Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Awal dari Perang


__ADS_3

"Kau … wajahmu, sangat mirip sekali dengan mendiang Yang Mulia Ratu Anexta dari Palladina, Keira," ujar Neriya dengan wajah yang penuh kecurigaan.


Klafina langsung memperhatikan wajah Keira baik-baik untuk beberapa saat, kemudian ia berkata, "Maafkan aku, Keira. Kami sebenarnya sedang kebingungan. Higarashi berkata bahwa ia bisa merasakan aura energi kosmik dari dalam dirimu, begitu juga dengan kami. Ini baru pertama kalinya kami bisa merasakan energi kosmik milik immortal lainnya. Sungguh aneh.”


Tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam ruang utama istana tersebut dan berjalan mendekati mereka sambil berkata, “Karena ia adalah seorang Crossbreed yang memiliki energi antimateri. Energi miliknya itu seperti magnet yang saling tarik-menarik di antara energi milik kita yang berasal dari materi.”


Mereka berempat langsung menoleh ke arah pria itu dengan wajah yang terlihat terkejut, dan pria tersebut kemudian berdiri di hadapan mereka serta membungkukkan badannya.


“Maafkan aku atas kelancanganku ini, Yang Mulia,” ujar pria itu.


“Ah, berdirilah, Perdana Menteri Xyon,” balas Neriya.


Pria tersebut, Xyon, lalu berdiri tegak, kemudian menatap lurus sang raja dari Halida itu.


“Gadis itu adalah Yang Mulia Putri Keira dari Palladina. Tepat sekali perkiraan Anda berdua, Yang Mulia,” ujar Xyon.


"Perdana Menteri Xyon, sebentar, apakah benar gadis ini adalah anak kandung dari mendiang Yang Mulia Ratu Anexta? Ia adalah seorang Crossbreed, kau bilang?" tanya Klafina.


“Anda benar, Yang Mulia. Aku memiliki surat wasiat yang ditinggalkan oleh mendiang Yang Mulia Ratu untuk Yang Mulia Putri,” jawab Xyon.


Ia kemudian meraih sebuah kertas kosmik dari dalam saku celananya dan benda tersebut langsung melayang di hadapan Neriya. Seorang wanita muncul di atas kertas kosmik itu dan mereka mulai memperhatikannya.


“Ah, rupanya kalian sudah menemukan anak perempuan ini. Baiklah. Aku, Yang Mulia Ratu Anexta dari Palladina, dengan ini menyatakan bahwa aku telah melahirkan seorang anak perempuan yang memiliki bola mata berwarna biru muda, dengan rambut yang berwarna biru tua, pada tanggal yang ditampilkan di dalam kertas kosmik ini, akibat hubunganku dengan seorang manusia mortal ketika aku sedang berada di Planet Bumi untuk memukul mundur para Silverian yang sedang mengacau di sana. Anak perempuan itu adalah seorang Crossbreed, yang kuberi nama Keira,” ucap wanita yang ada di dalam kertas kosmik itu.

__ADS_1


Dengan wajah yang terkejut, Neriya dan Klafina lalu menoleh ke arah Keira. Kertas kosmik tersebut kemudian jatuh dan Xyon langsung menangkapnya dan memasukkannya kembali ke dalam saku celana.


“Seorang Crossbreed, yang dikutuk oleh alam semesta,” bisik Klafina sambil melotot.


Xyon mengangguk.


"Yang Mulia, benar sekali. Gadis yang berdiri di hadapan kalian itu adalah seorang Crossbreed," jawabnya.


"Tidak mungkin, Perdana Menteri Xyon. Mendiang Yang Mulia Ratu Anexta dari Palladina tidak memberikan gelar putri mahkota kepadanya, ada apa ini?" tanya Neriya dengan wajah yang dilanda kebingungan.


"Karena Yang Mulia Putri Keira adalah seorang Crossbreed, Yang Mulia. Alam semesta mengutuknya,” jawab Xyon.


“Jika memang ia adalah seorang putri, mengapa tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang dirinya? Bahkan tidak ada pesta kelahiran sama sekali pada waktu itu. Aku sama sekali tidak menyangka, seperti ada yang ditutup-tutupi dari kelahirannya,” ucap Neriya lagi.


