
Sementara itu di pulau tersembunyi, kubah raksasa yang berhasil dibuat retak oleh Qinli beberapa saat yang lalu, semakin terlihat mencekam. Kubah itu kini terlihat berlubang di salah satu sisinya dengan dikelilingi retakan-retakan dinding atap menyerupai sebuah cangkang telur yang retak.
Tetapi pemimpin mereka yang sempat dihabisi Qinli, ternyata dia dalam keadaan baik-baik saja. Hingga kini ia sedang memakai kembali jubahnya dengan yang baru. Tentu saja jubah yang lama sudah kotor oleh darahnya tadi. Jika ia orang biasa, sudah pasti saat ini dia sudah meregang nyawa akibat Pedang Zhanlu milik Qinli.
Beruntung kekuatan lelaki bertopeng merah yang merupakan pemimpin tertinggi organisasi di pulau itu, level prajuritnya sudah diatas dewa, sehingga serangan kecil dari Qinli sama sekali tidak melukainya. Hanya saja saat diserang Qinli ia berpura-pura terluka dan membiarkan Qinli lolos dari pulau itu.
Saat ini, ia sedang merapikan bajunya, lalu datanglah seorang prajurit dengan membawakan sebuah teh untuk pemimpinnya itu.
"Dengan kemampuan yang Anda punya, pasti tidak akan bisa dilukai oleh bocah itu, kenapa Anda ...."
"Aku melepaskannya karena dia berguna," jawab lelaki bertopeng merah itu.
Beberapa saat kemduian terdengar suara keributan. Bahkan sampai membuat cangkir yang berisi teh hangat itu, bergesekan dengan alas cangkirnya.
...KLANG ... KLANG ... KLANG .......
Lelaki bertopeng merah itu menoleh, "Ada apa ini?"
Tiba-tiba datanglah salah seorang prajurit dengan tergesa-gesa dan membuka lebar-lebar pintu ruang atasannya itu.
...BRAK...
"Gawat, ruang eksperimen tubuh bawah tanah hilang kendali!" lapor salah seorang prajurit.
"Ka ... kami juga tidak tahu apa yang terjadi, padahal semalam ruang eksperimen tubuh masih di bawah kendali."
"Dasar sekumpulan sampah! Segera ikut aku ke bawah!" ucap pemimpin mereka itu.
Prajurit yang baru saja melapor itu mengusap tengkuknya, "Anu ... kekuatanku tidak cukup, jadi aku tidak ikut turun, ya."
...⚜⚜⚜...
...Ruang Eksperimen Tubuh...
Petarung-petarung yang sebelumnya diawetkan di dalam tabung terlihat bisa keluar dari dalam tabung. Mereka bahkan memecahkan tabung yang sebelumnya mengurung tubuhnya dalam suatu cairan, kini terlihat beberapa petarung diantaranya sudah keluar dan sedang bertarung dengan prajurit yang berjaga di sana.
Beberapa petarung tersebut menyerupai hulk, makhluk dengan kepala dua, makhluk dengan punggung penuh duri tajam. Warna tubuh mereka juga berwarna-warni, ada yang berwarna hijau, coklat dan merah. Hampir semua kekuatan yang dimiliki diatas rata-rata, hampir menyamai level alam setengah dewa.
__ADS_1
Menyerang membabi buta mengakibatkan beberapa prajurit jaga kewalahan. Ruangan itu juga terlihat sangat berantakan dengan beberapa prajurit yang sudah berhasil dilumpuhkan oleh petarung-petarung itu.
...PRANG...
...DUGH ... DUGH ... DUGH .......
"Mereka adalah petarung level master dan alam setengah dewa, ditambah eksperimen kita, kekuatan mereka berubah menjadi sangat menakutkan."
"Orang-orang kita ada yang tewas dan ada yang terluka, benar-benar kacau di bawah sana," lapor prajurit itu.
Pemimpin mereka menoleh ke arah prajuritnya.
"Pantas saja kau begitu perhatian padaku, ternyata karena hal ini!" Sindirnya.
Sementara itu, prajurit itu mengusap tengkuknya karena niatnya bisa terbaca oleh pemimpinnya. Tetapi belum sempat ia turun, rupanya ada salah satu petarung yang mendatangi ruangan pimpinan dengan mendobrak pintu ruangan itu.
...BOOM...
Pemimpin itu menoleh ke arah pintu, ternyata salah satu petarung yang menyerupai hulk menerobos masuk. Ia menjebol lantai dan juga pintu itu, langsung menyerang pimpinan itu.
Dengan mata merah menyala ia melesat ke arah pimpinan itu.
Lalu prajurit dibelakang pempimpin itu menunjuk ke arah makhluk itu.
"Barusan aku memeriksa petarung besar itu, sekarang kekuatannya berada di tahap awal level alam dewa."
"Pantas saja bisa menerobos pembatasku," batin pimpinan bertopeng itu.
Dengan cepat dan cekatan petarung besar itu menyerang prajurit itu dan membenturkannya ke lantai dengan sangat keras hingga lantai itu retak.
...BOOM...
Suara-suara ledakan terdengar menggema di mana-mana karena memang kekuatan petarung-petarung itu sangat besar saat mereka gunakan untuk melawan prajurit jaga di ruang bawah tanah.
"Sangat tidak penurut, percuma aku menginginkanmu!" ucap lelaki bertopeng merah sambil mengangkat kakinya.
Ia terbang lalu menjejakkan kakinya tepat mengenai punggung petarung yang mirip hulk itu hingga membuatnya mati dalam waktu sekejab karena kekuatan luar biasa yang dimiliki lelaki bertopeng merah itu.
__ADS_1
...SWOOSH...
...BANG...
Sepatunya bahkan terkena noda darah akibat digunakan untuk menginjak punggung petarung seperti hulk itu.
"Aih! Sungguh disayangkan!" ucapnya sambil mengangkat kakinya yang penuh darah.
Lelaki bertopeng merah itu menoleh, "Sial! Merepotkan sekali!"
Di dalam kubah itu terlihat sangat kacau, pertempuran masih terjadi di dalam kubah itu, ledakan menggema di mana-mana.
...BOOM ...
"Berhenti! Jangan!"
...BOOM...
"Ahhhh!"
Kebisingan itu sangat mengusik pimpinan mereka, hingga akhirnya ia turun ke lantai bawah.
"Berisik!" teriaknya.
...WUSH...
Dalam sekejab mata, para petarung itu sudah terkulai lemas di lantai, sesaat setelah pimpinan mereka melesat melewati mereka semua. Tanpa mengeluarkan tenaga banyak, mereka sudah dilumpuhkan.
Kini pemimpin itu sedang berdiri di dekat jendela menatap hamparan hutan di depannya. Sesaat kemudian Nyonya Bangsawan itu datang.
"Yo, kau sangat sibuk, ya?" tanya Nyonya Bangsawan.
Tanpa menoleh atau menjawab pertanyaan dari Nyonya Bangsawan, ia malah balik bertanya kepadanya.
"Apa kau membawa barangnya?"
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...