MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 99


__ADS_3

"Yu Quanxing! Waktu itu kau mengusirku dari Sanhentang, sekarang kau memintaku untuk membantumu melawannya, kau benar-benar sampah!" Seru Tuan Yi dari Keluarga Zhuge.


Dengan wajah memelas Yu Quanxing menangkupkan kedua tangannya untuk meminta maaf pada Tuan Yi.


"Tuan Yi! Waktu itu, aku tidak mengerti apa-apa, Anda orang yang murah hati, mohon ampuni aku!"


Lalu dari layar monitor itu, Yu Quanxing diberi perintah oleh Tuan Yi untuk mengumumkan kedatangannya di Pulau Selatan.


"Yu Quanxing! Segera umumkan ke media bahwa Keluarga Zhuge akan menggabungkan seluruh pasukan yang ada di Pulau Selatan!"


"Suruh semua reporter menungguku di Pulau Selatan, lihat saja bagaimana aku akan membunuh Qinli! Hahaha!"


Sementara itu di kamar Qinli dan Jiangjun.


Saat ini, Qinli sedang mengobati luka Wei Nuannuan. Ia mengobati luka sayatan pisau di pipi sebelah kanan milik Wei Nuannuan.


"Tenang, ini adalah obat salep yang aku kembangkan sendiri, pasti tidak akan meninggalkan bekas luka," ucap Qinli sambil mengoleskan obatnya.


Pandangan Wei Nuannuan tampak kosong, seperti ada beban berat dalam pikirannya saat ini.


"Aku hanya khawatir ...."


Wei Nuannuan segera bangkit dari atas kasur lalu membungkuk ke arah Qinli.


"Kak Qin, ini salah kakakku, dia seharusnya tidak memperlakukanmu seperti itu, aku mewakilinya untuk meminta maaf padamu!"


"Namun, dia adalah kakak kandungku, dari kecil dia selalu menyayangiku, memanjakanku. Setiap kali aku melakukan kesalahan, dia yang selalu menggantikan aku menerima hukuman ...."


Dengan wajah berurai air mata, Wei Nuannuan memohon bantuan Qinli.


"Kak Qin, bisakah kau membantuku menyelamatkannya?"


Qinli mengusap kepala Wei Nuannuan dengan penuh kasih sayang seperti sikap seorang kakak terhadap adik perempuannya.


"Gadis bodoh, tentu saja aku akan membantumu," ucap Qinli.


"Terima kasih, Kak Qin!" seru Wei Nuannuan sangat bahagia.


"Sudah larut malam, pergilah istirahat!" titah Qinli.


Setelah Wei Nuannuan pergi ke kamarnya, Qinli menelpon seseorang.


"Pemimpin Keluarga Liu, terima kasih sudah membantuku melindungi Qingyin selama beberapa hari ini, urusanku di sini sudah selesai, besok aku akan kembali ke Shangjing. Tapi masih ada satu lagi hal yang ingin aku minta bantuan darimu."


"Apakah kau ingin membantu gadis imutmu itu untuk menyelidiki kondisi keluarganya yang sekarang?" tanya Nona Liu.


"Ehem! Aku hanya ingin membantunya, Kak Liu tidak boleh asal bicara, ya!"


"Ternyata begitu, tenang saja, aku sudah mengirim orang untuk menyelidikinya. Keluarga Wei sekarang telah menjadi benteng Keluarga Zhuge, Wei Kaiyuan masih belum mati, dia dikurung di dalam paviliun rahasia."

__ADS_1


"Kelihatannya jika tidak menghabisi Keluarga Zhuge, tidak akan bisa menyelamatkan Wei Kaiyuan, tunggu setelah aku kembali ke Shangjing kita pikirkan cara lagi," ucap Qinli.


"Keluarga Zhuge tidak akan menunggu kita, coba kau nyalakan televisi dan lihat beritanya," perintah Nona Liu.


Lalu Qinli segera menyalakan televisi sesuai permintaan Nona Liu.


...BERITA PULAU SELATAN....


...🔥**NEWS🔥 ...


...Keluarga Zhuge akan mengadakan kompetisi bela diri besok. Tujuannya untuk menggabungkan seluruh pasukan di Pulau Selatan**....


Qinli tampak memperhatikan berita malam itu. Sambungan telepon dengan Pemimpin Keluarga Liu juga sudah terputus.


"Aku masih belum meminta mereka membayar apa yang telah mereka lakukan pada Qingyin, mereka malah datang dengan sendirinya!"


.


.


🍃Keesokan harinya.


