Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Keputusan Mendadak


__ADS_3

Weim langsung membungkuk setelah mendengar perintah dari ratunya. Namun, Xyon tiba-tiba melangkah dan berdiri di hadapan Anexta hingga Weim terkejut dan kembali berdiri tegak, lalu menatap sang Jenderal Senior itu.


“Ada apa, Xyon?” tanya Weim.


“Aku akan membawa prajurit dalam jumlah yang cukup, Yang Mulia,” ucap Xyon sambil menundukkan kepalanya di hadapan Anexta.


“Untuk apa? Mereka pasti sudah kehilangan banyak sumber daya hanya untuk menjadikan anak itu sebagai bagian dari ambisi sang raja, Flerix. Ia tidak mungkin membawa banyak pasukan. Kau tidak perlu ragu, Jenderal Senior Xyon. Aku sudah membulatkan keputusanku tentang Crossbreed itu,” balas Anexta.


“Crossbreed?” tanya Weim dengan wajah yang terlihat kebingungan.


Xyon menghela nafas panjang. Ia sepertinya sudah menyerah untuk meyakinkan sang ratu.


“Baiklah jika itu adalah keputusan anda, Yang Mulia. Aku akan membantu anda dengan sebaik mungkin,” ucapnya sambil masih menundukkan kepala di hadapan ratunya.


“Belum terlambat untuk mengambil anak itu kembali kepada kita, Jenderal Senior Xyon. Kita juga akan mendapatkan seorang Crossbreed untuk melawan mereka setelah ini. Aku harap kau akan terus bersama denganku,” balas Anexta.


“Baiklah, Yang Mulia,” ucap Xyon, lalu ia kembali menegakkan kepalanya.


Anexta kemudian melangkah masuk ke dalam istana sambil berseru, “Kalian, cepat siapkan para prajurit, kita akan segera mengejar mereka sekarang!”


Xyon dan Weim kemudian menundukkan kepala mereka dan membalas, “Baik, Yang Mulia Ratu!”


Setelah Anexta terlihat sudah kembali masuk ke dalam istana, Xyon dan Weim kemudian berlari bersama-sama menuju ke halaman depan untuk memilih prajurit-prajurit yang akan ikut bersama dengan mereka kali ini.


“Aku akan mencegah Yang Mulia Ratu untuk bertemu dengan manusia dan melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan olehnya. Aku akan membunuh Flerix kali ini dalam satu pertarungan saja!” ucap Xyon dengan wajah yang terlihat kesal.


“Satu pertarungan? Xyon, kemarin saja kau terlihat kewalahan dengan Televortare mendadak yang dilakukan raja gila itu pada pertarungan kemarin,” balas Weim.

__ADS_1


“Ya, maka dari itu, aku akan melakukan perhitungan dengannya pada kesempatan ini, dan mengambil pangeran kecil dari tangannya. Yang Mulia Ratu akan membawa pangeran kepada Yang Mulia Ratu dari Halida,” ucap Xyon lagi.


“Apakah mereka akan melakukan Memovilate kepada pangeran?” tanya Weim.



Xyon tidak menjawab, namun ia mengangguk pelan sekali. Weim langsung menghela nafas panjang sambal kembali menatap sang Jenderal Senior itu dengan wajah yang masih terlihat kebingungan.


“Lalu apa yang barusan kau sebut tadi, Crossbreed? Apakah sudah muncul seorang Crossbreed di dunia ini?” tanya Weim dengan penuh rasa penasaran.


Xyon tidak menjawabnya. Ia justru terlihat kesal karena Weim menyodorkan begitu banyak pertanyaan kepadanya.


“Cukup. Sebaiknya kau segera memanggil Sey. Nordian, dan Arex untuk bersiap-siap. Walaupun Yang Mulia Ratu berkata bahwa ia ingin membawa sedikit prajurit, namun, ada baiknya kita berjaga-jaga dengan membawa lebih banyak dari mereka,” ucap Xyon pelan.


Ia lalu berjalan meninggalkan Weim yang masih terlihat kebingungan, tanpa ada penjelasan lebih lanjut.


“Dasar pria dingin! Entah apa yang sudah terjadi pada dirinya. Andaikan saja Xyon bisa memilih salah satu dari gadis-gadis pelayan itu!” gumam Weim sambil mengernyitkan dahinya.


Di dalam ruang kerja pribadinya, Anexta terlihat sangat gundah. Ia sudah berjalan mengelilingi ruangan tersebut selama hampir satu jam, dengan wajah yang terlihat kebingungan. Pikirannya seolah diisi oleh banyak pertanyaam mdan keraguan, hingga ia sendiri menjadi sangat gelisah.


