
“Hei, hei, tenang, Nak!” ucap Arex sambil mengangkat kedua tangannya ke depan.
Xyon tampak tidak terkejut, wajahnya justru datar, namun, tidak demikian dengan Arex yang terlihat panik begitu melihat wajah Keira yang penuh dengan kekesalan.
"Kalian siapa?! Apa yang sudah kalian lakukan pada Bibi?! Apakah kalian yang sudah membunuhnya?!” teriak Keira dengan nada tinggi.
"Hei, hei, tenang, tenang. Kami bukan pembunuh bibi angkatmu. Kami berdua justru di sini untuk melindungimu," ucap Arex lagi.
“Hah!” seru Keira, “Melindungiku? Hei, kedua orang tua angkatku juga dibunuh dengan cara yang sama, lalu bibi angkatku, dan kemudian kalian datang tiba-tiba hanya untuk berkata bahwa kalian ingin melindungiku? Bukankah justru seharunya kalian ketakutan, karena bisa jadi, pembunuh itu akan mengincar diri kalian setelah ini?!”
Arex langsung menurunkan kedua tangannya dan menghela nafas pendek, lalu berkata, “Astaga! Anak ini!”
Xyon tiba-tiba berlutut di hadapan Keira, lalu berucap, "Yang Mulia Putri Keira dari Palladina. Perkenalkan, aku adalah Perdana Menteri Xyon, dan ini, Jenderal Senior Arex."
Melihat sikap Xyon barusan, Arex langsung ikut berlutut dan berkata, "Oh, iya, Yang Mulia! Aku adalah Jenderal Senior Arex dari Palladina!"
Keira langsung kebingungan dengan ucapan kedua pria itu, dan masih dengan wajah yang kesal, ia berkata, "Siapa kalian?! Palladina? Perdana Menteri? Jenderal Senior? Yang Mulia Putri? Astaga, kalian sedang membual, ya? Apakah kalian sudah salah masuk rumah? Astaga, pergilah kalian!!”
Tiba-tiba, ia mengayunkan payung yang sedang digenggamnya dengan cepat, hendak menyerang Xyon, namun, Perdana Menteri dari Palladina itu berhasil menangkap payung tersebut dan menghentikan serangan Keira. Gadis itu langsung merasa ketakutan dan melepaskan genggamannya dari payung tersebut dengan badan yang mulai gemetaran.
Xyon dan Arex kemudian berdiri tegak, sementara gadis itu mulai berjalan mundur karena ketakutan.
__ADS_1
“Kalian … ini, siapa?” tanya Keira dengan nada yang pelan.
"Bereskan jasad wanita itu terlebih dahulu," ujar Xyon.
"Astaga, bagaimana caranya? Xyon, kita tidak pernah menguburkan seseorang! Hei, kita ini immortal, bukan?" tanya Arex dengan wajah yang penuh kebingungan.
Xyon lalu menatap Keira dengan wajah yang serius dan berkata, "Kita akan memakamkan bibi angkatmu terlebih dahulu, baru nanti aku akan membicarakan tentang hal ini. Aku butuh bantuanmu, Putri Keira. Kami tidak mengenal dunia manusia, namun, kami tahu bahwa di sekitar sini ada lahan untuk pemakaman. Bagaimana? Lagi pula sekarang anda sudah tidak memiliki siapa pun lagi. Tidak mungkin seorang gadis akan pergi sendirian dan mengurus pemakaman bibi angkatnya. Itu akan merepotkan bagimu."
Keira agak ragu untuk beberapa saat, namun melihat Xyon yang wajahnya terlihat serius, ia kemudian menghela nafas panjang dan membalas, "Aku tidak nyaman dengan sebutan Putri. panggil saja namaku. Aku juga tidak mengenal kalian, jadi, jangan memanggilku lagi seperti itu.”
Xyon kemudian mengangguk. Hari itu juga, Keira dibantu oleh sang Perdana Menteri dan Arex, mulai mengurus pemakaman Trea. Bibi angkatnya itu dimakamkan di sebuah tempat pemakaman yang lokasinya agak jauh dari rumahnya. Selama tiga hari penuh, Keira tidak masuk sekolah. Sementara Xyon dan sudah kembali menuju ke Planet Palladina tanpa menjelaskan apapun kepadanya, walaupun mereka berkata bahwa akan kembali secepat mungkin.
“Ah, tunggu!” serunya.
