengkar karena suatu kesalahpahaman. Ada baiknya kita kembali ke Planet Palladina, karena mungkin saja Keira sedang ingin berada sendirian,” jawab Higarashi.
“Ah, sebaiknya begitu,” balas Arex, “Aku akan kembali ke Planet Palladina terlebih dahulu, Yang Mulia.”
“Aku akan ikut denganmu, Paman,” ujar Higarashi.
Mereka kemudian berubah menjadi dua buah bintang kecil yang langsung melesat ke luar angkasa, menuju Planet Palladina.
__ADS_1