Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Keira yang Gundah


__ADS_3

Keira kemudian menghela nafas panjang berkali-kali dan mulai mempersiapkan dirinya. Dengan wajah yang kini tampak tegas, ia kemudian membuka pintu kamar perlahan-lahan, namun, air matanya tiba-tiba menetes dengan sendirinya.


Begitu mendengar suara pintu, Aerim memutar tubuhnya ke belakang, dan dengan senyum lebar, ia lantas menatap Keira yang rupanya sudah memakai gaun yang ia berikan tadi.


“Keira!” seru Aerim dengan wajah yang tampak senang.


Tanpa sengaja, ia melihat setetes air mata yang membasahi wajah Keira, dan dengan cepat, Aerim mengangkat tangan kanannya dan mengusap wajah Permaisuri dari Halida itu dengan lembut, lalu membelai rambutnya.


"Akhirnya kau sudah memutuskan. Ikutlah denganku, karena kita sudah kedatangan tamu," bisiknya pelan.


Keira tidak menjawab, ia hanya terdiam. Aerim tiba-tiba menggandeng tangannya, dan mengajaknya berlari kecil menuju ke halaman belakang istana. Begitu mereka berdua tiba di sana, Keira langsung melotot tajam, terkejut melihat lima orang yang ia kenal, rupanya sudah berada di halaman belakang istana tersebut.


Perempuan Crossbreed itu langsung berhenti berlari, membuat Aerim ikut menghentikan langkah dan menoleh ke belakang karena terkejut dengan sikapnya. Higarashi, Xyon, Nordian, Arex, dan Weim lantas menoleh dan menatap Keira dengan wajah yang serius begitu ia tiba di sana.


“Keira?!” seru Higarashi dan Xyon bersamaan.


Mereka semua tampak gusar begitu melihat pakaian Aerim dan Keira, bahkan, wajah Permaisuri dari Halida itu tampak pucat. Tangannya mendadak gemetar, namun, Aerim tidak juga melepaskan genggamannya.


"Ada apa, sayang?" tanya Aerim dengan senyum sinis.


"Aerim … akan membunuh semua orang!" seru Keira di dalam hati sambil masih melotot ke arah lima orang tersebut.


Higarashi tiba-tiba melangkah ke depan, hendak mendekati istrinya itu dengan wajah yang penuh dengan rasa khawatir, sambil berseru, "Keira, kembalilah! Kau masih mencintai kami semua, bukan? Ini semua hanyalah jebakan yang dibuat oleh Aerim! Kau harus tersadar dari semua ini, Keira!”

__ADS_1


Keira langsung melepaskan genggaman tangan Aerim hingga Raja dari Silverian itu terkejut, kemudian, ia berjalan mundur ke belakang dengan wajah yang tampak gusar, seolah menjauhi Higarashi yang justru sedang berjalan mendekatinya.


"Aku …. Aku …," ucap Keira pelan, dengan air mata yang mulai mengalir, membasahi wajahnya.


Higarashi lalu mengangkat tangan kanannya ke depan, dengan maksud untuk mengajak Keira kembali kepadanya, sambil berucap, "Keira, kami semua akan melindungimu. Kembalilah, sayang."


Aerim hanya bisa tertawa kecil mendengar hal tersebut, lalu, ia berseru, "Sayang?! Keira jelas-jelas akan segera menjadi istriku dan menceraikan dirimu. Masih juga kau memanggilnya dengan sebutan seperti itu?! Tidak sopan sekali!"


Sebuah pedang kosmik berwarna hitam tiba-tiba muncul di dalam genggaman tangan Aerim, dan ia dengan cepat meraihnya, lalu berlari ke arah Higarashi.


"Tidak! Higarashi!" seru Keira dengan wajah yang tampak panik.


“Apa?!” balas Higarashi sambil mengernyitkan dahinya.


Ia langsung memutar tubuhnya ke belakang, lalu menghindar dengan cepat dari serangan mendadak yang dilancarkan lawannya tersebut. Higarashi dan Aerim kali ini berdiri saling berhadapan dengan jarak yang tidak begitu jauh, namun juga tidak dekat, sambil menatap satu sama lain dengan wajah yang serius.


"Pinjamkan kekuatanmu, Keira," seru Higarashi dengan wajah yang serius, namun, tanpa menoleh ke arah istrinya itu.


