Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Kesalahpahaman


__ADS_3

Sementara itu, Xyon yang berada di ujung jalan, terlihat sedang berjalan menuju ke rumah Keira, untuk menjenguk gadis berambut biru itu.


“Mengapa aku menjadi sangat memikirkan anak itu?” gumamnya.


Begitu ia tiba di sana, Xyon lalu berdiri di depan pintu, hendak mengetuknya. Namun, mendadak ia mendengar teriakan seorang gadis dari dalam rumah, "Kau sialan!"


Ia langsung mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu, kemudian mengernyitkan dahinya.


“Itu bukan suara Keira,” ucapnya di dalam hati.


Xyon kemudian mendekatkan telinganya ke pintu, untuk menguping karena penasaran apa yang sedang terjadi di dalam. Mendadak, Higarashi datang dan berjalan mendekatinya, sambil membawa sebuah bungkusan yang berisi makanan.


Sang Perdana Menteri dari Palladina itu langsung menoleh ke arah Higarashi dan menggelengkan kepalanya, memintanya untuk tidak bersuara, lalu mengajaknya untuk mendekat. Higarashi lalu menuruti permintaan Xyon, dan mereka berdua kini fokus menguping dari balik pintu rumah Keira.


Di dalam rumah, Keira ternyata baru saja ditampar oleh Chexy yang sedang dipenuhi amarah. Tamparan itu cukup keras hingga wajah gadis itu memerah dan ia langsung memegang wajahnya setelah Chexy menamparnya barusan, karena perih.


Mereka kembali menatap satu sama lain dengan wajah yang terlihat serius. Chexy kemudian mengeluarkan sebuah surat kosmik dari dalam tas tangannya, lalu melemparkan surat itu ke arah Keira hingga mengenai wajah gadis berambut biru tua tersebut.


Keira menatap sebentar ke arah surat kosmik itu. Ia langsung tahu apa isi surat tersebut, ketika ia melihat stempel Yang Mulia Raja Neriya dari Halida, yang tersemat di balik surat kosmik barusan. Ia lalu kembali menoleh ke arah Chexy dengan wajah yang terlihat serius.


"Kau! Kau sudah merebut pria yang seharusnya menjadi jodohku! Benar-benar kurang ajar! Seharusnya aku menggunting rambut biru tua itu dari kemarin!" teriak Chexy dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Maksudmu apa, Chexy? Katakan siapa dirimu yang sebenarnya, mengapa kau melakukan hal ini kepadaku?!" tanya Keira.


"Aku?! Seharusnya aku yang bertanya, kau itu siapa, Keira?! Kau itu hanya seorang Crossbreed yang tidak diakui bahkan oleh ibu kandungmu sendiri. Ia tidak memberikan gelar putri mahkota kepadamu, di dalam surat undangan itu saja, gelarmu hanyalah sebatas putri! Bahkan ibumu saja berusaha untuk menyembunyikanmu selama ini, mungkin karena ia malu, berhubungan dengan seorang manusia dan melahirkan seorang Crossbreed terkutuk seperti dirimu! Surat itu bahkan menjelaskan semuanya tentang dirimu, sungguh memalukan! Kau bahkan merebut Pangeran Mahkota Higarashi dariku! Ia seharusnya dijodohkan denganku bulan ini, sebelum ia menemukan dirimu! Dasar gadis sialan! Kau … tidak pernah pantas untuknya, dasar anak haram!" teriak Chexy dengan berapi-api sambil menunjuk ke arah Keira.


Karena ibu kandungnya baru saja disebut, Keira kemudian mendekati Chexy dengan wajah yang kesal, lalu bertanya dengan nada tinggi, "Kau ini, siapa sebenarnya dirimu? Mengapa kau tiba-tiba mengatakan bahwa aku sudah merebut Higarashi darimu?"


Chexy kemudian mengangkat kepalanya sedikit dan menjawab, "Aku? Dasar gadis bodoh, terlalu lama bersembunyi di dalam planet ini, sampai kau tidak tahu bahwa aku adalah putri bungsu dari kerajaan Diamona, dengan gelar Yang Mulia Putri Chexy dari Diamona! Pangeran Mahkota Higarashi sesungguhnya sudah dijodohkan denganku bulan lalu, dan bulan ini seharusnya kami sudah bertunangan!"


Namun, Chexy tanpa sengaja, melihat Starlet yang berwarna biru muda dan bersinar terang di leher Keira, lalu berkata sambil menunjuk ke arah benda tersebut, "Starlet itu seharusnya menjadi milikku!"


