Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian
Viora yang Lain


__ADS_3

Wanita berambut hitam itu kemudian tertawa sebentar, lalu kembali menatap Higarashi dengan senyum kecil.


"Higarashi kau harus mengetahui sesuatu, bahwa tidak semua wanita menginginkan gelar permaisuri, karena tugas yang sangat berat. Seorang raja mungkin hanya akan mengurus pemerintahan, namun yang kau tidak tahu adalah, permaisuri adalah wanita yang mengatur semua orang yang bekerja di dalam istana. Sebuah beban yang sangat berat, Higarashi," ucap Viora sambil meraih cangkirnya sendiri, lalu setelah itu, ia meminum habis teh yang ada di dalamnya dan meletakkannya kembali di atas meja.


Higarashi terdiam. Ia hanya menatap ke arah cangkir berisi teh yang ada di hadapannya dengan wajah yang sendu dan sorot mata yang kosong. Viora kemudian menghela nafas pendek setelah ia melihat kesedihan di wajah Raja dari Halida itu.


"Begini, Higarashi, tidak mungkin ada wanita lain yang bisa menjadi permaisuri untukmu, selama Keira masih hidup," bisik Viora pelan, lalu ia meraih tangan kanan Higarashi dan menggenggamnya.


Higarashi langsung menoleh ke arahnya, lalu sambil mengernyitkan dahi, ia berkata, "Keira … sudah tidak ada, Viora. Ia tewas bersama dengan ledakan energi kosmik itu."


Ia kemudian menarik tangan kanannya hingga Viora melepaskan genggaman tersebut, lalu, Raja dari Halida itu merogoh saku celana kanan dan mengeluarkan sebuah Starlet dari dalamnya.


“Starlet ini …,” gumamnya sambil menatap benda tersebut dengan bola mata yang berkaca-kaca.


Viora tersenyum lagi, lalu ia berucap, "Ah, Starlet itu milik istrimu, bukan?"


Higarashi tidak menjawab. Ia masih menatap Starlet itu dengan wajah sendu.


"Bagaimana jika kau kembali terlebih dahulu?" tanya Viora setelah melihat sikap Raja dari Halida itu.


"Planet Halida baru saja selesai berduka, dan istana sudah kembali terbuka, namun aku tidak ingin kembali ke sana untuk beberapa hari ini karena kenangan bersama dengannya sungguh menyakitkan hatiku," balas Higarashi tanpa menoleh.

__ADS_1


"Higarashi," ucap Viora, kemudian dengan tangan kanannya, ia mendorong cangkir milik Higarashi agar lebih dekat dengan pria muda tersebut, lalu melanjutkan, "Keira tidak tewas. Ia hanya terlempar jauh ke ruang hampa udara setelah ledakan energi kosmik yang luar biasa itu. Lagi pula, alam semesta mengutuknya. Tidak mungkin ia mati dengan cepat semudah itu.”


Higarashi tersenyum kecil, lalu ia menoleh dan menatap ke arah Viora dengan wajah yang serius.


“Tidak mungkin, Viora. Ledakan energi kosmik itu sangat luar biasa, hingga Planet Silverian kembali berputar pada porosnya, dan terdorong hingga ke posisi ketiga dari Tata Surya Goldinian! Kami bahkan tidak bisa menemukan tubuhnya! Apakah kau tahu, bahwa hal itu sangat menyakitkan!” ucapnya dengan nada yang agak tinggi.


Viora lalu membalas dengan wajah yang serius, "Keira adalah makhluk mortal, Higarashi. Ia bukan makhluk immortal seperti kita walaupun ia adalah seorang Crossbreed. Tubuhnya tidak akan pernah menjadi debu halus, seperti yang terjadi pada kita.”


Higarashi langsung melotot setelah mendengarkan hal itu.


"Itu berarti seharusnya kau bisa menemukan tubuhnya, apabila ia benar-benar sudah tewas, sayang. Kemungkinan besar, ia hanya akan melayang-layang di ruang hampa udara, tanpa tujuan," ucap Viora lagi.


Higarashi terdiam sesaat, lalu, seolah seperti baru saja tersadar akan sesuatu, ia kemudian berkata, "Aku … benar-benar lupa bahwa Keira adalah makhluk mortal, Viora.”


Higarashi kemudian berdiri dari kursinya, lalu menatap Viora dengan senyum sambil berkata, "Terima kasih sudah mengingatkanku, Viora! Aku akan segera kembali secepatnya!"


