
Saat ini Qinli sudah mendarat di atas puncak gunung. Ia bisa melihat seorang lelaki yang memunggungi dirinya dan berjarak tidak jauh darinya.
"Siapa Anda?"
"Kau tidak perlu tahu siapa aku?"
Lelaki itu menoleh ke arah Qinli. "Eh? Penampilan orang ini mirip sekali dengan Tetua Qin, sepertinya aku harus memberi pelajaran kepada bocah ini ...."
"Kekuatannya jauh lebih hebat dari Keluarga Lei! Apa dia sudah mencapai puncak alam dominasi?"
"Entah seberapa jauh perbedaan kekuatanku yang sekarang dengan puncak alam dominasi ...."
"Kekuatan Shi Tian juga sudah pulih lumayan banyak, meskipun tidak bisa mengalahkannya, setidaknya masih bisa kabur ...."
"Kelihatannya kau sangat tidak tahu diri ya, berani sekali berlagak di Wilayah Sekte Bumi!"
"Sekte Bumi? Apakah kau ....?"
Tiba-tiba saja lelaki itu mengaku sebagai Qinli, Tetua Sekte Bumi.
"Aku adalah Qinli, Pemimpin Sekte Bumi, serahkan semua barang berhargamu dan aku akan mengampunimu!" ucapnya dengan lantang.
Hati Qinli tentu saja tidak terima. "Persetan denganmu! Kau Qinli, lantas aku ini siapa?"
Namun, Qinli tetap mengulas senyum padanya. "Oh, ternyata Anda adalah Master Qin yang terkenal itu, ya? Kalau begitu ...."
Entah sejak kapan, Qinli tiba-tiba sudah berdiri di belakang lelaki itu sambil memegang pundaknya. Sontak saja wajah lelaki itu menjadi pias.
"Gawat! Apa aku ketahuan?" gumam lelaki yang mengaku sebagai Master Qin itu.
"Kebetulan ada yang ingin aku bicarakan dengan Anda!"
Takut jika Qinli justru melukainya, maka lelaki yang mengaku sebagai Qinli itu justru melompat untuk menghindari Qinli.
__ADS_1
"Ha ha ha, Bagus. Kau telah melewati ujian dariku!"
Setelahnya lelaki itu melemparkan sebuah barang kepada Qinli. "Anak muda, kau bisa masuk ke sekteku dengan barang pengenal ini dan kau menjadi muridku!"
"Tunggu!" teriak pemuda itu.
Pemuda itu melewatkan waktu dimana Qinli sudah melesat ke atas. Lalu sesaat kemudian terlihat cahaya keemasan mengikuti tubuh Qinli.
"Kekuatan spiritual ini ... apa dia adalah Qinli yang sesungguhnya?" ucapnya di dalam hati.
Belum sempat mengimbangi kekuatan Qinli, pemuda itu justru terlempar ke tanah dengan sangat keras.
...BOOM...
Qinli yang terkejut dengan suara barusan menengok ke bawah, "Dia tidak mungkin mati semudah itu, 'kan?"
"Aku tidak menyangka ada orang yang berpura-pura menjadi diriku, keterlaluan!"
"Idola?" ucap Qinli terbata.
"Benar, sejak Anda menjadi petarung terkuat di Daratan Tianluo, aku telah menganggapmu sebagai tujuan dari perjuanganku, lihatlah ...."
Pemuda itu lantas berdiri tegap, badannya yang berotot terlihat karena pakaiannya sudah terbakar dan hanya menyisakan ****** ******** saja. Sayang, ****** ******** bergambar Qinli.
Dengan bangga pemuda itu menunjukan bahwa ia benar-benar mengidolakan Qinli. "Bahkan celana dalamku bertuliskan nama Anda."
Tentu saja Qinli menjadi parno dengan pemuda itu. "Kau punya pemikiran yang tidak biasa ...."
Takut jika pemuda itu tersinggung, Qinli segera meralat ucapannya.
"Maksudmu, kekuatan atribut "meniru"-mu mirip dengan jurus penyamaran diri, bahkan bisa menyimulasikan kekuatan spiritual ...."
Qinli memegang sebuah kuas saat berbicara dengan pemuda itu. Tampaknya pemuda itu sangat senang dipuji oleh Qinli.
__ADS_1
"Pantas kau mirip sekali denganku, hampir saja aku tertipu olehmu."
Dengan wajah berbinar pemuda itu menceritakan dirinya.
"Aku baru mencapai level awal hidup dan mati, awalnya aku hanya bisa menyimulasikan prajurit hidup dan mati ...."
"Tapi di tempat ini, aku bisa menyimulasikan Prajurit Puncak Alam Dominasi, jadi aku merasa ada keganjalan ...."
Sesaat kemudian, Qinli melihat danau di hadapannya.
"Sesuatu yang bisa meningkatkan kekuatan atribut seorang prajurit? Kelihatannya disinilah tempatnya ...." ujar Qinli dengan mantap.
Setelahnya Qinli memutuskan untuk melihat sendiri keadaan danau itu. "Coba aku kesana dulu!"
"Aku sudah lama mempelajarinya dan menemukan bahwa efek tersebut dihasilkan dari kolam ini. Setiap malam ketika bulan berada di atas langit, efek tersebut berada di titik terkuatnya. Sedangkan titik terlemahnya di siang hari ...." ucap pemuda itu menjelaskan.
Bukan hanya itu saja, rupanya pemuda itu juga ikut mengejar Qinli. Dari pinggir danau, Qinli bisa melihat jika ada titik-titik cahaya. Rasa penasaran membuat Qinli menanyakan hal itu pada pemuda tadi.
"Apakah titik-titik cahaya ini adalah sumber kekuatan Daratan Cermin?"
Sesaat kemudian Qinli terjun ke dalam danau dan pemuda itu mulai merasakan keanehan pada atribut miliknya.
"Kekuatan atributku mulai melemah, sepertinya peningkatannya sudah berangsur menghilang ... idolaku benar-benar beruntung."
"Kenapa bulannya semakin mengecil?"
Anehnya lagi, pemuda itu melihat jika matahari di atasnya berubah menjadi warna hitam.
"Matahari hitam?"
...GROAR...
"Aku bahkan tidak merasakan jika tubuhku terbakar!" ucapnya sambil melihat baju miliknya mulai terbakar
__ADS_1