Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Victory Higarashi


__ADS_3

Ia kemudian mengangkat tangan kanannya ke depan dan sebuah pedang kosmik berwarna hitam pekat tiba-tiba muncul di dalam genggamannya. Pria bertopeng itu lalu melesat dengan cepat ke arah Higarashi, namun, Xyon melihat aksinya.


“Higarashi!!” teriak Perdana Menteri dari Palladina itu dari kejauhan.


Higarashi langsung menoleh ke arah pria bertopeng tersebut, dan langsung menghindar dari serangan mendadak itu.


“Sialan!” seru pria bertopeng tadi, lalu, ia menoleh ke arah pria muda tersebut setelah serangannya gagal.


“Jadi, kau memutuskan untuk menyerang? Baiklah!” seru Higarashi dengan senyum sinis.


Keduanya kemudian melesat ke arah satu sama lain. Higarashi dan pria bertopeng tersebut kini saling menyerang secara brutal, bahkan sesekali, mereka bergantian melukai lawannya. Sementara, Xyon terlihat sedang berusaha keras untuk memukul mundur prajurit-prajurit Silverian yang mendekati dan melukainya.


Namun, karena tahu bahwa ia tidak memiliki kekuatan yang setara dengan Higarashi, pria bertopeng itu tiba-tiba berhenti menyerang, lalu berteriak, "Prajurit! Bunuh mereka berdua secepatnya, sekarang!"


Beberapa prajurit Silverian langsung menoleh dan melesat ke arah Higarashi, lalu menyerangnya tanpa basa-basi. Sayangnya, Higarashi mulai terlihat lelah. Ia lantas menoleh sedikit ke arah Xyon sambil berusaha untuk menghindar dari serangan-serangan yang ditujukan kepadanya.


Ia juga memperhatikan bahwa Xyon pun sebenarnya sudah mulai kelelahan, bahkan, pria tua itu sesekali lengah, dan hampir saja tertusuk senjata kosmik dari seorang prajurit Silverian, namun, Higarashi yang melihatnya, langsung melesat dan berhenti di hadapan Perdana Menteri dari Palladina tersebut untuk melindunginya.


“Higarashi! Tidak perlu! Fokuslah untuk masuk ke dalam planet ini saja, biarkan aku di sini untuk menghalau mereka!” seru Xyon yang berada di belakangnya.


Raja dari Halida itu tidak mendengar seruan tersebut.


Sambil masih menyerang prajurit-prajurit Silverian itu, Higarashi bergumam, "Astaga, tidak ada habisnya! Bagaimana ini, sialan!!! Ah, Keira, apakah aku terlalu egois? Berpikir bahwa aku bisa menembus atmosfer planet gelap ini, hanya karena aku sudah memiliki energi cahaya?!"


Melihat Higarashi yang mulai lelah dan pikirannya mulai lengah, pria bertopeng itu kemudian bergumam, “Inilah saatnya! Matilah kau!”


Ia lalu dengan cepat melesat ke arah Raja dari Halida itu dan langsung menyerangnya.

__ADS_1


“Higarashi!!” teriak Xyon yang melihat aksi pria bertopeng tersebut, hingga Higarashi menoleh ke arah lawannya itu dengan mata yang melotot karena terkejut.


Ia berhasil menepis serangan tersebut, walaupun wajahnya terluka akibat sayatan pedang kosmik milik pria bertopeng itu yang lewat di hadapannya barusan. Higarashi lalu menatap lawannya sambil mengernyitkan dahinya.


Pria bertopeng itu memutar badannya dan menoleh ke arah Higarashi.


“Kau harus mati, dasar bodoh!” serunya.


Karena berpikir Higarashi sudah sangat lelah, pria bertopeng itu mulai menyerangnya lagi, namun kali ini, ia hendak membunuh Higarashi, bukan hanya melukainya. Pria bertopeng tersebut kemudian mengarahkan pedang kosmiknya tepat di mana jantung Higarashi berdetak.


"Higarashi! Pergilah!!" teriak Xyon yang berada di belakang Higarashi dengan wajah yang panik.


Kedua mata Higarashi melebar, menatap pria bertopeng yang hendak menusuknya dengan pedang kosmik berwarna hitam itu, namun, begitu lawannya tersebut melesat ke arahnya, kabut-kabut berwarna putih dan yang bercahaya sangat terang tiba-tiba menyelimuti seluruh tubuh Raja dari Halida tersebut.