"Tentu saja, karena mendiang Yang Mulia Ratu Anexta sadar bahwa gadis itu adalah incaran dari para Silverian dan menyembunyikannya di Planet Bumi. Kebetulan saja ia bertemu dengan Yang Mulia Pangeran Mahkota Higarashi. Dengan demikian, mereka sudah dipastikan akan segera mengetahui keberadaan Yang Mulia Putri Keira setelah ini, dan perang antar planet tidak akan bisa lagi dihentikan," ujar Xyon dengan wajah yang sedikit kesal.


"Gadis ini, usianya masih sangat muda, namun beban yang dibawanya sudah begitu berat. Maafkan aku, namun, berapa usiamu sekarang?" tanyanya.


Keira lalu menjawab, "Yang Mulia, aku tahun ini seharusnya sudah berusia delapan belas tahun."


Klafina kemudian tersenyum, lalu menoleh ke arah Neriya dan berkata, "Sayang, anakmu ini beruntung sekali, bertemu dengan gadis yang tepat. Ini benar-benar di luar dugaan kita."


Seolah mengetahui apa yang dimaksud oleh istrinya, Neriya melotot, lalu membalas, "Oh, ya, kau benar, sayang, namun, jika Higarashi menikahinya dan para Silverian itu sudah mengetahui keberadannya, bukankah itu pertanda bahwa … perang akan dimulai kembali? Benar begitu, Perdana Menteri Xyon?"

__ADS_1


Ia lalu menoleh ke arah Xyon dan sang Perdana Menteri dari Palladina itu mengangguk.


"Aku sudah memperingatkan keduanya, namun keputusan mereka adalah di luar kemampuanku. Mereka berdua sudah dewasa, dan pasti sudah mengetahui konsekuensi atas keputusan yang akan mereka ambil ke depannya,” ucapnya.


Neriya kemudian menoleh ke arah Higarashi, dan dengan wajah yang sangat serius, ia bertanya, "Nak, kau … apakah kau benar-benar sudah siap dan yakin dengan keputusanmu ini? Memang benar di satu sisi, pernikahan kalian berdua adalah anugerah terbesar bagi kedua sekutu, Palladina dan Halida, namun juga di sisi lain, para Silverian itu akan mengincar dirimu, planet ini, dan gadis itu!”


Higarashi lalu menatap ayahnya dengan sorot mata yang tajam, dan menjawab, "Aku sudah siap untuk yang terbaik dan yang terburuk, Ayah. Lagi pula, hatiku sudah memilih. Jika aku menyerah sekarang, lantas apa gunanya sepuluh tahun memendam seluruh perasaan ini? Jika pernikahan ini akan mengikat Halida dan Palladina, bukankah Keira juga akan bertambah kuat?"


“Energi cinta yang begitu konyol. Lihat, mereka bahkan sudah tidak bisa lagi berpikir dengan logika,” gumam Xyon di dalam hatinya.


Klafina lalu memperhatikan Starlet yang terkalung di leher Keira, kemudian menepuk bahu Neriya, dan berbisik, "Sayang, aku rasa kita harus segera menikahkah nereka berdua, lihatlah itu.”


Neriya langsung menatap Starlet itu dengan wajah yang terkaget-kaget dan berseru, "Ah, rupanya para bintang sudah menyetujuinya terlebih dahulu, baiklah kalau begitu. Kali ini benar-benar tidak bisa mundur lagi, Higarashi. Kami berharap kalian berdua bisa menjadi awal dari perubahan yang lebih baik bagi galaksi ini!”


"Lalu kapan kalian akan merencanakan pernikahan itu, Yang Mulia?" tanya Xyon.


Sebelum Neriya bisa menjawab, Klafina langsung berkata, "Tiga hari dari sekarang, Perdana Menteri Xyon. Tiga hari dari sekarang, kami akan membuat pesta pertunangan terlebih dahulu, lalu satu minggu setelahnya, kami akan melangsungkan pernikahannya.”


Sang Raja dari Halida itu terkejut, lalu menatap istrinya dengan wajah yang terlihat panik.


“Apakah tidak terlalu cepat, sayang?” bisiknya pelan.


"Ehm, aku hanya ingin meminta tolong akan sesuatu sebelum itu, Yang Mulia," ujar Xyon kepada Klafina.

__ADS_1


"Katakanlah, Perdana Menteri Xyon," balas Klafina.


Sang Perdana Menteri dari Palladina itu kemudian menghela nafas panjang, lalu menatap Klafina dengan wajah yang serius.


__ADS_2