Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Perubahan yang Mengejutkan


__ADS_3

“Di mana Demira sekarang, Xyon?” tanya Aerim dengan wajah yang tampak serius.


"Seorang perawat berkata bahwa ia sudah dibunuh oleh pria Silverian yang menyamar sebagai salah satu pelayan pria di sini. Lalu, bukankah pria Silverian itu adalah dirimu, Aerim?" tanya Nordian sambil mengernyitkan dahinya.


Aerim lantas menoleh dan menatap ke arah Nordian sambil menghela nafas pendek.


“Aku? Kau menuduhku sebagai orang yang telah membunuh Demira? Jika kukatakan bahwa aku tidak pernah keluar dari Planet Silverian karena aku hanya berfokus pada Keira, apakah kau akan percaya?" tanyanya balik kepada Nordian.


"Lalu, siapa pria Silverian yang sudah membunuh kekasihmu, Aerim? Tidak mungkin orang itu tidak dekat denganmu. Ia bahkan mengetahui bahwa kekasihmu itu sedang berada di sini," ucap Weim dengan wajah yang penuh kecurigaan.


Aerim terdiam, seolah sedang berpikir keras, lalu setelah itu, ia bertanya kepada Nordian, “Apakah perawat itu memberitahukan ciri-ciri pria Silverian itu kepadamu?”


Nordian menggelengkan kepalanya. Aerim kembali terdiam sambil berpikir keras, dan setelah beberapa saat, ia tiba-tiba melotot karena teringat akan sesuatu.


“Dovrix? Apakah pria Silverian itu adalah Dovrix?” gumamnya sambil mengernyitkan dahi dalam-dalam.


Xyon langsung menatap tajam ke arah Aerim dan bertanya, "Dovrix?"


Aerim lantas menoleh ke arah Xyon dan membalas, “Ia adalah tangan kanan ayahku. Ketika ayahku sudah tiada dan aku naik tahta, Dovrix kemudian menjadi kepala dari pasukan-pasukanku. Karena aku selama ini berfokus hanya kepada Keira, aku memerintahkan Dovrix untuk membawa beberapa pasukan dan pergi dengan Silvir. Tugasnya hanyalah mencuri energi kosmik dan sumber daya bagi Planet Silverian, serta membawa penduduk dari planet lainnya untuk dijadikan sebagai budak kami.”


“Lalu, di mana Dovrix sekarang?” tanya Xyon lagi, kali ini, dengan wajah yang benar-benar serius.


“Yang kuingat hanyalah, ketika aku sedang bersama dengan Keira, Dovrix datang terlambat. Aku tidak tahu keberadaannya lagi setelah ledakan energi kosmik itu,” jawab Aerim.


“Jika ia adalah orang yang menyamar menjadi salah satu dari pelayan kami, maka hal itu tidak bisa diampuni! Ia sudah menantang Planet Palladina, Aerim! Seseorang dibunuh di dalam istana ini, dan pelakunya harus ditangkap dengan segera, atau nanti akan ada kabar miring tentang keamanan istana planet ini!!" seru Weim dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Karena Silvir dibuat dengan energi gelap, tentu saja pesawat itu musnah ketika ledakan energi itu terjadi. Aku sudah mencari Dovrix di dalam istana, namun sama sekali tidak menemukannya di mana pun," jawab Aerim lagi.


Wajah Xyon langsung menjadi gusar, ia bahkan menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepala sekali.


“Dovrix bisa jadi ancaman baru bagi kita. Mendiang Yang Mulia Ratu Anexta pernah menyebut namanya kepadaku,” ucap Perdana Menteri dari Palladina itu.


Mereka kemudian terdiam sesaat, kemudian, Xyon kembali berkata, "Aku akan membuat perhitungan dengan pria itu, Dovrix, nanti. Untuk sekarang, aku akan fokus pada masa berduka semesta selama empat puluh hari bagi Keira.”


Ia hendak berjalan masuk ke dalam istana, namun tiba-tiba Aerim berseru, "Xyon, tunggu!"


Xyon langsung menghentikan langkahnya lalu menatap Aerim dengan sorot mata yang tajam.


"Keira. Aku ingin menebus seluruh kesalahanku kepadanya. Ia sudah menghidupkan kembali Planet Silverian dengan memberikan energi antimateri miliknya," ucap Aerim sambil mengernyitkan dahi.


“Apa maksudmu dengan memberikan energi antimateri miliknya?” tanya Arex dengan wajah yang penuh kecurigaan.