“Apa?!” teriak pria bertopeng itu sambil berusaha menghentikan lajunya untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan Higarashi.


Xyon sendiri sangat terkejut melihat hal itu, hingga ia melotot ke arah Higarashi dan memperhatikannya, begitu juga dengan prajurit-prajurit Silverian yang mendadak berhenti menyerangnya hanya untuk melihat kejadian tersebut.


“Apa yang sedang terjadi?!” seru pria bertopeng tersebut, sambil sesekali membuka matanya, begitu juga dengan Xyon yang bergumam, “Ke mana Higarashi? Ada apa dengan dirinya?!”


Kabut-kabut putih yang menyelimuti tubuh Higarashi dan sangat menyilaukan mata tersebut kemudian perlahan menghilang, dan semua orang yang ada di sana kini kembali membuka mata-mata mereka. Raja dari Halida itu lalu muncul dengan perubahan fisik yang sangat … sangat mengejutkan Xyon dan pria bertopeng tadi, hingga keduanya melotot tajam ke arahnya.


"Kau … Higarashi? Apa yang sudah terjadi kepadamu?!” seru Xyon dengan wajah yang tampak terkejut, seolah tidak memercayai apa yang sedang dilihatnya.


"Raja bodoh itu?! Bukankah tadi ia menggenggam pedang kosmiknya? Ke mana benda itu sekarang?!" gumam pria bertopeng tersebut, juga dengan wajah yang penuh rasa kebingungan dan keringat dingin yang tiba-tiba mengalir hingga ke lehernya.


Higarashi telah berubah. Ia kini memiliki sepasang sayap besar berwarna putih keemasan, dengan jubah panjang berwarna merah. Kedua bola mata Higarashi juga berubah warna, yang awalnya merah terang kini berubah menjadi merah gelap. Ia lalu menatap Xyon dengan wajah yang serius, kemudian menoleh ke arah pria bertopeng itu dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


"Lawanlah aku jika kau mampu!" serunya dengan nada tinggi.


"Siapa … dirimu sebenarnya, Higarashi?!" tanya pria bertopeng itu dengan bibir yang gemetar.


Higarashi kemudian berteriak sambil membuka kedua telapak tangannya, "Dual Flame Swords!!"



Tiba-tiba, dua buah pedang kosmik panjang dengan ujung yang sangat tajam dan berwarna merah terang, serta berapi-api, muncul di dalam genggaman kedua tangannya. Higarashi kemudian mengangkat kedua senjata kosmik barunya tersebut ke depan, sambil mengernyitkan dahinya.


Pria bertopeng itu mulai terlihat ketakutan. Ia bahkan menelan ludahnya sendiri, walaupun masih memegang erat pedang kosmik hitam miliknya.


“Kau bukan Higarashi! Siapa dirimu?!” teriaknya dengan nada yang terdengar ketakutan.


Higarashi tersenyum sinis, lalu menurunkan kedua tangannya dan menatap tajam pria bertopeng tersebut.


“Aku bukan Higarashi yang kau kenal sebelumnya. Aku adalah Victory Higarashi!” serunya.


Xyon langsung tersadar akan sesuatu, kemudian ia menatap ke arah Higarashi dengan wajah yang serius, lalu berseru, “Televatia itu tidak akan bertahan lama, Higarashi! Keira meminjamkan energi antimaterinya kepadamu, dan inilah saat yang tepat untuk … menyelamatkannya!!!”


Higarashi tersenyum dan mengangguk. Tentu saja pria bertopeng itu sangat kesal karena mengetahui hal tersebut.


“Televatia? Apa yang sedang Crossbreed itu lakukan?! Sialan!! Prajurit, serang mereka berdua!!!! Bunuh saja mereka!!” teriaknya dengan rasa takut yang besar.


“Baik, Yang Mulia!” seru para prajurit Silverian.


Mereka lalu melesat dengan cepat ke arah Victory Higarashi, sambil mengarahkan pedang-pedang kosmiknya kepada Raja dari Halida itu.

__ADS_1


Victory Higarashi tentu saja tersenyum sinis, lalu berseru, “Majulah kalian semua!”


Ia kemudian menurunkan kedua tangannya dan mulai mengepakkan sayap-sayap besar miliknya dengan sangat cepat. Hembusan angin yang sangat kencang serta keras dari kepakan sayapnya tersebut membuat para prajurit Silverian yang berusaha mendekatinya, satu per satu mulai terhempas dari atmosfer planet gelap itu, ke segala arah.


__ADS_2