Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Masa Lalu - Bagian V


__ADS_3

"Siapa di sana?!" seru seorang pria berbadan besar itu, sambil menoleh ke depan.


Mendadak, pria yang sudah melukai salah satu dari mereka barusan, berdiri dan menatap mereka dengan wajah datar.


"Xyon?!" seru Hyerin dengan bola mata yang berkaca-kaca.


Suasana sangat tegang, karena kedua pria berbadan besar tersebut dan Xyon, saling menatap satu sama lain dengan sorot mata yang tajam.


"Lepaskan gadis itu baik-baik, maka aku tidak akan melukai kalian," ujar Xyon dengan wajah yang serius kali ini, sambil masih menggenggam pedang kosmiknya.


Pria yang sedang memeluk Hyerin tiba-tiba mengambil sebuah pisau lipat dari dalam saku celananya  dengan cepat dan langsung mengarahkannya di bawah leher Hyerin hingga Xyon melotot sambil menahan emosinya.


"Xyon, pergilah dari sini! Kau hanya sendirian, sementara mereka berdua!" ucap Hyerin pelan sambil menatap pria muda itu dengan wajah sendu, dengan pisau kecil yang sedang mengancam nyawanya.


Xyon menghela nafas panjang, kemudian ia mengangkat pedang kosmik miliknya ke depan, dan berkata, "Serahkan saja gadis itu kepadaku, karena kalian tidak akan mungkin menang melawanku."


Pria berbadan besar yang berdiri di samping Hyerin lantas tertawa kecil, lalu berseru, "Siapakah dirimu, pria pemberani? Menyerahkan gadis ini kepadamu? Hei, gadis cantik ini milik kami sekarang. Kami sudah mengincarnya sejak tiga hari lalu. Badan kecilmu tidak mungkin bisa menang melawan kami, bodoh! Bersiaplah!!”


Namun Xyon terlihat sangat tenang karena mengetahui bahwa tubuh kecilnya justru memberikan banyak keuntungan. Pria tersebut tiba-tiba berlari mendekatinya dan mulai menyerangnya dengan brutal. Sayang sekali bagi pria berbadan besar itu, Xyon selalu bisa menghindar dari seluruh serangan brutal yang diarahkan kepadanya.


"Xyon, ini berbahaya untukmu! Pergilah!" teriak Hyerin sambil mulai menahan tangis sambil masih memperhatikan pertarungan tersebut.


Pria berbadan besar itu masih menyerang Xyon dengan sadis dan hampir saja membunuhnya, namun karena pria muda tersebut sangat lincah serta bisa menahan semua seranganya, pria tadi mulai kelelahan hingga ia menjadi lengah.


“Sialan!” bisik pria berbadan besar itu.

__ADS_1


Xyon langsung melihat kesempatan. Ia berhasil melukai perut bagian bawah pria tersebut dengan pedang kosmiknya, hingga pria itu tersungkur di atas tanah.


“Ahh!!” teriak pria tadi dengan darah yang mulai mengalir dari dalam lukanya.


Sang Pengawal dari Palladina itu kemudian menatap ke arah pria yang sedang memeluk Hyerin. Pria tersebut mulai ketakutan, hingga ia mulai berjalan mundur perlahan sambil masih mengancam leher Hyerin dengan pisau lipat miliknya. Namun, pohon besar yang berada di belakangnya membuat langkah mundurnya terhenti.


"Jangan mendekat, atau gadis ini …. Akan kubunuh gadis ini!!" seru pria itu dengan bibir yang bergetar.


"Silakan saja jika kau mampu," ucap Xyon masih dengan wajah yang datar, kemudian ia dengan cepat mengangkat pedang kosmiknya, lalu melemparkan benda tajam itu ke arah pria tersebut.


"Arghhh!!!!" teriak pria berbadan besar itu setelah lengannya tertusuk pedang kosmik milik Xyon hingga menembus dari depan ke belakang.


Ia lalu melepaskan Hyerin dari pelukannya, kemudian terjatuh dan akhirnya pingsan di atas tanah. Darah mulai keluar dari dalam luka tusuknya, dan pedang kosmik milik Xyon yang sudah menusuk lengan pria itu tiba-tiba menghilang begitu saja, berubah menjadi debu halus.


Hyerin sangat terkejut setelah melihat pertarungan tersebut, apalagi begitu ia melihat pedang kosmik milik Xyon yang menurutnya … ajaib. Ia bahkan menutup mulut dengan kedua tangannya sambil melotot tajam ke arah pria muda tersebut.