Dengan tergesa-gesa, ia berjalan ke arah pintu dan membukanya. Ia lalu melihat Xyon yang kali ini datang berdua bersama seorang pria lainnya.
Pria itu kemudian membungkukkan badan di hadapannya dan berkata, “Yang Mulia Putri Keira. Perkenalkan, aku adalah Jenderal Senior Nordian.”
Keira menghela nafas panjang, lalu membalas, “Astaga, Jenderal Senior? Apa lagi ini? Baiklah, silakan masuk.”
Nordian kemudian kembali berdiri tegak, dan mereka berdua lalu berjalan masuk ke dalam. Keira langsung menutup pintunya rapat-rapat dan mempersilahkan mereka untuk duduk di atas sofa yang terletak di ruang tamu.
__ADS_1
Keira hendak mengambil minuman bagi tamu-tamunya tersebut namun Xyon langsung menolaknya dan memintanya untuk duduk dengan mereka berdua di atas sebuah sofa lain yang ada di depan mereka. Suasana sedikit agak tegang di antara mereka, walaupun Keira sudah berusaha untuk menyamankan dirinya sendiri.
Xyon kemudian mengeluarkan sebuah gulungan kertas kosmik dari dalam saku bajunya dan memberikannya kepada Keira.
“Apa ini?” tanya gadis itu pelan.
"Bacalah sendiri, Keira. Dan jangan lupa simpan surat ini baik-baik karena pasti, suatu saat kau akan membutuhkannya," jawab Xyon.
Keira lalu membuka gulungan kertas kosmik tersebut, dan ia langsung terkejut ketika benda itu melayang di hadapannya dan seorang wanita kemudian muncul di balik kertas kosmik itu.
“Siapa wanita itu? Benda apa ini?” tanyanya dengan wajah yang terlihat terkejut.
Wanita yang ada di dalam kertas koemik itu kemudian berkata, “Ah, rupanya kalian sudah menemukan anak perempuan ini. Baiklah. Aku, Yang Mulia Ratu Anexta dari Palladina, dengan ini menyatakan bahwa aku telah melahirkan seorang anak perempuan yang memiliki bola mata berwarna biru muda, dengan rambut yang berwarna biru tua, pada tanggal yang ditampilkan di dalam kertas kosmik ini, akibat hubunganku dengan seorang manusia mortal ketika aku sedang berada di Planet Bumi untuk memukul mundur para Silverian yang sedang mengacau di sana. Anak perempuan itu adalah seorang Crossbreed, yang kuberi nama Keira.”
Ia kemudian menghela nafas panjang lagi, lalu melanjutkan, “Keira adalah anak kandungku. Ayahnya sudah tewas dibunuh oleh seorang Silverian, dan aku terpaksa harus membiarkannya tinggal di dalam Planet Bumi, untuk menutupi identitasnya sebagai seorang Crossbreed, karena aku ingin agar ia menjadi wanita yang kuat, untuk melawan para Silverian, dan mengembalikan kedamaian bagi Galaksi Metal. Keira akan kuberikan gelar Yang Mulia Putri di depan namanya jika ia kembali ke Planet Palladina, namun, aku tidak akan menjadikannya sebagai Putri Mahkota. Ia akan kubebaskan untuk hidup sesuai dengan kemauannya sendiri, karena ia bukanlah immortal seperti kita semua. Baiklah, aku akan mengakhiri pernyataan ini, terima kasih.”
Kertas kosmik itu kemudian terlipat dengan sendirinya dan jatuh, hingga Keira dengan cepat menangkapnya kembali.
Tiba-tiba, gadis itu mulai merasa kesal dan menatap Xyon dengan sorot mata yang tajam, lalu berseru, "Apa maksudnya? Kerajaan dari mana ini? Selama aku tinggal di sini, Planet Bumi yang indah ini, belum pernah aku mendengar kerajaan yang bernama Palladina! Siapa wanita yang ada di dalam kertas itu? Aku sama sekali tidak mengenalnya!”
"Ya, kau memang tidak pernah mendengarnya karena kau tidak pernah tinggal di dalam Galaksi Metal. Planet Bumi ini terletak di Galaksi Bima Sakti, namun galaksi tetangganya, adalah galaksi tempat tinggal kami, Galaksi Metal. Kau sendiri berasal dari Planet Palladina yang ada di dalam Tata Surya Goldinian. Ibumu adalah seorang ratu, mendiang Yang Mulia Ratu Anexta dari Palladina,” ucap Xyon dengan wajah datarnya.
__ADS_1