
Keira menggelengkan kepalanya, tampak tidak percaya dengan perkataan Xyon barusan.
“Kalian sedang bercanda. Jadi, apa yang sedang kalian jual kepadaku?” tanyanya lagi dengan senyum kecil di wajahnya.
Xyon menghela nafas panjang.
"Keira. Ayahmu adalah seorang manusia yang tewas dibunuh oleh Flerix, raja dari Planet Silverian, setelah berusaha melindungi ibumu. Sementara ibumu juga bernasib sama setelah berusaha melindungimu," ucapnya.
"Flerix? Ah, kalau begitu, apakah dia juga yang sudah membunuh kedua orang tua dan bibi angkatku?" tanya Keira lagi, seolah berpikir bahwa Xyon sedang bercanda dengannya.
"Flerix sudah lama tewas di tangan ibumu, Keira," jawab Xyon.
Keira mulai kesal dengan jawaban Xyon yang menurutnya berputar-putar.
Dengan nada tinggi, ia kemudian bertanya, "Lalu siapa yang telah membunuh kedua orang tua dan bibi angkatku, jika kau berkata bahwa Flerix sudah tewas sejak lama? Astaga, kalian benar-benar salah orang!”
"Putri Keira, para Silverian itu sedang mengincarmu. Maka dari itu, seseorang dari sana, membunuh kedua orang tua dan bibi angkatmu, supaya kau hidup sendiri dan lebih mudah bagi mereka untuk menangkapmu," ucap Nordian.
"Lalu siapakah dia?" tanya Keira lagi, sambil melotot ke arah Nordian.
"Kami belum mengetahuinya, Yang Mulia," jawab Xyon, "ketika kami tahu bahwa seseorang dari Silverian telah masuk ke dalam planet ini, kami langsung bergerak mencarinya, namun ia sangat cepat sehingga kami kehilangan jejaknya, dan kami mohon maaf atas keterlambatan kami…."
Keira menghela nafas panjang. Wajahnya menjadi terlihat semakin kesal.
"Lalu apa yang kalian lakukan di sini? Bukankah kalian sudah selesai meminta maaf kepadaku atas keterlambatan kalian?" tanya Keira, sekali lagi.
__ADS_1
"Yang Mulia …," ujar Nordian, namun ia justru langsung dipotong oleh Keira, "Aku tidak menyukai sebutan itu."
Jenderal Senior tersebut langsung menghela nafas panjang. Tampaknya, Nordian juga mulai kesal terhadap Keira.
"Baiklah, begini. Pertama, kami selama ini ditugaskan oleh mendiang Yang Mulia Ratu Anexta untuk melindungimu," lanjut Nordian.
"Lalu mengapa ia membuangku ke planet ini, jika memang ia ingin melindungiku? Apa karena aku adalah anak yang tidak diinginkan?" tanya Keira lagi.
"Tidak, bukan begitu. Masalahnya sangat kompleks. Keira, baiklah, begini. Sebenarnya ada aturan yang tidak tertulis, bahwa para immortal, tidak diperbolehkan memiliki hubungan cinta dengan makhluk mortal seperti manusia," jawab Xyon.
Keira terdiam, namun, suasana masih tampak tegang. Gadis itu bahkan menghela nafas panjang karena berpikir bahwa kedua orang tersebut sedang bermain-main dengannya.
"Jadi maksudmu aku ini abadi? Apakah aku adalah seorang immortal? Wah!" seru Keira, namun dengan wajah yang kesal.
"Ah, jadi aku adalah seorang Crossbreed karena ibuku yang adalah immortal, berhubungan dengan manusia dari Planet Bumi, begitu? Kalian berkata bahwa kalian akan melindungiku namun, kalian lihat sendiri nasib kedua orang tua dan bibi angkatku. Baiklah, sudah cukup omong kosongnya. Jika tidak ada yang bisa kubantu lagi, kalian bisa keluar dari rumah ini," ucap Keira, dengan wajah yang semakin terlihat kesal.
Keira lalu berdiri dan hendak meminta mereka untuk keluar, namun, Xyon tiba-tiba saja ikut berdiri dan dengan wajah yang penuh amarah dan serius, ia menatap gadis itu.
