MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 79


__ADS_3

Terjadi peperangan di area pemakaman, kubu Qingtang melawan prajurit Yanxia.


"Bunuh!" seru kubu Qingtang.


"Ayo semua ikut melawan!" seru prajurit Yanxia.


Jiangjun pun ikut bertarung di sana. Sedangkan Tuan Muda Xu bekerja sama dengan Nona Xu.


"Kakak ayo kita berjuang bersama!" seru Tuan Muda Xu.


"Jumlah mereka sangat banyak!" ucap Nona Xu sambil siaga.


Di sisi lain, Ketua Wang mengumpulkan semua prajurit.


"Sekarang situasinya sedang tidak baik! Jangan khawatir akan keselamatanku dan senior He, semuanya pergilah bantu mereka!" instruksi dari Ketua Wang.


"Siap!" ucap semua prajurit sambil memberi hormat.


Lalu mereka segera pergi bergabung dengan prajurit Yanxia lainnya.


"Bajingan Qingtang! Pergilah!" seru mereka sambil berlari.


Sayang, mereka langsung berhadapan dengan ketua Geng Qingtang.


"Ck! Ingin mati! Aku akan mengabulkan permintaanmu!"


...BAM!...


Satu pukulan mendarat mulus di wajah prajurit Yanxia.


Kader He terkejut dengan kehadiran Ketua Geng Qingtang, Wen Tiansheng.


"Lelaki itu adalah Wen Tiansheng!"


Ingatan masa lalu kini kembali bersarang di otak Kader He.


"Bunuh mereka semua!" ucap Wen Tiansheng saat itu.


"Waktu itu Ayah Shouyi terbunuh di dalam pertempuran itu!"


"Dan dia adalah salah satu pelaku utama yang membunuh orang tua Qinli!"


"Kenapa dia tiba-tiba muncul di sini?"


"Jangan-jangan dia sudah tahu latar belakang Qinli?"


Semua kehawatiran Kader He sepertinya beralasan, terlebih saat ini Qinli tidak berada di area pemakaman. Sementara kubu Qingtang sudah berhasil melumpuhkan hampir sebagian prajurit Yanxia.


🍃Di sisi lain, di area perbukitan.


Mobil itu melaju cepat meninggalkan area pemakaman menuruni bukit. Mengikuti sebuah mobil sedan berwarna putih.


Sementara itu Qinli sedang berada di belakang mobil putih itu. Ia merasa melihat kedua orang tuanya berada di dalam sedan berwarna putih itu.


"Jika aku tidak salah lihat, dua orang di dalam mobil putih depan seharusnya adalah ...."

__ADS_1


"Ayah dan ibu ...."


"Baguslah! Sudah kuduga kalian belum mati!"


"Entah kalian masih mengenaliku atau tidak ...."


Karena kecepatan mobil yang digunakan Qinli melebihi batas dan kurang berkonsentrasi maka mobil yang ia kendarai tanpa ia sadari keluar dari jalur dan masuk ke dalam jurang. Sama persis dengan kejadian kematian Komandan Xu.


SYUH ... CKITT ....


Rem tak bisa dipakai dan mobil itu melaju masuk jurang dan hancur.


Sementara mobil sedan berwarna putih itu berhenti, keluarlah sepasang suami istri itu.


"Berhasil!" seru mereka secara bersama.


Lalu sesaat kemudian sepasang suami istri itu setelah memastikan targetnya mati segera membuka topeng yang ia pakai. Mereka adalah pembunuh kembar Qingtang.


"Walau dia berada di level master setengah langkah, tetap tidak bisa mengelak dari rencana pembunuhan kita!"


Dari arah belakang muncullah satu prajurit Qingtang level tujuh, Shi Taihou yang ikut berkomentar.


"Bahkan seorang master setengah langkah pun tetap bisa mati di tanganku!" serunya dengan tertawa.


"Begitulah bagaimana Xuqiang mati, mereka masih mengira ini adalah sebuah kecelakan biasa! Hahaha!"


"Bocah ini pasti sudah mati!"


Terlihat dengan jelas dari atas bukit, mobil yang dikendarai Qinli hancur lebur dan remuk akibat masuk jurang. Oleh karena itu sudah bisa dikatakan jika pengemudinya pasti sudah mati.


"Bos, misi selesai!"


"Bagus!" ucap Wen Tiansheng.


"Kebetulan tugasku di sini sebentar lagi selesai! Hoho!" ucapnya sambil mencekik leher Nona Xu.


Di sisi lain Tuan Muda Xu berusaha bangkit untuk melindungi kakak perempuannya.


