MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 257


__ADS_3

Setelah mendengar kabar jika Qinli selamat dari Gua Terlarang sampai ke telinga Lembah Dewa Yin, membuat mereka mengutus beberapa prajurit untuk menyerang Dewa Lembah Obat.


Mereka mengirimkan beberapa prajurit dan langsung menemui Ayah Ling'Er. Sementara yang lainnya belum sempat bersiaga.


"Ada barang apa di Lembah Dewa Obat yang membuat kalian menginginkannya?" tanya Tetua Lin, Tetua Lembah Dewa Obat.


"Jangan pura-pura bodoh, barang tersebut ada di tangan Tetua Qin!" teriak mereka.


"Warisan Lembah Dewa Obat adalah fondasi lembah Dewa Obat! Kami tidak akan menyerahkannya pada kalian!" teriak Tetua Kedua Lembah Dewa Obat.


"Oh? Lembah Dewa Obat tetap teguh pada pendirian, ya? Kalau begitu Tetua Kedua akan menjadi korban pertama!"


Rupanya Tetua Kedua sudah disekap oleh mereka dan siap untuk di eksekusi. Akan tetapi setelah itu ada yang ikut bersuara di bawah sana.


"Oh, ya? Aku tidak setuju!"


Rupanya Qinli ikut berkomentar. Bukan hanya itu saja, tetapi bahkan ia siap melahap para prajurit itu jika terus saja berkilah.


"Pembatas tungku api, ya? Tetua Lin tidak takut menyakiti Tetua Kedua juga?" tanya salah satu prajurit.

__ADS_1


"Bagaimana dengan sekarang?" ucap Qinli yang ternyata sudah selesai menghajar beberapa prajurit dari Lembah Dewa Yin.


Tentu saja prajurit yang berada di depan terkejut dengan aksi Qinli yang tiba-tiba itu. Namun, respon lain diperlihatkan olehnya, dia tertawa terpingkal-pingkal kali itu.


"Ha ha ha, bagus! Tapi, coba kalian pikir kenapa aku berani membiarkan Tetua Kedua muncul di hadapan kalian?"


"Jangan banyak omong!"


Prajurit itu lalu mencoba mengalihkan perhatian Qinli dengan menyelimuti tubuhnya dengan api abadi dan membuat Qinli bisa melihat keberadaan Tetua Kedua yang sebenarnya.


'Ini api Tetua Lin,' gumam Qinli.


Ayah Ling'Er segera menghampiri kakak keduanya. Ia pun sama terkejutnya dengan Qinli.


"Ha ha ha ha ...."


Terdengar suara dari prajurit tersebut. Seolah ia menertawakan apa yang sedang terjadi di sana.


'Tetua Lin menyerang dengan level ini, tapi dia tidak terluka sama sekali,' ucap Qinli dalam hati.

__ADS_1


"Kelihatanya kalian kaget sekali?" tanya prajurit tersebut.


Lalu ia pun menunjukkan seberapa besar kekuatannya. "Kekuatan atributku tidak hanya merubah penampilan, tapi juga bisa mentransfer cedera yang aku alami ke tubuh orang tersebut!"


"Artinya kalau aku berubah menjadi Tetua Kedua ...."


"Semua serangan kalian pada akhirnya akan mengenai tubuh Tetua Kedua."


Mendengar hal itu tentu saja Tetua Lin marah besar. "Sialan! Ternyata ada kekuatan atribut seperti ini! Apa kita benar-benar akan mengorbankan kakak kedua?"


Sementara itu Qinli masih berpikir lebih dalam, 'Tidak tahu, apakah api melahapku bisa menahan kekuatan semacam ini atau tidak ....'


"Tetua Lin, bawa Tetua Kedua menjauh dulu untuk menstabilkan lukanya, aku akan mencoba mematahkan kekuatannya ...."


Kini Qinli mulai berdiri di depan Tuan Lin sebagai tameng. Beruntung Tetua Lin setuju, "Kalau begitu, kuserahkan padamu ...."


Akan tetapi Qinli tidak bersikap gegabah. Ia masih berpikir matang-matang dalam bertindak.


'Kalau gegabah dalam menyerang, takutnya tubuh Tetua Kedua tidak bisa menahannya. Biar aku coba dulu ....'

__ADS_1


Dengan menggunakan bantuan pedang Shitian, Qinli mulai mencoba mengarahkan serangannya pada prajurit dari Lembah Dewa Yin. Prajurit tersebut menyadarinya dan menoleh.


"Tetua Sekte Sampah sepertimu juga mau cari mati?"


__ADS_2