Qinli mendatangi Pemimpin Sekte Xuan. Ketiganya berjalan beriringan menuju arena pertandingan seni bela diri.


"Apakah Tuan Qin tahu informasi mengenai Keluarga Zhuge?" tanya Pemimpin Sekte Xuan.


"Tidak banyak, hanya pernah mendengar bahwa Keluarga Zhuge tersembunyi ini punya banyak sekali prajurit master dan tidak boleh meremehkan kekuatan mereka ...."


"Di luar kelihatan lemah, tapi tidak disangka dia wanita yang kuat," batin Qinli.


Saat mereka datang, mereka langsung disambut oleh pembawa acara di sana.


"Tetua Xia dari Sekte Xuan dan Tuan Qin dari Geng Serigala Langit telah datang! Seharusnya kali ini Pulau Selatan bisa mengalahkan Keluarga Zhuge!" teriaknya.


Sementara itu dibarisan penonton, banyak diantara mereka yang membicarakan kedatangan mereka.


"Jangan bermimpi! Mereka adalah Keluarga Tersembunyi, tidak ada satu pun di Pulau Selatan yang bisa menandinginya, lebih baik kita segera mengalah saja!" ucap salah seorang lelaki di bangku penonton.


"Xia Yufei sama sekali bukan tandingannya! tunggu dan lihat saja dia akan dipukuli sampai bertekuk lutut meminta ampun!" seru lelaki yang lainnya.


Lalu dari arah atas, muncul salah seorang petarung dari Keluarga Zhuge. Energinya bisa dirasakan oleh Qinli secara langsung.


...SYUH!...


Kini Tetua Keluarga Zhuge, Zhuge Yi telah berdiri di tengah arena pertandingan sambil mengumumkan sesuatu.


"Semuanya! Ada kabar baik untuk kalian, hanya aku seorang dari Keluarga Zhuge yang datang kemari!"


"Tapi kabar buruknya adalah aku seorang cukup untuk menghabisi kalian!" ucapnya sombong.

__ADS_1


Tetua Xia tampak terkejut ketika mendapati kedatangan Tetua Zhuge Yi yang datang kesana.


"Kenapa malah ... dia?" ucapnya terkejut.


Qinli yang berada dibelakang Tetua Xia segera bertanya kenapa Tetua Xia begitu terkejut akan hal itu.


"Itu masalah sepuluh tahun yang lalu ...."


Tetua Xia mulai menceritakan sejarah masa lalu Zhuge Yi.


"Dia aslinya bukan marga Zhuge, nama dia adalah Wu Yifan, murid Sekte Sanhetang, satu klan dengan Wu Tianshi."


"Dia sering memberikan perhatian yang lebih padaku dan itu sangat menggangguku."


Saat itu Wu Yifan membawakan satu buket bunga dan memberikannya padaku, tapi aku menolaknya.


"Aku tidak punya perasaan apa-apa padamu, kelak jangan memberiku hadiah apa pun lagi!" seru Nona Xia sewaktu muda.


Sampai suatu hari ....


Badai besar datang menghantam Pulau Selatan. Kilat dan petir menyambar di mana-mana. Langit sangatlah kelam.


Saat itu aku sedang berendam di kamarku.


"Dia membalaskan dendam padaku setelah aku tolak berkali-kali!"


Dia secara sembunyi mengambil fotoku saat mandi. Aku segera menyambar handuk lalu menghajarnya.


"Untungnya, aku cepat menyadarinya dan menghentikannya."


Aku menginjak ponsel miliknya sampai hancur.


"Kali ini, aku hanya melumpuhkan kultivasimu, tapi jika kau melakukannya lagi, aku akan membunuhmu!" ucap Nona Xia waktu itu.


Dia terluka berat karena pukulanku. Lalu, aku dengar kalau dia dikeluarkan dari Sekte Sanhetang, dan sejak saat itu, tidak pernah mendengar kabarnya lagi.


Di tengah guyuran air hujan yang lebat dia meminta ampun pada Yu Quanxing. Tapi ia malah mengusirnya.


"Ketua, jangan usir aku, aku ...." ucapnya saat itu.


Lalu Wu Tianshi muncul dari dalam dan menampar wajah Wu Yifan. Sedangkan Tetua Sekte Sanhetang sama sekali tak memberinya kesempatan.


"Sekte Sanhetang tidak butuh orang cacat sepertimu," gertaknya sambil menampar wajah Wu Yifan dengan sangat keras.


Ia pun terkapar dan pingsan di tengah guyuran air hujan itu. Tak ada yang menolongnya saat itu.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2