
“Arghhh!” seru keduanya, dan angin topan tersebut langsung menghempaskan mereka bersama dengan senjata-senjata kosmiknya, hingga keluar dari planet gelap itu.
Kini, Higarashi dan Xyon hanya bisa melayang-layang di luar Planet Silverian, dengan pedang kosmik yang dimiliki keduanya sudah terlebih dahulu berubah menjadi debu halus dan menghilang. Mereka kemudian melesat mendekati satu sama lain dan bertemu di satu titik, lalu saling berhadapan. Wajah keduanya terlihat lelah, namun juga kesal.
“Sialan! Kita baru saja masuk ke dalam atmosfer terluarnya, dan angin topan itu …! Sialan!” seru Higarashi sambil mengepalkan telapak tangan kanannya.
"Sialan! Pantas saja tidak ada yang bisa masuk ke sana, satu kali pun!" seru Xyon dengan wajah kesalnya.
Higarashi kemudian menatap Xyon, sambil mengernyitkan dahinya. Tiba-tiba, Perdana Menteri dari Palladina itu mencengkram lengan pria muda tersebut sambil menghela nafas pendek.
“Kita tidak bisa kembali, Higarashi. Mereka … bisa saja sedang menyiksa Keira di sana!” seru Xyon.
Namun, wajah Raja dari Halida tersebut mendadak sendu. Ia kini terlihat putus asa sambil sedikit menundukkan kepalanya. Padahal tadi, ia sangat dipenuhi semangat dan tekad yang kuat. Xyon langsung terkejut begitu melihat perubahan pada ekspresi wajah pria muda itu.
"Ada apa, Higarashi? Mengapa kau …,” ucap Xyon, namun, Higarashi langsung memotongnya dengan berkata, “Aku… Benar-benar tidak berguna, bukan? Aku berkata pada Keira bahwa aku akan melindunginya dari semua orang yang merundungnya, namun, rupanya, aku sendiri yang justru … sebenarnya sedang dilindungi olehnya.”
Xyon kemudian melepas cengkramannya dari lengan Higarashi, sambil menatap pria muda tersebut dengan wajah yang serius.
"Higarashi, bukan seperti itu …," ucap Xyon, namun, ia mendadak bingung harus berkata apa lagi, agar Raja dari Halida itu bisa kembali bersemangat.
Higarashi lalu menatap Perdana Menteri dari Palladina tersebut dengan wajah yang terlihat kecewa.
“Keira adalah seorang gadis yang sangat kuat, Paman Xyon. Ia bahkan melindungi planetku dari ancaman luar, dan hanya ia yang mampu melakukan hal itu. Aku terlihat sangat lemah, bukan?" balasnya.
“Higarashi …,” bisik Xyon, namun, Raja dari Halida tersebut tiba-tiba memejamkan kedua matanya dan menundukkan kepala.
__ADS_1
Higarashi menangis pelan, hingga Xyon mulai merasakan kesedihan yang sama. Pria tua itu lantas menepuk-nepuk punggung Higarashi hanya agar pria muda tersebut bisa merasa sedikit lebih tenang.
Tiba-tiba, sosok Keira muncul di dalam pikiran Higarashi. Permaisuri dari Halida itu tampak sedang berlutut sambil menangis di dalam sebuah ruangan yang gelap gulita. Kedua bola matanya berkaca-kaca, namun, tubuhnya mengeluarkan cahaya, sehingga Higarashi bisa melihat jelas perempuan Crossbreed tersebut dari dalam pikirannya.
“Higarashi … bisakah kau … melihat diriku dengan jelas?” tanya Keira … di dalam batin Higarashi yang masih memejamkan kedua matanya.
“Aku sedang berada di Planet Silverian, dan seseorang memasukkan diriku ke dalam bola hitam raksasa yang gelap gulita ini. Aku menggunakan energi cahayaku, agar kau bisa melihatku dengan jelas, walaupun aku hanya terlintas sekilas di dalam pikiranmu, Higarashi. Ah, aku tidak bisa berlama-lama, karena aku menggunakan energi antimateriku untuk melakukan Televatia ini. Maafkan aku, sayang, namun, aku berharap kau dan Paman Xyon, atau pamanku yang lain, untuk tidak datang ke sini dan menyelamatkanku. Aku … hanya ingin berterima kasih atas kenangan indah bersama kalian selama ini …,” ucap Keira dengan wajah yang sendu.
Namun sayang, mendadak sosok Permaisuri dari Halida itu menghilang dari pikiran Higarashi, hingga Raja dari Halida tersebut tiba-tiba berhenti menangis dan langsung membuka kedua matanya, lalu melotot ke arah Xyon dengan wajah yang terlihat panik.