Namun Keira hanya terdiam. Kedua matanya masih melotot ke arah paman-pamannya, dengan air mata yang masih mengalir dan wajah gundah yang ia tunjukkan kepada semua orang yang ada di sana. Aerim hanya bisa tertawa melihat sikap dari sepasang suami istri tersebut.


“Astaga, menyerah saja,” gumam Raja dari Silverian itu.


"Keira! Apa yang sedang kau pikirkan?! Keira!" seru Higarashi lagi, kali ini, ia menoleh ke arah Keira, berharap istrinya itu akan melakukan Televatia.

__ADS_1


“Dasar pria lemah!” seru Aerim, dan ia langsung mengambil kesempatan untuk menyerang Higarashi.


“Higarashi!” seru Keira dengan bibir yang gemetar dan wajah yang tampak kebingungan.


Higarashi menoleh ke belakang, namun, ia terlambat menghindar, membuat Aerim berhasil melukai lengan kirinya, dan mendorongnya dengan sangat kuat hingga ia terjatuh di atas tanah, dengan keras.


"Higarashi! Tidak!" seru Keira, dengan air mata yang semakin deras sambil menatap suaminya yang kini sudah tersungkur di atas tanah dengan luka sayatan pada lengan kirinya, dan Divine Sword yang terlepas dari genggamannya.


Sementara itu, Xyon, Nordian, Arex, dan Weim langsung mengeluarkan senjata kosmik milik mereka masing-masing, karena yakin Aerim akan menyerang mereka juga setelah ini. Namun, Raja dari Silverian itu justru tertawa lebar, lalu, ia mendekati Higarashi dan berdiri di sampingnya, sambil menatap ke arah lawannya yang masih tersungkur di atas tanah itu.


Aerim kemudian mengarahkan ujung pedang kosmiknya yang tajam, tepat di depan wajah Higarashi.


"Menyerah saja. Keira bahkan tidak mau melakukan Televatia kepadamu lagi. Tanpa kekuatannya, kau tidak bisa berubah menjadi Victory. Sekarang, duduklah dengan baik dan jadilah saksi pernikahanku dengan Keira!" seru Aerim, lalu, ia menoleh ke arah Keira dan bertanya, "Katakan pada mereka semua, Keira! Kau akan menceraikan Higarashi, bukan? Kau hanya mencintaiku, dari sejak awal kita bertemu, bukan?"


Semua mata kini tertuju pada Keira. Permaisuri dari Halida itu hanya bisa terdiam, masih juga tidak berkata apapun, namun, bibirnya tampak hendak mengatakan sesuatu.


Xyon langsung menyadari hal tersebut.


"Keira! Jangan katakan hal itu! Ia akan membunuh kami semua dan dirimu setelah ini! Ia hanya butuh pengakuan dari bibirmu, sebagai pembenaran atas tindakan jahat yang ia lakukan selama ini! Keira! Pikirkan baik-baik! Ini semua tentang Galaksi Metal, bukan kami!" seru Xyon dengan nada tinggi dan wajah yang serius.


Keira terus terdiam, namun, tiba-tiba, wajahnya menjadi sendu, lalu, ia memberanikan dirinya untuk berseru, "Kalian semua menyebalkan. Kalian semua egois sekali. Kalian hanya mengandalkan diriku untuk membalas dendam terhadap satu sama lain. Kalian sama sekali tidak memikirkan perasaanku, padahal, aku hanya ingin hidup dengan normal dan bahagia!"


"Keira!" seru Xyon, dengan rasa takut bahwa Keira akan berkata hal yang tidak ingin didengar oleh Perdana Menteri dari Palladina itu.

__ADS_1


"Paman Xyon! Kau sudah membenciku sejak aku lahir, hanya karena ketidaktahuanku! Aku tidak tahu apapun tentang ibu kandungku, dan anehnya, kau menyalahkanku karena kematiannya! Padahal itu semua adalah salahmu sendiri yang tidak bisa melindungi ibu! Higarashi bahkan memaksaku untuk jatuh cinta kepadanya, dalam waktu yang singkat, lalu menjadikanku sebagai seorang permaisuri, yang padahal, aku tidak menginginkannya sama sekali! Paman-paman yang lainnya juga terus mengingatkanku untuk berpatroli, padahal aku sedang lelah! Kalian semua egois sekali!" seru Keira lagi dengan nada tinggi.


“Keira! Dengarkan aku terlebih dahulu!” teriak Xyon kali ini, dengan bibir yang gemetar.


__ADS_2