"Le ... lepaskan kakakku!"


Kader He masih mengamati situasi itu dari kejauhan bersama Ketua Wang.


"Setiap tindakan dan pekerjaan apa pun di organisasi kita sangat rahasia dan tidak pernah bocor."


"Sangat jelas mereka datang dengan persiapan, ini pasti bukan sebuah kebetulan, pasti ada mata-mata mereka di dalam organisasi kita!" seru Kader He.


Sedangkan Ketua Wang hanya membetulkan kaca matanya dan bersiap membunuh Kader He dari belakang. Di salah satu tangannya bahkan sudah memegang satu buah belati.


"Anda benar!" ucap Ketua Wang.


"Apakah dari awal kau sudah menyadarinya?" tanya Kader He penasaran.


...JLEB ......


Pisau belati itu sudah mendarat di dada Kader He. Dengan cepat Ketua Wang melancarkan aksinya tersebut.

__ADS_1


Satu tangannya masih menahan darah segar yang mengucur dari dadanya, tetapi rasa penasaran Kader He membuatnya bertanya alasan kenapa Ketua Wang menyerangnya.


"Shouyi? Kenapa kau mengkhianati kami?" tanya Kader He.


"Beraninya kau bertanya padaku kenapa? Itu semua karena aku tidak layak bekerja untuk kalian!" ucapnya sambil berteriak.


"Waktu itu demi melindungi orang tua Qinli, ayahku di kepung dan dibunuh oleh Wen Tiansheng dan yang lainnya."


"Namun apa yang dilakukan organisasi setelah itu? Kalian lebih memilih menutup kejadian serangan waktu itu demi menghindari tanggung jawab. Bahkan ayah tidak bisa dimakamkan di sini dan dikenang, membuatnya menjadi pahlawan tanpa nama!"


"Sudah bertahun-tahun berlalu, apakah kalian pernah merasa bersalah?"


Ketua Wang benar-benar meluapkan emosinya saat ini.


"Tidak! Kalian seolah-olah tidak terjadi apa-apa! Wen Tiansheng masih dengan bebasnya berkeliaran di luar negeri!" ucapnya penuh berapi-api.


"Jadi kau membelot dan menghianati organisasi?" tanya Kader He disisa nafasnya.


"Bukan membelot, tapi memanfaatkan!" ucap Ketua Wang bangga.


"Sudah bertahun-tahun, diam-diam aku menyelidiki Wen Tiansheng, aku menyembunyikan identitasku dan memancing mereka kemari untuk menyerang organisasi ... dan membunuh mereka semua membalaskan dendam ayahku!"


"Kau masih berpikir untuk membunuh mereka? Wen Tiansheng adalah prajurit level sembilan!Tanpa Qinli di sini, orang-orang kita tidak bisa mengalahkannya!" ucap Kader He sebelum ambruk ke tanah.


"Jangan sebut nama Qinli!" gertak Ketua Wang.


"Dari awal kau menyembunyikan dariku, namub setelahnya aku menemukan bahwa Qinli anak dari dua orang itu!" teriaknya sambil mengangkat belatinya.


"Merekalah yang memancing datangnya serangan Qingtang dan mencelakai ayahku sampai mati. Jadi aku ingin dia membayar dengan nyawanya!"


"Aku mengutus orang berkali-kali untuk membunuhnya, tapi tidak pernah berhasil, bocah ini sungguh punya nasib bagus!"


"Jadi hari ini aku menyuruh anggota Qingtang memancingnya pergi dan aku pasti akan menghabisinya di saat aku punya kesempatan!"


"Hari ini, semua orang yang ada di sini harus mati kecuali diriku!"


"Shouyi kau ... kau benar-benar ceroboh!"


Lalu Kader He benar-benar sekarat saat itu.


"Senior He, maaf! Aku sama sekali tidak membencimu dan Xuqiang, hanya saja kalian menghalangi jalanku, mau tidak mau aku harus turun tangan."


"Hari ini aku akan membalikkan keadaan, membunuh Wen Tiansheng dan menjadi pemimpin organisasi," ucapnya sambil melepas kaca matanya.


"Setelah itu hal pertama yang ingin aku lakukan, adalah membangun monumen untuk mengenang ayahku, agar semua orang selalu mengingat pengorbanannya," ucapnya sambil menyugar rambutnya ke belakang.


.


.


...🌹Bersambung🌹...


.


.

__ADS_1


Apa ada yang mau crazy up, boleh si tapi kasih Vote gratis kalian ya, makasih banyak sebelumnya🙏😊


__ADS_2