
Xyon langsung menatap tajam kedua mata Arex dan bertanya balik, “Mengapa kau bertanya tentang hal itu?”
"Xyon, aku harap kau tidak menjadikan Keira sebagai alat untuk membalaskan dendamku kepada para Silverian. Gadis itu tidak ada sangkut pautnya dengan tewasnya Sey. Wanita misterius kemarin-lah yang seharusnya bertanggung jawab akan hal ini!" balas Arex.
“Apakah kau sedang merasa kasihan kepada Keira, Arex?” tanya Xyon.
Arex tidak menjawabnya. Ia hanya menatap Xyon dengan sorot mata yang tajam dan wajah yang serius. Xyon menghela nafas panjang, lalu menggelengkan kepalanya sekali, kemudian menatap ke arah jendela yang ada di dinding sebelah kirinya.
“Jika aku menceritakan apa yang sudah terjadi kepada Planet Silverian pada waktu itu, Keira dan Higarashi sudah pasti akan membenciku karena mereka berpikir bahwa akulah yang menyebabkan planet itu menjadi sengsara seperti sekarang. Kau juga berada di sana ketika planet itu hancur, Arex,” ujar Xyon.
“Namun, Keira …,” balas Arex, sayangnya, Xyon langsung memotong, “Tidak. Cukup. Jangan tanyakan hal ini lagi kepadaku atau memberitahukan semuanya tentang planet itu kepada mereka. Ada hal-hal yang mereka tidak perlu tahu, karena ada sesuatu yang lebih besar yang lebih penting daripada itu, Arex, yakni kedamaian di dalam Galaksi Metal.”
Arex kemudian terdiam, dan sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertanya kepada Xyon tentang hal ini, atau memberitahukannya kepada Keira dan Higarashi.
Xyon tentu saja menyimpan rahasia lain yang disimpan di dalam dirinya sendiri, dan bahkan hanya ia yang mengetahui mengapa Planet Silverian yang dulunya berwarna abu metalik, sekarang justru menghitam dan membuat mereka harus mengambil energi dari planet lain?
Hari demi hari berlalu tanpa adanya gangguan yang berarti. Tanpa terasa, sudah satu tahun berlalu dan Keira kini sudah mulai menjadi seorang gadis yang berbeda dari sebelumnya. Ia sudah bisa mengendalikan energi antimateri yang mengubahnya menjadi seorang Crossbreed, serta beradaptasi dengan perubahan fisiknya.
Memang masih banyak orang yang tidak menyukai Keira, walaupun statusnya adalah seorang putri kerajaan. Banyak pejabat tinggi dan bangsawan yang tidak menyukainya, hanya karena ia adalah seorang Crossbreed. Mereka menjauhinya, namun begitu, Xyon tidak memerdulikan hal tersebut. Ia hanya fokus menjadikan Keira sebagai … alat untuk balas dendam.
Pada suatu hari di dalam ruang kerja pribadi miliknya, Xyon terlihat sedang duduk di atas kursi yang terletak di balik meja kerjanya sambil menatap ke arah jendela. Tiba-tiba saja, seseorang mengetuk pintu dan membuatnya sedikit terkejut.
“Paman,” seru seorang gadis dari balik pintu itu.
“Masuklah, Keira!” balas Xyon.
__ADS_1
Gadis tersebut rupanya adalah Keira. Ia kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam, lalu kembali menutup rapat pintunya. Dengan wajah yang terlihat kelelahan, Keira menatap lurus sang Perdana Menteri dari Palladina itu sambil menyandarkan tubuhnya dengan pintu.
“Ada apa, Paman? Aku baru saja bertemu dengan Paman Arex dan ia berkata bahwa kau memintaku untuk menemuimu di sini,” tanya Keira.
“Aku sudah memberikan surat persetujuan kepada Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu dari Halida, untuk merestui pernikahanmu dengan Higarashi,” jawab Xyon.
Jantung Keira berdetak kencang setelah mendengarkan jawaban tersebut. Ia bahkan melotot karena terkejut, namun, bukan senyum yang justru muncul di wajahnya, melainkan … sebuah ketakutan.
Xyon langsung bisa merasakan ketegangan tersebut, walaupun Keira tidak berkata apapun kepadanya.
