
Tiba-tiba, bola tersebut membesar dengan sangat cepat dan sinarnya mulai menyilaukan mata, hingga mereka harus menutup mata masing-masing sambil menghalangi sinarnya dengan tangan.
"Keira!!!" seru Xyon sambil berusaha untuk mengintip.
Namun, bola itu membesar dengan cepat, hingga sinarnya menutupi seluruh tubuh mereka dan mendadak, tubuh Higarashi, Xyon, Arex, Weim, Nordian, dan Arex diselimuti oleh sebuah gelembung besar yang kini membuat mereka terperangkap di dalamnya.
“Apa yang sedang terjadi?!” tanya Arex dengan nada tinggi.
Gelembung raksasa itu kemudian melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, menuju ke atas langit, hingga menembus atmosfer Planet Silverian dan akhirnya pecah dan meledak begitu menyentuh ruang hampa udara di luar planet tersebut.
Mereka kemudian terlempar jauh ke segala arah, dan karena terkejut dengan ledakan energi kosmik yang begitu besar dari gelembung tadi, kelimanya lantas pingsan dan hanya melayang-layang di ruang hampa udara, dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Planet Diamona.
Sementara itu di dalam Planet Silverian, Keira kini tinggal berdua saja dengan Aerim. Ia tersenyum sinis kepada Raja dari Silverian itu, lalu tiba-tiba salah satu dari dua pedang kosmiknya muncul di dalam genggaman tangan kirinya. Ia kemudian mengarahkan ujung benda tajam itu di depan hidung Aerim yang masih tersungkur di atas tanah.
"Mengapa kau begitu lemah hari ini, Aerim? Bukankah kau sudah merencakan semua ini bahkan sejak aku masih kecil? Kau adalah pria yang hari itu hendak menculik diriku, sehingga aku dengan terpaksa, mengeluarkan kedua senjata kosmik ini di hadapanmu. Kau juga yang membunuh seluruh orang-orang terdekatku. Kau juga, yang memata-matai diriku di sekolah, bersama Demira. Dirimu benar-benar selalu berada di dekatku, Aerim. Namun, mengapa kau tidak juga memberanikan diri untuk membawaku pergi dari Planet Bumi? Apakah kau sangat takut pada kekalahan? Ataukah kau sesungguhnya takut pada kekuatanku?!" tanya Keira dengan nada tinggi.
Aerim tertawa kecil begitu mendengar pertanyaan tersebut, lalu ia menjawab, "Kau sangat pintar rupanya, Keira. Kau sudah tahu semuanya sejak awal dan berpura-pura bodoh, bukan? Lalu mengapa kau menolak takdirmu sendiri? Kau tidak pernah mau dekat dengan teman-temanmu, bahkan tidak juga menunjukkan kekuatanmu di hadapan mereka. Kau hanya menerima perundungan tersebut dengan wajah yang gembira. Lucu sekali, padahal kau sendiri bisa melukai mereka hanya dengan sekali ayunan pedang kosmikmu. Akui saja, Keira. Bukan karena kau tidak mampu, namun kau hanya tidak mau menerima bahwa dirimu adalah seorang Crossbreed yang berasal dari galaksi lain!!"
Keira semakin menatap Aerim dengan sorot mata yang tajam, lalu tiba-tiba, seorang pria dari kejauhan yang sedang berlari ke arah mereka, berteriak, "Yang Mulia!!!"
Ia langsung menoleh ke samping, dan terkejut begitu melihat pasukan-pasukan Silverian yang jumlahnya tidak sedikit, kini sudah mengelilingi dirinya dan Aerim dari jarak yang dekat.
"Ada apa ini?!" gumam Keira sambil melotot tajam ke arah mereka.
__ADS_1
Seorang pria kemudian keluar dari salah satu barisan pasukan-pasukan tersebut dan berjalan mendekati Aerim, lalu berlutut di hadapannya.
"Dovrix!" seru Aerim dengan wajah yang tampak gembira.
"Yang Mulia! berikanlah perintahmu!" seru Dovrix, kemudian ia menoleh ke arah Aerim dengan wajah yang serius.
Sementara itu di luar angkasa, Xyon tiba-tiba tersadar dari pingsan, dan langsung membuka lebar-lebar kedua matanya.
“Mengapa aku berada di sini?” gumamnya.
Begitu juga dengan Higarashi yang lalu menoleh ke arah Xyon dari kejauhan.