Ia kemudian mencengkram erat kedua bahu Xyon, dan membuat Perdana Menteri dari Palladina itu terkejut karena sikapnya.
"Keira … ia sedang berada di Planet Silverian, di dalam sebuah bola hitam raksasa, Paman Xyon! Ia baru saja melakukan Televatian kepadaku!!" seru Higarashi, kemudian ia dengan cepat, melepaskan cengkramannya dari kedua bahu Xyon, lalu melesat masuk ke dalam atmosfer planet gelap itu, mencoba untuk sekali lagi, menembusnya.
Ia kemudian melesat di belakang Higarashi dan mengikutinya. Mereka kini sudah tiba di bagian luar atmosfer planet itu, dan langsung berhenti melesat begitu melihat prajurit-prajurit Silverian yang sedang berjaga di sana.
“Mereka terlihat lebih banyak daripada sebelumnya, apakah kau yakin ingin mencobanya lagi?” bisik Xyon sambil mengernyitkan dahinya.
"Keira memercayaiku, Paman Xyon. Jadi, aku harus percaya kepadanya!" jawab Higarashi dengan wajah yang terlihat serius.
Xyon mengangguk, lalu membalas, "Baiklah, aku akan membantumu.”
“Aku harus masuk ke sana dan menyelamatkannya kali ini!” teriak Higarashi, lalu, mereka kemudian mengangkat tangan kanan masing-masing.
Pedang kosmik milik keduanya kemudian muncul di dalam genggaman, dan tanpa berlama-lama lagi, mereka lantas melesat ke depan, hendak menyerang prajurit-prajurit Silverian tersebut. Namun tiba-tiba, seorang pria bertopeng muncul di hadapan mereka, hingga keduanya terkejut dan menghentikan lajunya.
__ADS_1
Mereka berdua kini saling berhadapan dengan pria bertopeng itu, dengan dikelilingi oleh prajurit-prajurit Silverian yang jumlahnya kurang lebih seribu orang. Higarashi dan Xyon langsung menatap lawannya tersebut dengan wajah yang terlihat kesal.
"Penyusup. Berani-beraninya kalian berdua masuk ke dalam planetku!" seru pria bertopeng itu dengan nada tinggi.
"Keira! Kembalikan Keira kepada kami!" balas Higarashi, juga dengan nada tinggi.
"Hah?" seru pria bertopeng itu, lalu ia tertawa terbahak-bahak untuk beberapa saat, kemudian melanjutkan, "Mengembalikan? Aduh. Aku bersusah payah mendapatkan perempuan Crossbreed itu sudah sejak lama, dan kau dengan mudahnya berkata kembalikan? Apa kau sedang bercanda, Raja dari Halida yang bodoh?"
Wajah Higarashi terlihat semakin kesal setelah mendengar perkataan dari pria bertopeng itu, lalu, ia berseru, "Kalau begitu, majulah!"
"Menantang sekali! Baiklah, serang! Bunuh mereka berdua! " teriak pria bertopeng itu sambil menunjuk-nunjuk ke arah Higarashi.
“Baik, Yang Mulia!!” teriak seluruh prajurit Silverian yang ada di belakangnya.
“Yang Mulia?!” gumam Xyon sambil mengernyitkan dahinya.
“Majulah kalian semua!” seru Higarashi sambil mengangkat pedang kosmik yang sedang digenggamnya, ke depan.
Seluruh prajurit Silverian langsung melesat mulai menyerang keduanya dengan brutal, namun, tidak dengan pria bertopeng tersebut. Ia justru tampak memperhatikan Higarashi dan Xyon yang sedang berusaha untuk bertahan dari seluruh serangan tersebut, dari tempatnya berdiri sambil tersenyum sinis.
“Aku akan menyelamatkanmu, Keira!” teriak Higarashi, dan kali ini, ia justru menjadi semakin kuat, dan mulai menyerang prajurit-prajurit Silverian itu hingga mereka terluka parah.
Pria bertopeng tersebut melotot tajam ke arah Higarashi. Wajahnya kini tampak terkejut, karena ia tidak menyangka bahwa Raja dari Halida itu akan menjadi semakin brutal menyerang prajurit-prajuritnya.
“Sialan! Aku tidak pernah melihat Raja yang bodoh itu bisa menyerang sebaik itu! Tidak bisa! Mereka tidak bisa masuk ke dalam planet ini! Keira adalah milikku, energi antimateri murni itu adalah milikku, hanya aku yang berhak!” gumamnya di dalam hati.
__ADS_1