“Kau … sedang ketakutan, bukan?” tanyanya dengan wajah yang terlihat serius.
“Aku …,” balas Keira, namun, bibirnya mulai gemetaran.
Keira menelan ludahnya. Xyon menghela nafas panjang setelah melihat baik-baik wajah gadis itu.
“Ah, jadi, kau belum siap untuk semua ini?” tanyanya lagi.
“Tidak, Paman. Aku sudah siap. Aku akan membuktikan bahwa … kutukan ini tidak benar. Alam semesta pasti memiliki alasan mengapa aku harus berada di sini bersama dengan kalian sekarang,” jawab Keira.
Mereka terdiam sebentar, lalu setelah itu, Xyon membalas, “Baiklah, kau bisa mempersiapkan dirimu mulai dari sekarang, Keira.”
Keira mengangguk, lalu berkata, “Terima kasih atas bantuanmu selama ini, Paman.”
Ia kemudian memutar badannya ke belakang dan membuka pintu, lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut, membiarkan pintu itu menutup dengan sendirinya. Keira lantas berjalan menuju ke kamar pribadinya, dengan wajah yang sendu dan terlihat penuh dengan ketakutan.
__ADS_1
“Aku … apa yang akan terjadi kepadaku setelah ini?” tanyanya di dalam hati.
Ia terus berjalan hingga tiba di depan kamar dan membuka pintu dengan perlahan, lalu masuk ke dalam dan menutup rapat kembali pintunya.
“Aku tidak bisa berlarut-larut dalam kesedihan yang mendalam. Para Silverian itu sudah membunuh keluarga angkatku, kedua orang tua kandungku, dan mungkin nanti yang menjadi target mereka adalah Higarashi dan kedua orang tuanya. Ini adalah keputusanku dan hanya aku yang bisa mengakhiri semuanya,” gumam Keira.
Ia kemudian mengangkat tangan kanan dan salah satu pedang kosmik miliknya tiba-tiba muncul di dalam genggaman tangannya. Keira lalu menggenggam erat rambut biru tua panjangnya dengan tangan kiri, dan dengan cepat, ia langsung memotong rambut indahnya itu hingga menjadi pendek, sebatas lehernya.
Setelah itu, pedang kosmik miliknya menghilang, dan sisa-sisa potongan rambut biru tuanya yang terjatuh di atas lantai, langsung berubah menjadi debu halus yang lenyap bersama dengan udara di sekitarnya.
Keira yang melihat kejadian itu kemudian bergumam, "Hmm … energi antimateri yang mengerikan. Aku tidak menyangka bahwa aku memang dilahirkan untuk menjadi seorang mortal yang memiliki kekuatan immortal.”
Ia menghela nafas pendek, lalu setelah itu, Keira berjalan keluar dari kamarnya, hendak pergi menuju ke Planet Halida. Ia membuka pintu dengan perlahan, namun, seorang pria yang sudah berdiri di depan pintunya sejak tadi, langsung membuatnya terkejut hingga melotot.
“Paman Xyon?” seru Keira.
Pria itu rupanya adalah Xyon, yang juga ikut terkejut begitu ia melihat perubahan pada rambut biru tua milik gadis itu.
"Mengapa kau memotong pendek rambutmu, Keira? Astaga, aku sudah mendapatkan balasan surat kosmik dari Planet Halida yang mengatakan bahwa pernikahanmu hanya tinggal satu minggu lagi, dan undangan akan segera disebar pada esok hari,” ucap Xyon dengan wajah yang terlihat terkejut.
Keira tersenyum. Ia kemudian menghela nafas pendek dan kembali menatap lurus sang Paman.
"Aku akan memulai hari yang baru, Paman Xyon, sebagai seorang istri dari Pangeran Mahkota dan sebagai seorang penjaga galaksi. Rambut panjang itu akan menyulitkanku dalam bertarung … dan aku memutuskan untuk memotongnya,” jawab Keira pelan.
Xyon kemudian menghela nafas panjang, lalu berkata, "Higarashi akan kecewa jika melihat kau seperti ini, Keira. Seolah-olah kau tidak ingin menikah dengannya."
__ADS_1