Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Masa Lalu - Bagian XVI


__ADS_3

"Ah, Nyonya, sebaiknya aku keluar dan mencatat pesanannya," balas Hyerin dan dengan terburu-buru, ia keluar dari dalam dapur tersebut, dan berjalan mendekati Xyon.


Ia lalu berdiri di samping Xyon dengan wajah yang memerah dan kesal, sambil berbisik pelan, "Mengapa kau tidak berkata kepadaku bahwa kau akan datang?! Bukankah kau sedang tertidur di ketika aku pergi?”


"Aku kemari sebagai seorang pelanggan," jawab Xyon dengan wajah datar.


Hyerin yang melihat wajah suaminya yang selalu datar, kini mulai membuatnya sedikit merasa kesal.


"Baiklah. Apa yang akan kau pesan hari ini, Tuan?" tanya gadis berambut hitam itu sambil tersenyum.


"Bisakah kau memanggilku dengan sebutan lainnya?" tanya Xyon balik kepada istrinya tersebut.


"Astaga," gumam Hyerin, lalu ia membalas, "Baiklah, apa yang akan kau pesan hari ini, Pria Muda?"


Xyon menghela nafas panjang, kemudian berkata, "Jika aku adalah pemilik restoran ini, maka akan segera kupecat dirimu."


Hyerin mulai menahan emosinya dan dengan nada tinggi, ia bertanya lagi, "Baiklah, apa yang akan kau pesan hari ini, sayang?"


Xyon langsung tersenyum sambil menjawab, "Dirimu. Aku akan memesan dirimu."


Gadis berambut hitam itu langsung tersenyum lebar namun dengan wajah yang kesal, kemudian ia berucap pelan, "Astaga, aku sedang tidak bermain-main di sini, Pria Muda!”


Wanita pemilik restoran itu tiba-tiba keluar dari dalam dapur, bersama dengan suaminya. Xyon yang melihatnya kemudian berdiri dan membungkukkan badan sebentar kepada keduanya, lalu berdiri tegak kembali.


Hyerin melotot sambil terkejut dengan aksi Xyon barusan, ia lalu menoleh ke belakang dan bertanya, "Astaga, Nyonya, Tuan? Ada apa ini?"

__ADS_1


"Baiklah, kau bisa membawa Hyerin untuk hari ini saja. Aku akan mengucapkan selamat untuk kalian berdua," ucap sang Nyonya, tersenyum lebar.


"Terima kasih, atas kebaikan Anda, Tuan dan Nyonya. Aku akan segera kembali bertugas sebagai prajurit, jadi setelah ini, aku akan menitipkan Hyerin kepada kalian. Maafkan aku yang sudah merepotkan Anda," balas Xyon dengan senyum kecil.


"Xyon, ada apa ini? Apa yang sedang terjadi?!" tanya Hyerin dengan wajah yang dipenuhi rasa penasaran sambil menatap suaminya itu.


"Pria muda itu meminta izin kepadaku untuk mengajak istrinya berkeliling kota hari ini, sebelum ia kembali ke medan perang sebagai seorang prajurit, esok hari. Dan aku baru saja mengabulkan permintaannya," jawab sang Nyonya.


Hyerin langsung memutar bola matanya sekali, kemudian berseru, "Nyonya!"


"Terima kasih sekali lagi, Tuan dan Nyonya. Kami akan pergi terlebih dahulu, kalau begitu," ucap Xyon.


Lalu dengan santai, ia menggandeng tangan Hyerin dan mengajaknya keluar dari restoran itu.


"Xyon, astaga,” ujar Hyerin dengan wajah yang sedikit panik karena terkejut akan sikap suaminya tersebut.


Hyerin langsung terdiam. Ia mengikuti saja ke mana Xyon akan mengajaknya pergi. Pria muda itu ternyata membawa Hyerin untuk membawanya berkeliling kota kecil tersebut. Mereka menikmati banyak makanan yang dijual di pinggir jalan.


Bahkan sesekali, Xyon menggodanya, dan kebahagiaan yang terlihat jelas di wajah mereka, tampak seperti pasangan yang benar-benar baru menikah dan sedang berbulan madu. Keduanya bahkan bermain dengan air di pinggir danau, sambil sekali-kali bercanda.


Sepertinya hari ini pun, mereka akan menghabiskan waktu berdua saja, sebelum Xyon harus kembali ke planet asalnya, Planet Palladina. Setelah matahari terbenam dan malam pun tiba, pria muda itu kemudian mengajak Hyerin untuk duduk di pinggir danau yang sepi, serta airnya memantulkan cahaya bulan purnama yang indah.