“Hanya ada dua cara untuk mengalahkan Flerix dan para Silverian menyebalkan itu. Mengalahkan Flerix dalam satu pertarungan saja, hanya untuk meminimalisir korban jiwa, atau, aku terpaksa harus …,” ucap Anexta yang mendadak menghentikan kalimatnya.


Ia menelan ludahnya sendiri, lalu berhenti berjalan. Dengan badan yang gemetar, ia kemudian menatap ke luar jendela yang terletak di samping ruang kerja pribadinya itu. Langit yang berwarna putih dengan sinar dari Bintang Induk Goldinian menembus atmosfer Planet Palladina pagi ini.


“Tapi, apa yang sedang direncanakan oleh Flerix? Mengapa ia tiba-tiba keluar dari Planet Silverian setelah enam tahun lamanya ia tidak pernah lagi berulah kepada planet-planet lainnya seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya? Apakah sulit sekali untuk membesarkan seorang anak tanpa sumber daya yang cukup? Tidak mungkin ia bisa bertahan selama enam tahun ini, tanpa mengambil sumber daya dari planet lain. Benar-benar mencurigakan!” gumamnya lagi.


Tiba-tiba pintu ruangan itu diketuk oleh seseorang hingga membuat Anexta terkejut.

__ADS_1


“Yang Mulia, ini aku, Xyon. Semuanya sudah siap, dan kami hanya tinggal menunggu anda,” ucap seorang pria dari luar ruangan tersebut, Xyon, sambil menundukkan kepalanya.


“Baiklah, aku akan segera ke sana,” seru Anexta.


Ia lalu menghela nafas panjang dan memberanikan diri untuk melangkah ke arah pintu dan membukanya dengan cepat. Anexta langsung menatap ke arah sang jenderal senior yang rupanya masih berdiri di depan pintu.


“Berjalanlah terlebih dahulu,” ucapnya pelan.


Xyon kemudian menegakkan kepalanya sambil menatap lurus sang ratu dengan wajah yang serius, dan tatapan tersebut langsung dibalas oleh Anexta.


“Yang Mulia, apakah anda yakin dengan keputusan ini?” tanya Xyon.


“Aku akan memikirkannya setelah berada di sana dan melihat mereka dengan kedua mata kepalaku sendiri,” jawab Anexta.


Xyon tidak membalas jawaban itu. Anexta lalu menutup pintu dan setelahnya, Xyon mulai berjalan menuju ke halaman depan istana. Sang ratu lantas mengikutinya di belakang.


Mereka akhirnya tiba di halaman depan istana, dan sebuah kereta antar planet yang lengkap dengan gerbong-gerbong di belakangnya, sudah menunggu kehadiran mereka. Anexta mendadak menghentikan langkahnya begitu ia melihat Arex, Nordian, dan Sey yang sedang berdiri di sisi kiri dari alat transportasi tersebut, sambil menundukkan kepala mereka di hadapannya.


“Apa-apaan ini?” tanya sang ratu dari Palladina itu dengan wajah yang terlihat kesal.


Xyon langsung berhenti berjalan, lalu memutar badannya ke belakang dan menatap Anexta dengan wajah yang sangat serius.


Ia lalu menundukkan kepalanya sedikit, dan menjawab, “Yang Mulia, ada baiknya kita membawa beberapa prajurit tambahan, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan dilakukan oleh para Silverian itu.”


“Biarkan Arex dan Nordian tinggal untuk menjaga planet ini. Kita juga tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Flerix, dan sepertinya mereka berdua harus berada di sini, Jenderal Senior Xyon,” balas Anexta.


Xyon menghela nafas panjang, lalu ia menoleh ke arah Arex dan Nordian sambil menatap mereka dengan sorot mata yang tajam. Kedua jenderal itu melihat wajah Xyon dan langsung berjalan mundur untuk menjauhi kereta antar planet tersebut.

__ADS_1


Xyon lalu kembali menatap Anexta, dan tiba-tiba, sang ratu dari Palladina itu berseru, “Berangkat!”


Anexta langsung berjalan masuk ke dalam sebuah gerbong dari kereta antar planet tersebut, diikuti oleh prajurit-prajurit dan beberapa orang pelayan yang sudah ditunjuk oleh Xyon sebelumnya. Pintu-pintu gerbong alat transportasi antar planet itu kemudian menutup setelah semua orang sudah masuk ke dalamnya.


__ADS_2