“Mereka semua masih belum sadar!” serunya dengan wajah yang tampak panik.
"Nordian! Sadarlah!" teriak Xyon sambil mengguncang-guncangkan tubuh Nordian dengan sangat keras.
Higarashi lantas ikut melayang dengan cepat ke arah Arex dan Weim yang melayang dengan jarak dekat, lalu melakukan hal yang sama.
"Paman Weim, Paman Arex! Bangunlah!" teriak Higarashi juga sambil mengguncang-guncangkan tubuh Arex dan Weim secara bergantian.
Arex lantas terbangun dan langsung membuka kedua matanya perlahan-lahan, lalu diikuti oleh Nordian, sementara Weim terakhir. Wajah mereka tampak kebingungan.
Nordian kemudian menatap Xyon lalu bertanya, "Xyon, apa yang sudah terjadi?!"
__ADS_1
Higarashi, Arex, dan Weim kemudian melayang dengan cepat mendekati Xyon, lalu berhenti di depannya. Mereka kini sudah berkumpul dan saling berhadapan. Lalu, dengan wajah yang kesal, Xyon menatap ke arah Planet Silverian. Permukaan planet tersebut terlihat sangat gelap dan petir mulai menyambar di bagian luarnya,
"Sebaiknya kita kembali menuju ke Planet Palladina terlebih dahulu. Aku akan membawa beberapa prajurit dan perawat untuk membantu Keira. Ia tidak mungkin melakukan Healing Renovatio kepada dirinya sendiri. Arex, aku akan memintamu untuk berjaga-jaga di sini, tolong perhatikan baik-baik planet gelap itu. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, cepat laporkan kepadaku!" serunya.
Arex langsung mengangguk dan berseru, "Baik, Xyon! Serahkan kepadaku! Aku akan berjaga dari sini saja."
"Baiklah," ucap Xyon.
Ia lantas dengan cepat berubah menjadi sebuah bintang kecil dan melesat menuju ke Planet Palladina, yang kemudian diikuti oleh Higarashi, Weim, dan Nordian.
Begitu mereka mendarat di halaman depan istana dan mengubah fisiknya seperti semula, Higarashi tiba-tiba saja menyesali keputusannya, lalu ia berkata, "Perdana Menteri Xyon, aku rasa aku harus segera kembali ke sana. Keira tidak mungkin bisa bertarung melawan Aerim dan pasukan Silverian itu sendirian!"
Xyon langsung menoleh ke belakang, kemudian ia berjalan mendekati Higarashi, dan berdiri sangat dekat dengan pria muda itu, lalu menatapnya dengan wajah yang serius.
"Apakah kau sedang memikirkan apa yang sudah Keira katakan tadi? Itu hanya manipulasi saja, Higarashi. Ia tidak ingin Aerim melukai kita semua, maka dari itu, ia harus berkata hal-hal buruk di depan Aerim. Ia sedang berusaha untuk melindungi kita, dengan cara kasar seperti itu, Higarashi," jawab Xyon dengan nada rendah.
"Perdana Menteri Xyon, bukan itu maksudku. Keira dan aku …. Bukan, ini semua salahku. Keira melakukan Televatia kepadaku, dan sebenarnya, ia ingin agar aku mengeluarkan kalian semua dari sana tanpa melukai siapa pun, namun aku tidak melakukannya, dan menargetkan Aerim setelah itu. Keira sangat marah atas tindakanku. Ini semua adalah kesalahanku yang tidak bisa memercayainya!” balas Higarashi dengan wajah sendu, namun Xyon langsung meraih dan mencengkram kedua bahunya erat-erat.
"Tidak! Kita tidak bisa melawan pasukan-pasukan Silverian itu sendirian! Apakah kau mendengar apa yang Keira katakan tadi?! Ia dengan sengaja berkata bahwa tidak ada makhluk lain selain dirinya yang bisa mengendalikan seluruh energi yang ada di seluruh alam semesta ini! Itu berarti ia sedang … berusaha untuk mengorbankan dirinya sendiri, Higarashi!!" seru Xyon dengan wajah yang kesal, kemudian ia melepaskan cengkramannya dengan kasar.
Higarashi terdiam. Kedua matanya melotot tajam ke arah Xyon.
“Keira tidak mungkin akan melakukan hal itu. Ia sendiri yang mengatakan padaku, berjanji padaku, bahwa ia tidak akan pernah meninggalkanku lagi …!" serunya dengan wajah yang tampak gusar.
__ADS_1