
"Tentu saja, kehadiranmu adalah malapetaka. Tidak mungkin kau bisa menghentikan perang di antara kalian semua dan para Silverian itu, walaupun kau adalah seorang Crossbreed sekali pun. Kecuali jika kau benar-benar ingin bunuh diri!" seru wanita tersebut, lagi.
Higarashi tampaknya sudah tidak bisa lagi menahan emosi.
“Pengawal! Bawa wanita itu keluar dari tempat ini! Aku tidak akan pernah mengizinkan keributan terjadi di seluruh rangkaian acara pesta pertunanganku!” teriaknya sambil menunjuk ke arah wanita tadi.
“Baik, Yang Mulia!” seru enam orang pengawal yang berada di empat sisi ruangan tersebut.
Wanita itu justru tertawa lebar, kemudian ia berseru, “Lihat saja, alam semesta juga akan mengutuk kalian semua! Hahahaha!”
Para pengawal langsung berlari ke arah wanita tersebut, mencengkram kedua lengannya, lalu membawanya keluar hingga ke halaman depan istana. Namun, rupanya Sey sudah mencurigai wanita itu sejak tadi.
“Wanita yang mencurigakan!” gumamnya pelan.
Begitu suasana semakin gaduh karena pengusiran wanita tersebut, ia mendadak berlari keluar dari ruang utama untuk mengikuti para pengawal yang membawa wanita misterius itu.
Weim yang tidak sengaja melihat aksi Sey barusan, langsung berseru, "Sey! Mau ke mana kau?! Hei!! Sey!”
Namun, Xyon berpikir mungkin Sey sedang ingin pergi ke toilet, sehingga ia tidak mencurigainya. Ia lalu kembali menoleh ke arah Keira dan Higarashi.
“Biarkan saja, mungkin Sey hanya penasaran dengan wanita itu,” ucap Xyon.
Keira yang masih berada di atas altar, mendadak berseru hingga semua tamu yang ada di sana kembali memperhatikannya, "Aku tidak bisa menjanjikan apapun kepada kalian, namun, izinkan aku untuk membuktikan bahwa kutukan itu hanyalah mitos semata. Kumohon, berikanlah aku kesempatan!”
__ADS_1
Ia lalu membungkukkan badannya di hadapan semua orang. Higarashi tampak terkejut dengan sikap tunangannya itu untuk sesaat, namun, ia kemudian juga ikut membungkukkan badannya di hadapan semua orang.
“Berikanlah … Yang Mulia Putri Keira sebuah kesempatan,” seru Higarashi.
Semua orang mendadak terdiam setelah melihat sikap dari keduanya. Pada awalnya memang seluruh tamu yang hadir, meributkan segala hal tentang Keira, namun, pada akhirnya, mereka menyetujuinya.
"Kami akan menunggu Anda, Yang Mulia. Buktikanlah bahwa kau bukanlah ancaman bagi alam semesta ini. Kesempatanmu hanya sekali. Bawalah kembali perdamaian bagi kami semua dengan kekuatan yang kau miliki, Yang Mulia Putri Keira dari Palladina," seru seorang pejabat tinggi dari Halida yang berada di tengah-tengah ruangan itu.
Keira kemudian berdiri tegak kembali bersama dengan Higarashi. Ia lalu tersenyum kepada pejabat tinggi tersebut.
"Baiklah, Tuan. Memang adalah tugasku sebagai seorang Crossbreed, adalah untuk menjaga perdamaian galaksi ini, bukan? Maka itu, aku berharap Planet Halida bisa meminjamkanku energi bintang dan dukungan dari kalian semua, untuk membantuku berperang melawan energi gelap milik para Silverian,” serunya.
Setelah mendengarkan ucapan tersebut, beberapa orang mulai berdiskusi dengan satu sama lainnya. Setelah hampir sepuluh menit berlalu, akhirnya para tamu yang hadir mengangguk kepada Keira, walaupun wajah mereka terlihat masih penuh dengan keraguan. Gadis berambut biru tua itu lalu tersenyum kepada mereka, lalu ia membungkukkan badannya sesaat dan kembali berdiri tegak.
“Terima kasih atas kesempatan yang sudah kalian berikan kepadaku. Aku … akan segera membuktikan kemampuanku!” seru Keira.
“Para tamu yang terhormat, Yang Mulia, Tuan dan Nyonya serta Nona-Nona sekalian, aku sangat berterima kasih atas kepercayaan dan restu yang kalian berikan kepada kedua anakku ini. Nah, bagaimana jika kita melanjutkan acara pertunangan ini dengan pesta?” serunya.