Ia lantas mendekati Hyerin, lalu menggandeng tangan gadis itu dan mengajaknya berlari keluar dari gang kecil tersebut. Wajah mereka berdua tampak memerah. Xyon terus berlari menggandeng tangan gadis berambut hitam tersebut dengan jantung yang berdetak sangat cepat, walaupun ia tidak tahu tujuannya.


"Xyon! Sebenarnya, siapakah dirimu? Mengapa pedang tadi bisa tiba-tiba menghilang dan berubah menjadi debu?! Apakah kau seorang penyihir?!" tanya Hyerin dengan wajah yang tampak masih terkejut akibat kejadian barusan.


"Aku adalah seorang pesulap yang suka bertarung," jawab Xyon sambil masih menggandeng tangan Hyerin, hingga gadis itu tersenyum kecil mendengar jawaban darinya.


Mereka berlari hingga akhirnya tiba di pinggir kota kecil tersebut. Keduanya kemudian menghentikan langkah dan berdiri di samping danau besar yang indah di sana. Langit berwarna oranye membuat pemandangan semakin menarik untuk dilihat. Xyon lantas melepaskan genggamannya dari tangan Hyerin, lalu menatapnya dengan wajah yang memerah.


"Aku sudah melukai pria-pria itu dan mereka akan mulai mencari tahu siapa diriku. Maafkan aku sudah membawamu terlalu jauh," ucap Xyon pelan.

__ADS_1


Hyerin tersenyum, lalu membalas, "Terima kasih sudah menyelamatkan hidupku, Xyon. Pemilik restoran itu sebenarnya memintaku untuk pulang kerja lebih awal agar aku tidak bertemu dengan mereka lagi. Namun aku benar-benar tidak menyangka mereka akan mengejarku. Terima kasih sekali lagi.”


Senyuman Hyerin membuat jantung Xyon semakin berdetak cepat.


"Ah, Hyerin. Kau sudah membantuku kemarin dengan kunci pintu kamarku, dan aku sudah berjanji untuk membalasnya," ujar Xyon dengan bola mata berkaca-kaca.


Hyerin tersenyum lagi, kali ini lebar-lebar. Xyon mulai kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan setelah menatap gadis berambut hitam itu dalam-dalam.


"Hyerin, kau harus lebih berhati-hati ke depannya. Kau terlihat sangat ramah kepada para pelanggan di restoran itu, namun keramahan itu bisa saja menjadi pedang bermata dua untukmu,” bisik pria muda tersebut setelah memikirkan banyak kata-kata yang ingin ia keluarkan dari mulutnya.


Wajah Hyerin memerah setelah mendengarkan ucapan tersebut. Mereka kemudian terdiam sesaat.


"Ah, terima kasih sekali lagi, Xyon. Kau telah menyelamatkan hidupku. Sebaiknya aku kembali ke penginapan sekarang," balas Hyerin.


Ia hendak berjalan, namun Xyon tiba-tiba menggenggam lengannya hingga ia harus menoleh ke belakang dan menatap pria muda itu dengan wajah yang kebingungan.


"Ada apa, Xyon?" tanya gadis tersebut pelan.


"Aku akan menemanimu kembali ke penginapan, jadi kau tidak perlu khawatir lagi akan pria-pria menyebalkan itu," jawab Xyon pelan, lalu ia melepaskan lengan Hyerin karena baru tersadar bahwa seharusnya ia tidak melakukan hal itu.


Hyerin tersenyum, kemudian ia mengangguk. Mereka lalu berjalan bersama untuk kembali menuju ke penginapan, namun, Xyon justru melangkah di belakang Hyerin hingga gadis tersebut mulai merasa tidak nyaman.


"Berjalanlah di sampingku, kau bukan pengawalku, jadi jangan berjalan di belakangku," ucap Hyerin sambil menoleh ke belakang.


"Ah, maafkan aku, ini sudah kebiasaan," balas Xyon.

__ADS_1


Ia langsung berjalan di samping Hyerin setelah itu. Wajah keduanya terlihat memerah, dan bahkan karena canggung, mereka sama sekali tidak berbicara untuk beberapa saat.


Pada akhirnya Hyerin memecah kesunyian di antara mereka berdua dengan bertanya, "Xyon, apakah kau benar-benar seorang pesulap, atau seorang petarung? Kelihatannya kau sangat mahir mengayunkan pedang itu."


__ADS_2