MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 228


__ADS_3

Setelah cukup puas menyiksa Qinli dengan kekuatan spiritual miliknya, salah satu utusan prajurit dari Keluarga Lei itu benar-benar tidak manusiawi. Setelah Qinli tidak berdaya, maka tubuhnya langsung diceburkan ke dalam sumber mata air hidup dan mati.


...SPLASH...


"Oh, kekuatan jiwa yang begitu luar biasa, tidak disangka masih bisa mendapatkan durian runtuh."


Saat berada di dalam air, tubuh Qinli bisa merasakan jika pemulihan di dalam dirinya semakin berkembang cepat.


"Mata air ini dalam sekejab bisa meningkatkan kekuatanku ke Alam Hidup dan Mati! Tapi kenapa aku tidak bisa mengontrol kekuatan spiritualku?" tanya Qinli di dalam hatinya saat tersadar di dalam kedalaman Sumber Mata Air Hidup dan Mati.


Qinli benar-benar merasakan jika dirinya tidak baik-baik saja saat ini. Bahkan mata air itu sepertinya membuat tubuhnya semakin bertransformasi menjasi sosok yang lebih kuat.


"Ada yang aneh! Tubuhku ditransformasi oleh mata air ini!"


Semakin lama kesadaran Qinli semakin berkurang.


"Aku masih belum boleh mati!"


Namun, beberapa saat setelahnya memang benar jika Qinli semakin tenggelam. Akan tetapi kekuatan yang menyelimuti tubuh Qinli kian bertamb bertambah banyak. Bahkan sapu lidi milik Qinli ikut bercahaya di sana.


Meskipun terlepas dari tangan Qinli, rupanya benda itu tetap terkoneksi dengan baik. Qinli memang masih menutup mata, sementara sapu lidi milik Qinli telah berubah menjadi sebilah pedang bercahaya biru muda.


Tidak berselang lama, ternyata tubuh Qinli bersama pedang berwarna biru muda itu kini telah terangkat ke atas. Air yang berada di sisinya pun ikut bersamanya naik ke atas. Tentu saja utusan dari Keluarga Lei murka akan hal itu dan justru memilih jalan lain untuk membunuh Qinli.


"Bagaimana mungkin bocah itu belum mati?"

__ADS_1


Setelah ia melumpuhkan Nona Ling'Er, utusan Keluarga Lei justru menggunakan kekuatannya untuk menyerang Qinli yang masih belum siuman.


"Kalau dengan cara ini tidak bisa mati, maka aku sendiri yang akan membunuhmu!"


"KEKUATAN GUNTUR MEMATIKAN!" teriak utusan Keluarga Lei.


Bukannya terkena serangannya, justru pedang milik Qinli menangkis serangan itu dengan kekuatan spiritualnya sendiri. Hal itu tentu saja membuat urusan Keluarga Lei terkejut.


"Ju-jurus pedang macam apa itu?" ucapnya dengan kedua mata membelalak.


Utusan Keluarga Lei tampak mengepalkan tangannya.


"Bagaimana bisa seorang kulitivator sampah mahir jurus pedang ini?"


Ketiga orang yang semula membantu Qinli dan Nona Ling'Er sampai ke tempat mata air hidup dan mati sudah berhasil menyelamatkan dirinya. Kini mereka bertiga saling berbicara satu sama lain.


"Ya, orang itu seharusnya adalah Qinli, Tetua Sekte Bumi ...."


Rupanya saat ketiganya asyik mengobrol, ada satu utusan Keluarga Lei yang bersembunyi.


"Dia adalah tetua sekte dari Sekte Bumi? Kelihatannya kalian tahu banyak, bisakah kalian menceritakan tentang dirinya kepadaku?" tanya seseorang yang bersembunyi di balik pohon.


"Si ... siapa itu?" ucap mereka bertiga secara bersamaan.


"Kau! Kau ...."

__ADS_1


Ketiga prajurit itu sangat terkejut saat utusan dari Keluarga Lei menyerangnya secara tiba-tiba. Terlihat dari sana, jika ia tersenyum menyeringai.


"Aku ingin meminta bantuan kalian bertiga!" ucap utusan dari Keluarga Lei sambil bersedekap dada.


Tangannya terlihat mengepal penuh amarah. Dari tangannya itu muncul kekuatan spiritual yang sangat besar.


"Bantu aku sebarkan berita bahwa Qinli dari Sekte Bumi telah mendapatkan satu kolam penuh mata air hidup dan mati!"


ZZTT ... ZZTT ....


"Kalau kalian tidak takut mati, kalian boleh menolak permintaanku!" ucapnya sambil memainkan jarinya yang mengeluarkan aliran listrik.


"Ba-baik!" ucap mereka serempak.


Tentu saja mereka ketakutan karena kekuatan mereka berada jauh di bawah kekuatan utusan dari Keluarga Lei tersebut.


"Aku ingin lihat apakah Qinli mampu menahan serangan dari begitu banyak orang!"


Saat ini Qinli masih berada di alam bawah sadar. Kedua matanya membuka perlahan. Akan tetapi dunianya masih terasa sangat gelap.


"Apa aku sudah mati ... atau ...."


Kedua matanya terbelalak ketika ia mendapati bahwa rupanya, pedang berwarna biru muda di hadapannya ia pernah melihatnya.


"Bukankah ini adalah pedang yang menghentikan kehancuran bumi?"

__ADS_1


"Kenapa bisa berada di hadapanku?"


__ADS_2