"Hyerin, maafkan aku …. Aku kembali besok," ucap Xyon pelan sambil menggenggam tangan Hyerin dengan erat.


"Aku akan menunggumu kembali, dan aku akan terus berada di sini, jadi kau akan lebih mudah untuk mencariku," balas Hyerin yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu suaminya tersebut.

__ADS_1


"Aku … akan kembali pulang, kepadamu, Hyerin. Maafkan aku, seharusnya aku tidak jatuh cinta kepadamu. Aku tahu bahwa menunggu adalah sesuatu yang menyakitkan," bisik Xyon dengan wajah sendu.


"Kembalilah jika kau sudah menjadi seorang jenderal, suatu saat nanti, Xyon," balas Hyerin, “aku akan dengan langsung memelukmu ketika saat itu tiba.”


Gadis berambut hitam itu mulai meneteskan air mata. Karena hari semakin malam, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke penginapan. Dengan saling bergandengan tangan, keduanya berjalan bersama sambil sesekali bercanda.


Setelah tiba di dalam gedung penginapan, mereka lalu masuk ke dalam kamar Xyon, kemudian berjalan ke dalam kamar mandi, dan menikmati hangatnya air yang membasahi tubuh keduanya. Begitu selesai membersihkan diri masing-masing, mereka kemudian berbaring di atas satu ranjang yang sama.


Hanya cahaya bulan yang menembus dari luar jendela untuk menemani malam mereka.


"Haruskah kau kembali, besok? Bisakah kau tinggal lebih lama bersamaku, di sini?" tanya Hyerin dengan wajah yang penuh kekhawatiran.


"Aku akan kembali kepadamu, cepat atau lambat. Maafkan aku, namun tugas sebagai seorang prajurit tidak bisa kutinggalkan begitu saja, karena tugas-tugas kerajaan harus selalu didahulukan …," bisik Xyon pelan.


"Aku tidak peduli dengan apapun pekerjaanmu. Aku hanya ingin kau kembali kepadaku …," balas Hyerin.


Namun, wajah pria muda itu mendadak dipenuhi rasa takut, ia bahkan bergumam di dalam pikirannya, “Jika aku kembali ke sini suatu hari nanti, mungkin aku masih akan terlihat muda, namun bagaimana dengan istriku? Ia adalah manusia mortal yang tidak memiliki waktu selamanya. Aku …, aku sangat takut meninggalkannya di sini.”


Xyon kemudian memeluk istrinya tersebut dengan wajah yang sedikit menunjukkan kekhawatiran. Ia lalu mencium bibir istrinya itu, dan tentu saja Hyerin membalasnya. Mereka akhirnya menghabiskan malam tersebut dengan saling berbagi cinta, tanpa membicarakan hal lain selain indahnya perasaan yang sedang mereka rasakan saat itu. Namun, yang tidak dicurigai oleh pria muda tersebut adalah ... Hyerin bahkan sama sekali tidak terlalu terkejut mendengar bahwa Xyon adalah seorang makhluk immortal sejak awal.


Keesokan paginya, Xyon terbangun lebih dulu daripada Hyerin. Ia kemudian mengecup kening istrinya itu, dan bangkit berdiri, berjalan keluar dari kamarnya sambil menggendong sebuah tas punggung berukuran sedang.


Namun tiba-tiba saja Hyerin membuka matanya, lalu terduduk di atas ranjang dan berkata, "Jika kau kembali nanti, buatkanlah aku sebuah pesta pernikahan. Walaupun hanya sederhana, aku akan sangat menantikannya, sayang."


Xyon tiba-tiba menoleh ke belakang dan langsung berjalan cepat mendekati Hyerin, lalu mencium bibir istrinya itu sekali lagi, dengan penuh cinta. Setelah beberapa saat, ia kemudian melepaskan ciuman itu dan menatapnya dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku akan menitipkan kunci kamar ini kepadamu. Hyerin, aku sangat mencintaimu. Tunggulah aku, karena aku pasti akan kembali kepadamu jika ada kesempatan. Apapun yang akan terjadi kepadamu nanti, aku akan tetap mengakuimu sebagai istriku," bisik Xyon pelan.


"Xyon, aku …. Aku akan selalu menunggumu di sini. Ingatlah bahwa aku sangat mencintaimu," balas Hyerin sambil meneteskan air mata.


__ADS_2