Ia lalu berjalan keluar dari restoran itu, kemudian langsung mengubah dirinya menjadi sebuah bintang kecil, kemudian melesat ke luar angkasa. Viora yang masih duduk di atas kursinya, lantas tersenyum sinis sambil meraih dan menggenggam cangkir yang berisi teh milik Higarashi, yang tidak diminum sama sekali oleh pria muda itu.


Ia langsung meminum habis isi dari cangkir tersebut, kemudian kembali meletakkannya di atas meja dan tertawa kecil sebentar. Seorang pria yang memakai kemeja, jubah, dan celana hitam dengan rambut yang berwarna sama dan bola mata ungu tua, tiba-tiba keluar dari dalam dapur, lalu berjalan mendekati Viora.


"Nyonya, mengapa kau memberitahukan kepadanya tentang perempuan Crossbreed itu?” ucap pria tersebut sambil berlutut di belakang wanita berambut hitam itu.

__ADS_1


Viora kemudian berkata tanpa menoleh ke belakang, "Kau adalah pengkhianat besar, Dovrix. Bisa-bisanya kau melarikan diri begitu kau mengetahui bahwa perempuan Crossbreed itu telah memberikan energi antimateri miliknya untuk planet kelahiranmu. Bukankah seharusnya kau berterima kasih kepada Keira? Maka dari itu aku memberitahukannya, agar kau bisa bertemu lagi dengan perempuan itu."


"Aku tidak menginginkan Planet Silverian lagi, Nyonya," balas pria itu, yang rupanya adalah Dovrix, sambil mengernyitkan dahinya.


"Lalu, mengapa kau datang kepadaku, Dovrix?" tanya Viora dengan wajah yang serius sambil menatap ke depan.


"Aku hanya ingin membalaskan dendam kepada Xyon atas ulahnya kepada keluargaku,” jawab Dovrix, "dan kini energi gelap yang ada di sana sudah menghilang akibat ulah perempuan Crossbreed itu. Aku sudah tidak lagi memiliki senjata kosmik untuk bertarung, begitu juga dengan Silvir.”


Viora langsung tertawa kecil sesaat, setelah mendengar jawaban tersebut, lalu ia bertanya lagi, "Bertarung?"


"Aku masih ingin membalaskan dendamku kepada mereka yang sudah mengeksekusi adikku pada waktu itu!” seru Dovrix dengan nada tinggi.


Viora kemudian berdiri dari kursinya, lalu berjalan ke belakang, mendekati Dovrix, dan berdiri di hadapannya sambil bertanya, "Jika energi gelap itu sudah menghilang, lantas mengapa kau masih berada di sini? Bukankah kau seharusnya tidur dengan nyaman di sana? Planet Silverian sudah berubah, bukan?"


Dovrix tiba-tiba menundukkan kepalanya, lalu berseru, "Nyonya! Aku hanya setia kepadamu selama ini! Sejak bertemu denganmu, aku hanya menjalankan perintahmu, berpura-pura untuk menjadikan Flerix sebagai Raja dari Silverian dan setia kepadanya, bahkan aku juga melakukan hal yang sama kepada Aerim!"


"Lalu mengapa kau membunuh Demira?!" tanya Viora dengan nada tinggi dan wajah yang kesal.


Dovrix menghela nafas panjang, kemudian ia menjawab, "Perempuan Crossbreed sialan itu sudah mengacaukan rencana Anda, Nyonya. Aku juga tidak ingin lagi berpura-pura setia kepada keturunan dari Aerim. Jika aku terus menerus melakukan hal itu kepada mereka, sampai kapan aku bisa membunuh Perdana Menteri sialan itu dengan kedua tanganku sendiri?! Bahkan, energi gelap itu musnah akibat kebodohan Raja dari Silverian itu, Nyonya! Aku mohon, izinkan aku kembali kepadamu!!"


Viora terdiam sebentar, lalu ia tersenyum sinis dan membalas, "Ah, aku lupa bahwa adikmu adalah seorang Silverian. Planet itu menjadi gelap akibat ulah Xyon, namun, bukankah kini Planet Silverian sudah kembali seperti semula? Lantas mengapa kau masih juga berani menemuiku?! Kau pikir aku akan percaya ucapanmu, setelah aku sendiri yang melihatmu sudah membunuh Demira?!"

__ADS_1


"Izinkan aku untuk membuktikannya kepadamu, Nyonya Meteorix dari Blackerian! Pinjamkan aku materi gelap, agar aku bisa memiliki kekuatan kosmik untuk membunuh Xyon dan mereka semua, termasuk perempuan Crossbreed itu!!" seru Dovrix dengan wajah yang penuh dengan amarah.


__ADS_2