
Keira dan Higarashi lalu berhenti berlari dan berdiri di hadapan Xyon, sementara Weim berdiri di belakang gadis berambut biru tua itu.
“Ini sudah larut malam, Xyon, mengapa kau memintaku untuk membawa mereka ke sini?” tanya Weim.
Xyon tiba-tiba mengangkat tangan kanan dan sebuah pedang kosmik muncul di dalam genggamannya. Ia langsung mengarahkan pedang kosmik itu di hadapan Keira hingga Higarashi dan Weim terkejut dengan aksinya, namun tidak dengan gadis itu yang justru terdiam sambil menatap Xyon dengan wajah yang serius dan tatapan tajam.
“Xyon! Ini sudah larut malam!” seru Weim, “Bukankah kau bisa melakukannya pada esok hari? Mereka pasti sudah kelelahan setelah pesta tadi!”
“Diam! Lelah? Ini akibat ulah mereka berdua, dan Sey menjadi korbannya!” seru Xyon dengan wajah yang terlihat kesal sekarang.
“Apakah menurutmu hanya Paman Sey? Lalu, bagaimana dengan keluarga angkatku?! Apakah kau juga tidak memerdulikan mereka?!” tanya Keira dengan nada tinggi.
Xyon kali ini mendekatkan ujung pedang kosmik miliknya yang tajam di depan hidung Keira.
“Perdana Menteri Xyon!” seru Higarashi, “Hentikan sekarang juga!”
“Aku … sudah lelah dengan semua ini. Jika kau tidak bisa menunjukkan kepadaku sekuat apa sisi Crossbreed milikmu, maka kau … memang tidak layak untuk diperjuangkan!” seru Xyon.
Keira kini mulai mengerti apa yang diinginkan oleh sang Perdana Menteri dari Palladina itu. Kedua bola mata gadis itu mendadak berubah warna menjadi biru tua.
"Lighting Double Cross!" serunya, dan dua buah pedang kosmik panjang yang berwarna biru muda lalu muncul di dalam masing-masing genggaman tangannya.
__ADS_1
“Menjauhlah kalian berdua!” seru Xyon setelah itu, lalu ia mulai menyerang Keira setelah Higarashi dan Weim sudah berjalan mundur dan berdiri agak jauh darinya dan gadis berambut biru tua tersebut.
Keira tidak tinggal diam. Ia menahan semua serangan yang dilancarkan oleh Xyon kepadanya, namun, hal itu tidak membuat Xyon berhenti untuk menyerangnya.
“Kau tidak akan pernah mengerti, Paman Xyon! Kau baru saja kehilangan Paman Sey, dan kau berpikir hanya kau yang bersedih! Aku … aku sudah kehilangan keluarga angkat yang sudah merawatku sejak kecil, bahkan memberikan cintanya kepadaku! Lantas, kau memanggilku untuk kembali ke sini hanya demi membalaskan dendammu kepada para Silverian itu, bukan?” teriak Keira sambil terus menahan serangan dari Xyon.
“Kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya menjadi seorang immortal, Keira!” seru Xyon, namun, karena ia terlalu berambisi, justru hal ini membuatnya lengah dan gadis itu akhirnya berhasil melukai lengan kanannya.
“Argh!” teriak Xyon yang kesakitan.
Mereka kini berhenti menyerang satu sama lain dan berdiri saling berhadapan, dengan senjata-senjata kosmik yang tidak diarahkan kepada lawannya masing-masing.
“Kau … masih kurang mampu mengendalikan kedua pedang kosmik itu. Aku akan mengajarimu cara bertarung dan bertahan, untuk melatih kekuatan Crossbreed yang kau miliki, sementara Weim, Arex, dan Nordian akan mengajarkanmu semuanya tentang Galaksi Metal ini beserta dengan aturan-aturan yang harus kau ketahui,” ucap Xyon pelan.
“Tunggu, Paman,” seru Keira, dengan kedua bola mata yang kini sudah berubah warna menjadi biru muda seperti semula dan kedua pedang kosmik miliknya lantas menghilang setelah itu.
Xyon menghentikan langkahnya. Keira kemudian mengangkat tangan kanannya ke hadapan Xyon dan kabut-kabut yang berwarna biru muda mendadak menyelimuti tubuh sang Perdana Menteri dari Palladina itu.
“Keira,” gumam Xyon.