Suasana kembali riuh, namun kali ini, semua orang tersenyum. Pesta akhirnya dimulai kembali, dengan meriah, tanpa ada lagi yang protes dengan keputusan Higarashi. Para pelayan mulai menghidangkan makanan dan minuman, dan orang-orang mulai kembali sibuk bercengkrama.
Namun, di luar Planet Halida, wanita misterius yang baru saja diusir dari sana terlihat melesat tanpa mengubah dirinya menjadi bintang kecil, dengan kecepatan sedang, dan dengan senyum sinis di wajahnya. Entah ke mana tujuannya, namun, ia sama sekali tidak menyadari bahwa Sey sedang mengejarnya dari belakang.
"Hei, kau!!" teriak Sey yang juga tidak mengubah dirinya menjadi sebuah bintang, karena tidak ingin melesat dengan terlalu cepat.
__ADS_1
Wanita misterius itu kemudian menoleh ke belakang, dan langsung menghentikan lajunya. Ia lalu menatap ke arah Sey yang sedang melesat ke arahnya.
Sey menghentikan lajunya begitu ia sudah berada dekat dengan wanita misterius tersebut. Mereka berdua kini melayang-layang di luar angkasa, saling menatap satu sama lain dengan wajah yang serius.
"Jenderal Senior Sey," ucap wanita misterius tersebut.
Sey langsung melotot karena terkejut, kemudian bertanya, "Dari mana kau mengetahui namaku?! Siapakah dirimu?”
Wanita misterius itu tertawa kecil, lalu menjawab, "Siapa yang tidak mengenal keempat jenderal senior yang bertugas langsung di bawah Perdana Menteri Xyon? Ah, karena kau sudah berada di sini, apa ada yang bisa kubantu, Jenderal Senior?”
“Mengapa kau berusaha untuk mengacaukan pesta pertunangan Keira? Mengapa kau menjelek-jelekan gadis itu di hadapan semua orang? Apa tujuanmu yang sebenarnya, Nona?! Astaga, baiklah, aku akan langsung saja. Perkataanmu barusan bisa membuat perang yang lebih besar di antara Planet Palladina, Planet Halida, dan planet-planet lainnya! Kau juga sudah membuat Keira sedih karena seluruh perkataanmu itu sudah menjelekkan dirinya di hadapan semua orang! Lantas mengapa kau dengan sengaja memancing keributan? Apakah kau ingin semua orang membunuh Keira? Ini adalah tentang Galaksi Metal, Nona!” seru Sey dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk ke arah lawan bicaranya itu.
"Ah, demikian," ucap wanita misterius tersebut.
Tiba-tiba saja ia melepaskan penutup wajah yang dikenakannya, lalu kabut-kabut hitam mulai menyelimuti tubuhnya. Sey kembali melotot tajam ke arahnya, dengan wajah yang tampak sangat terkejut.
"Kau adalah seorang Silverian!! Sudah kuduga!” seru Sey.
Wanita itu kemudian tertawa sebentar, lalu ia berkata, "Aku … bukan seorang Silverian, dasar Jenderal Senior bodoh!!"
Ia kemudian mengangkat tangan kanannya, dan kabut-kabut hitam kini muncul dari dalam telapak tangannya. Kabut-kabut hitam itu langsung melesat ke arah Sey, lalu mencekik leher pria tersebut dengan sangat kencang.
“Ahhh!” seru Sey, sambil berusaha untuk memberontak dair kepungan kabut-kabut hitam tersebut.
__ADS_1
"Kalian hanya mengetahui Planet Silverian, padahal kalian adalah penjaga galaksi. Baiklah, begini, aku adalah seorang Blackerian, dan materi gelap adalah energi kosmik yang kumiliki. Apakah kau tidak pernah mendengar tentang Planet Blackerian, Jenderal Senior Sey? Ah, kalian tidak berpatroli sampai ujung galaksi, karena posisi kami yang berada tepat di balik sebuah lubang hitam raksasa. Nah, rasakanlah kekuatan dari materi gelap yang memenuhi alam semesta ini!!" seru wanita itu, dan kabut-kabut hitam tadi justru terlihat semakin pekat dan mencekik leher Sey dengan semakin kuat.
“Black … Blackerian?!” ucap Sey pelan karena nafasnya kini semakin sesak.