"Hei! Kami sudah melindungimu dari jarak jauh hanya karena para Silverian itu mengincar dirimu, selama bertahun-tahun ini! Menyembunyikanmu agar mereka tidak mengetahui posisimu, sambil juga melindungimu, adalah hal yang sangat sulit! Jika kau jatuh ke tangan mereka, maka pilihannya ada dua, yakni mereka akan menyerap seluruh energi yang kau miliki agar mereka bisa menjadi penguasa Galaksi Metal, atau, kau akan digunakan sebagai mesin pembunuh, untuk membunuh penduduk dari planet-planet lainnya agar mereka bisa mengambil seluruh energi dan sumber daya milik planet tersebut! Kau tidak pernah tahu betapa melelahkannya hal ini, bahkan aku harus menjaga tahta kerajaan, hanya demi menunggumu untuk kembali dan memimpin Planet Palladina, sebagai keturunan yang sah dari pemimpin sebelumnya! Kau pikir, menjadi seorang perdana menteri itu sangat menyenangkan, hah?” serunya dengan nada tinggi.
Keira langsung menjadi terkejut setelah mendengar seruan dari Xyon barusan, dan dengan penuh kekesalan setelahnya, ia membalas, "Aku tidak mempercayai hal itu! Aku adalah seorang manusia! Kalian saja tidak pernah ada ketika kubutuhkan, ke mana saja kalian? Apakah kalian tahu bahwa aku … di sekolah ….”
Tiba-tiba saja, Xyon mengeluarkan pedang kosmik miliknya dan ia mengarahkannya di bawah leher Keira hingga gadis itu berhenti berkata-kata.
“Hei, hei, Xyon, astaga!” seru Nordian yang langsung berdiri begitu ia melihat aksi cepat dari sang perdana menteri tersebut.
__ADS_1
"Kau masih tidak percaya dengan ini?" tanya Xyon dengan wajah yang penuh amarah.
"Ah, jadi kau adalah pembunuhnya, bukan?" tanya Keira dengan wajah yang terlihat panik, namun, ia berusaha untuk tetap tenang walaupun ujung pedang kosmik milik Xyon masih berada di bawah lehernya.
Xyon semakin mendekatkan ujung pedang kosmiknya kepada Keira, dan berbisik, "Senjataku ini tidak dirancang untuk membunuh manusia. Tanpa harus dibunuh, manusia adalah makhluk yang lemah. Mereka tidak mempunyai kekuatan kosmik, untuk apa menyerang mereka jika aku tahu aku sudah pasti menang melawan manusia?"
Keira tersenyum sinis, lalu bertanya, “Mengapa tidak bilang kepadaku bahwa kaulah yang sudah membunuh keluarga angkatku?”
“Aku bukanlah pembunuhnya dan aku sedang berusaha untuk membawamu kembali!” seru Xyon.
Ia tiba-tiba menyerang Keira dengan pedangnya dan gadis itu mulai menghindar sambil berjalan mundur karena ketakutan.
"Hentikan! Hentikan! Hei, Xyon! Kau sedang menyerang seorang putri!” seru Nordian, namun Xyon justru mulai semakin brutal dan Keira mulai terdesak.
"Justru karena dirimu, anak sialan! Seharusnya kau tidak lahir ke dunia ini! Semua masalah yang terjadi sekarang adalah karena dirimu!" teriak Xyon, lalu ia mulai mengangkat pedang kosmiknya ke atas dan berteriak lagi, "Maka habislah kau sekarang juga, agar tidak perlu lagi kami semua menderita seperti ini!"
Bukan semakin takut, justru Keira mulai dipenuhi amarah setelah mendengar teriakan dari Xyon barusan. Ia tiba-tiba merasakan sesuatu di dalam dirinya, yakni keinginan untuk melawan.
“Pria tua kurang ajar!” seru keira.
Perdana Menteri itu hendak mengayunkan pedang kosmik ke arahnya, namun, kedua bola mata Keira mendadak berubah warna, yang tadinya berwarna biru muda, tiba-tiba berubah menjadi warna biru tua pekat.
“Lightning Double Cross!” seru Keira dengan nada tinggi.
Mendadak dua buah pedang kosmik berwarna biru tua muncul di dalam genggaman kedua tangannya. Setelah menggenggam erat kedua pedang kosmik itu, Keira dengan cepat langsung menghalau pedang kosmik milik Xyon, dan membuat pria tua itu terkejut karena aksinya barusan, termasuk Nordian yang melotot tajam ke arahnya.
__ADS_1