Ia tiba-tiba meraih dan menarik paksa kalung tersebut dari leher Keira, sehingga gadis berambut biru tua itu berusaha untuk melepaskan genggaman kedua tangan Chexy dari lehernya.


"Chexy, hentikan!" seru Keira.


"Chexy! Jika Higarashi tahu semua ini, ia tidak akan segan-segan untuk membencimu! Hentikan semua ini!" seru Keira lagi, namun tiba-tiba, Starlet itu putus dan terlepas dari lehernya, karena Chexy menariknya dengan sangat kuat.


Starlet itu kini tergeletak begitu saja di atas lantai. Chexy lalu tersenyum licik sambil menatap Starlet tersebut dengan wajah yang dipenuhi amarah, kemudian … ia mulai menginjak-injak benda itu dengan kasar.


Keira langsung berlutut sambil berusaha menyingkirkan kaki gadis berambut pirang itu, yang terus menerus menginjak Starlet miliknya dengan sangat kuat.


"Hentikan, Chexy, Hentikan!! Tidak ada gunanya kau seperti ini!" teriak Keira sambil menangis, namun Chexy justru tertawa terbahak-bahak, dan setelah ia melihat kalung itu sudah hancur menjadi serpihan-serpihan kecil.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Chexy lalu berhenti menginjak Starlet itu dan menyingkirkan kakinya.


Keira kemudian menatap Starlet miliknya yang kini sudah hancur, dengan wajah yang sendu.


“Tidak mungkin …,” gumamnya.


Chexy lalu berjalan mendekati pintu, sambil membuang wajahnya dan tersenyum licik, bahkan sesekali tertawa kecil.


Namun, sebelum ia membuka pintu, ia kemudian berkata dengan nada pelan, "Kau seharusnya tidak perlu hadir di antara diriku dan Pangeran Mahkota Higarashi. Atau mungkin, aku bisa saja menjadi selirnya, dan jika itu terjadi, maka aku akan merebut hatinya darimu, dan juga gelarmu nantinya! Kau sangat tidak pantas bersama Pangeran Mahkota, karena kau adalah seorang Crossbreed yang terkutuk, dan sejak awal pun, kau bahkan tidak dianggap anak oleh ibu kandungmu sendiri! Kau adalah pembaca bencana, Keira. Seorang yang haram sepertimu tidak pantas untuk menjadi Permaisuri dari Halida! Starlet itu sudah tidak berfungsi lagi, dan kau tidak bisa memintanya kepada bintang-bintang, karena kau akan dianggap gagal melindungi energi kosmik yang mereka berikan. Hahaha!”


Higarashi yang maish berada di luar, terlihat benar-benar marah. Ia hendak membuka pintu itu, namun Xyon menghentikannya.


"Cepat bersembunyi di samping rumah ini!" bisik Xyon, kemudian ia menarik lengan Higarashi, lalu membawanya menuju ke bagian samping rumah itu, dan mereka bersembunyi di sana sambil menatap ke arah pintu.


Chexy kemudian keluar dari rumah Keira, dengan senyum sumringah di wajahnya, lalu pergi berjalan meninggalkan rumah itu. Setelah gadis berambut pirang tersebut sudah tidak terlihat lagi, Higarashi dan Xyon dengan cepat masuk ke dalam rumah dan menemukan Keira yang sedang menangis sambil berusaha menyatukan kembali serpihan-serpihan Starlet miliknya.


Karena kesal, Higarashi kemudian membungkuk dan meletakkan bungkusan yang dibawanya di atas lantai, lalu mengambil seluruh serpihan-serpihan Starlet milik Keira yang sudah hancur itu, dan keluar dari rumah tanpa berkata apa-apa.


Keira langsung menoleh ke arah Higarashi dan berteriak, “Tunggu!”


Namun, pria itu langsung berubah menjadi sebuah bintang dan melesat keluar angkasa, meninggalkan Xyon dan Keira berdua di sana. Gadis itu terkejut dengan aksi cepat dari Higarashi barusan, kemudian ia menatap Xyon dengan mata yang memerah.

__ADS_1


"Paman Xyon, kalian mendengarkan kami dari tadi, bukan? Kumohon, aku tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kerajaan Halida dan Diamona. Aku tidak tahu bahwa Chexy adalah Putri dari Diamona. Paman, aku akan menyusul Higarashi," ucap Keira, namun, Xyon menghalanginya.


__ADS_2