
"Mataku! Mataku!" Seru kedua prajurit tadi sambil kesakitan.
Kedua prajurit tersebut langsung terjatuh di hadapan Wei Nuannuan sesaat setelah kedua mata mereka terkena obat yang di semprotkan oleh nona besar mereka. Mereka terlihat berteriak kesakitan sambil memegangi kedua matanya yang perih.
Entah obat apa yang diberikan oleh Wei Nuannuan pada mereka barusan, tetapi ternyata obat itu membuat mereka terganggu penglihatannya dan berguling-guling karena kesakitan.
Melihat kedua prajuritnya kesakitan membuat Wei Nuannuan bahagia dan segera mengambil kesempatan untuk kabur dan keluar dari kamarnya. Tujuan utamanya kali ini adalah melihat pertemuan kakaknya Wei Kaiyuan bersama para ratusan prajurit elit milik Keluarga Wei.
Kali ini ia memang berhasil memperdaya para prajurit yang menjaga kamarnya, hingga saat ini akhirnya ia bisa terbebas dan berlari keluar kamar.
"Hng, kalian berdua tidak akan bisa menahanku. Tidak peduli sehebat apa pun prajurit itu, begitu matanya di semprot bubuk merica, dia akan menjadi tidak berdaya," ucapnya senang sambil berlari keluar kamar.
Otak Wei Nuannuan memang cerdik, hanya saja ia tidak terlalu bisa bertarung secara fisik.
Sementara itu di sebuah aula pertemuan Keluarga Wei, saat ini sudah banyak dipenuhi oleh prajurit elit yang baru saja pulang dari misi. Hingga sekarang mereka sedang mendengarkan ceramah dari Wei Kaiyuan tentang rencana penting kali ini. Terlihat dari kejauhan, kalau Wei Kaiyuan tengah berdiri di depan ratusan prajurit elit milik Keluarga Wei dan sedang berorasi.
"Terima kasih para saudara sekalian yang sudah bersusah-susah kembali ke sini!"
"Dengan begitu banyak prajurit elit, rencana kita pasti akan berhasil!"
"Demi menaikkan martabat Keluarga Wei, aku akan mencabut pedang pusaka Keluarga Wei yang belum pernah terhunus selama ratusan tahun!"
"Qinli sudah berkali-kali merusak rencanaku dan bersekutu dengan Keluarga Liu, kali ini aku akan membunuh kalian dalam sekali serang!" batin Wei Kaiyuan.
Lalu dari belakang Wei Kaiyuan terdengar suara aneh. Pedang api bumi mulai bergerak sehingga menimbulkan suara nyaring.
__ADS_1
KRAK ... KRAK ... KRAK
"Pedang api bumi!" seru Wei Kaiyuan sambil menoleh."
Sementara itu dari kejauhan Wei Nuannuan sangat khawatir akan hal itu. Prasangka buruk seketika menyergap ketika melihat pedang api bumi berada di belakang kakaknya, Wei Kaiyuan.
"Gawat! Begitu pedang api bumi dicabut, pasti akan ada yang mati dan terluka!" batin Wei Nuannuan.
Selama ribuan tahun, pedang api bumi telah terselimuti dengan api bumi istimewa dari wilayah barat, api tersebut menyala pada bilahnya dan tak pernah padam!
Hingga akhirnya demi memenuhi ambisi Wei Kaiyuan untuk membunuh Qinli, ia harus mengunakan pedang api bumi tersebut. Wei Kaiyuan segera memegang pedang tersebut dan bersiap untuk mencabutnya saat ini juga.
"Para leluhur yang terhormat! Aku sebagai pemimpin ke tiga puluh tujuh Keluarga Wei, menghunus pedang pusaka ini!" ucap Wei Kaiyuan saat menghunus pedang tersebut.
Setelah berhasil ia pun mengarahkan pedang tersebut ke langit seraya berteriak.
Wei Nuannuan tampak khawatir dengan keselamatan Qinli. Ia pun bingung harus melawan kakaknya dengan cara apa. Terlebih ia tidak pandai bertarung.
"Aku harus memikirkan cara untuk menolongnya! Namun, prajurit level rendah sepertiku tidak mungkin bisa bertarung secara langsung dengan kakak ...." batin Wei Nuannuan.
Sesaat kemudian terdengar suara lantang dari Wei Kaiyuan sekali lagi.
"Mari kita bersama-sama melenyapkan Keluarga Liu dan Keluarga Fu."
"Benar, Keluarga Wei adalah keluarga terkuat di dunia."
__ADS_1
Tak disangka, setelah berpikir untuk beberapa saat, Wei Nuannuan menemukan sebuah ide unik.
"Aku punya ide."
...🍃🍃🍃...
Beberapa saat kemudian. Semua prajurit elit siap berangkat ke Kediaman Fu dengan menggunakan bus. Dari kejauhan terlihat seorang wanita cantik yang sedang berlari menuju ke salah satu bus. Tapi langkahnya harus berhenti ketika ada seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.
"Berhenti!"
Wajah Wei Nuannuan sudah berubah menjadi pias, ia begitu takut jika ketahuan dengan penyamarannya kali ini. Ya, saat ini Wei Nuannuan memang sedang menyamar menjadi salah satu prajurit biasa. Gaya rambut yang biasa dikepang menjadi dua pun sudah ia rubah dengan menguncir kuda bagian atasnya dan membiarkan rambut yang lain tergerai begitu saja.
"Tidak! Tidak mungkin! Aku menghabiskan waktu tiga jam untuk menyamar, masa begitu mudahnya ketahuan?"T_T
Kemudian datanglah seorang laki-laki yang mendekati Wei Nuannuan secara perlahan-lahan. Tentu saja Wei Nuannuan tak berani berkutik dan hanya berdiam diri tanpa menoleh sedikitpun. Hanya ekor matanya saja yang sedikit mengintip.
"Hei, walau kau takut mati, juga tidak perlu keluar rumah di saat-saat terakhir. Kau sama sekali tidak tahu waktu, ya," ucap lelaki itu berdiri di belakang Wei Nuannuan.
Sambil memejamkan mata, lelaki itu memuji kehebatan dirinya.
"Jika kau takut mati, kau boleh mengikutiku, Liu Yunfei, dengan kekuatan yang aku punya kau pasti aman."
Wei Nuannuan berbalik dan tersenyum.
"Baik, terima kasih kak Yunfei," batin Wei Nuannuan.
__ADS_1
"Kak Qin, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu!"