“Aku hanya ingin memperlihatkan sesuatu kepadamu, Xyon! Lihatlah, pedang kosmik milikku ini seharusnya berwarna hitam, kau pasti sudah mengetahuinya, namun setelah ledakan energi kosmik yang luar biasa itu, benda ini lalu berubah warna, menjadi abu-abu!” seru Aerim dengan wajah yang serius.


“Apakah maksudmu, energi gelap yang ada di dalam Planet Silverian kini sudah menghilang?” tanya Weim.


Pedang kosmik tersebut kemudian menghilang, dan Aerim kembali menurunkan tangannya, lalu menatap Weim dengan sorot mata yang tajam.


“Keira … ya, energi antimateri itu mengubah seluruh energi gelap yang ada di dalam planet kami, menjadi … energi gravitasi!” jawab Aerim dengan nada tegas.


“Kau sudah gila, Aerim. Membuat energi gelap itu menguap dan berubah menjadi energi gravitasi adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Kau butuh lebih banyak antimateri untuk hal itu,” ucap Arex dengan wajah yang kesal.

__ADS_1


“Jadi,” balas Aerim sambil melotot ke arah Arex, “apakah kau kira, energi yang diledakkan oleh Keira itu adalah energi cahaya miliknya, Tuan Arex?”


Arex dan Weim langsung terdiam dengan wajah yang tampak terkejut, namun tidak dengan Xyon.


“Yang ia lakukan adalah … mengorbankan energi antimateri murni miliknya, Arex,” jawab Perdana Menteri dari Palladina itu dengan wajah yang datar.


Aerim lalu menoleh ke arah Xyon dan menatapnya dengan wajah yang serius, lalu berkata, “Xyon, aku ingin … melihat anak itu.”


Xyon terdiam untuk beberapa saat sambil memperhatikan wajah Aerim.


“Kau hanya bisa melihatnya saja, Aerim, namun anak itu akan tetap dirawat dan dibesarkan di dalam planet ini. Aku tidak ingin kejadian yang sama terjadi lagi pada anak itu. Aku masih merasa bersalah kepada ibu kandungmu, Ryena, karena terlambat mengambil dirimu dari tangan Flerix sesaat setelah kau lahir,” ucapnya.


"Aku akan membawanya bersamaku, Xyon. Aku akan merawatnya di dalam Planet Silverian. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Aku adalah aku yang berbeda sekarang, begitu juga dengan planetku," balas Aerim.


Xyon menggelengkan kepalanya sekali, lalu berkata, "Tidak. Kau harus membuktikan pada anak itu bahwa kau memang pantas untuk menjadi ayahnya, dan kau bukanlah kau yang dulu.”


“Keira sudah memberikan pelajaran yang berharga untukku. Ia juga sudah mengorbankan dirinya bagi planetku dengan tidak membunuh satu orang pun di sana, jadi, kau tidak perlu lagi mencurigaiku, Xyon,” ujar Aerim sambil sedikit mengernyitkan dahinya.


“Belum ada satu hari sejak perubahan itu, Aerim. Aku akan tetap pada ucapanku barusan,” balas Xyon.


Aerim kemudian menghela nafas pendek, kemudian ia berkata, "Izinkan aku untuk melihatnya. Hanya untuk melihatnya."


Xyon lalu menatap tajam ke arah Aerim, sambil berkata, "Weim dan Nordian. Kalian tolong antarkan Aerim kepada perawat tersebut. Jika ia membuat keributan di sana, kalian bebas melakukan apapun kepadanya.”


"Xyon! Apa kau sudah gila? Mengapa kau memercayai seorang Silverian secepat itu?! Astaga," seru Arex dengan wajah kesal, "karena dirinya, kita harus kehilangan Keira, Xyon! Pikirkanlah sekali lagi!"

__ADS_1


"Tidak. Keira sendirilah yang memutuskan hal itu, tanpa sepengetahuan siapa pun termasuk diriku. Nordian dan Weim akan mengawasinya. Lagi pula, aku tidak memiliki waktu untuk hal ini. Aku harus segera mempersiapkan masa berkabung, Arex," ucap Xyon, kemudian ia berjalan menuju ke ruang kerja pribadinya, tanpa berkata apapun lagi.


Arex lantas mengikutinya dari belakang, dengan wajah kesal, meninggalkan Weim, Nordian, dan Aerim di sana.


__ADS_2