Ia lalu menoleh ke belakang dan kabut-kabut biru muda tadi perlahan menghilang. Luka sayatan pada lengan kanannya kini sudah menghilang dan tidak ada lagi rasa sakit yang dirasakannya. Xyon lalu menatap Keira sambil mengernyitkan dahinya sementara gadis itu kemudian menurunkan tangan kanannya.
__ADS_1
“Aku akan membawamu menuju ke Light Chamber untuk mengisi ulang energi cahaya milikmu. Simpan saja energi antimateri itu, karena … walaupun kami di sini bisa membuat antimateri, namun, antimateri yang kami hasilkan bukanlah antimateri murni yang bisa bertahan lama seperti yang kau miliki, Keira. Antimateri buatan itu akan segera musnah begitu ia bersentuhan dengan materi,” ucap Xyon.
Keira kemudian menatap Xyon dengan wajah yang sendu, begitu pula Xyon yang memperhatikan gadis berambut biru tua tersebut dengan wajah yang datar.
“Aku bisa merasakan kesedihan yang kau sedang kau rasakan, Paman,” ucap Keira.
Xyon hanya menghela nafas panjang, lalu berkata, “Hidup harus terus berlanjut, bukan? Mulai sekarang, kau akan menjadi seorang gadis yang berbeda, Keira.”
Sang Perdana Menteri dari Palladina itu kemudian menoleh ke arah Higarashi, dan menatapnya dengan wajah yang serius, lalu berseru, “Hei, kau, anak muda! Kau harus sering-sering berkunjung ke sini, karena aku juga harus mengajarkanmu caranya menggunakan senjata kosmik itu! Tugasmu adalah melindungi Keira, sebagai konsekuensi dari keputusan yang kalian ambil saat ini!”
Higarashi tersenyum lebar setelah mendengarkan perintah itu, lalu ia berteriak, “Baiklah, Perdana Menteri Xyon! Aku tidak akan mengecewakanmu!”
“Ini semua agar kalian mampu mengalahkan para Silverian itu nantinya. Aku … tidak akan membiarkan mereka bertindak lebih jauh daripada ini! Tunggu saja, pria yang bernama Dovrix itu akan segera mendapatkan pembalasanku!” gumam Xyon di dalam hatinya sambil masih menatap Higarashi.
Selama masa berkabung empat puluh hari di dalam Planet Palladina, Higarashi selalu terlihat berkunjung setiap pagi hingga malam untuk belajar menggunakan senjata kosmik bersama dengan Keira. Ia akan kembali pulang setelah mendapatkan pelajaran yang cukup pada hari itu. Tidak jarang, Weim dan Arex, bahkan Nordian juga mengajaknya bersama dengan Keira untuk membaca buku-buku kosmik di perpustakaan istana.
Ketiga jenderal senior itu secara bergantian, mengajarkan apapun tentang Galaksi Metal beserta seluruh aturan-aturan kerajaan. Walaupun Keira beberapa kali terlihat kesulitan untuk memahami, Higarashi akan langsung membantunya. Bukan hanya mengajarkan tentang pengetahuan umum saja, namun juga ketiganya mengajak Keira dan Higarashi untuk berpatroli di luar angkasa, sambil mempelajari banyak hal.
Setelah masa berkabung semesta selama empat puluh hari telah selesai, Xyon kemudian meminta kepada Arex, Weim, dan Nordian untuk memperkeras latihan dan memperbanyak pelajaran bagi Higarashi dan Keira, karena dendamnya kepada Planet Silverian yang semakin menjadi, apalagi dengan tewasnya Sey pada hari itu.
Mereka semua kini menjadi sangat dekat. Tidak hanya Xyon mengajarkan caranya bertarung dan bertahan, namun juga ia membiarkan Keira dan Higarashi untuk ikut berpatroli di luar angkasa. Ia juga memerintahkan beberapa pelayan wanita untuk memberikan gadis berambut biru tua itu pelajaran tentang sopan santun dan etika sebagai seorang putri kerajaan.
__ADS_1
Namun pada suatu hari, Arex menemui Xyon di dalam ruang kerja pribadinya. Sang Perdana Menteri itu terlihat sedang duduk di atas sofa sementara Arex berdiri di depannya.
"Mengapa kau tidak memberitahukan apapun kepada mereka tentang apa yang sebenarnya sudha terjadi Planet Silverian pada masa lalu?" tanya sang Jenderal Senior itu.