MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 164


__ADS_3

"Begini saja, kau hancurkan kultivasimu dan aku akan melepaskan mereka!"


Chu Zitan, Yufei dan Nona Mo Yao serentak berteriak pada Qinli. "Jangannn!"


Lain halnya dengan Qinli yang tersenyum dan menyanggupi permintaan Tuan Muda Keluarga Lei tersebut.


"Baik!"


"Akan aku lakukan sekarang!"


Sesaat kemudian Qinli sudah mengeluarkan beberapa jarum peraknya, lalu menggerakkan jarum tersebut dan menancapkannya pada tubuhnya sendiri.


Satu jarum ke kening, satu di bagian dada dan satu lagi di bagian perut. Hingga akhirnya Qinli memuntahkan dar*h.


"Puft!"


"Kakak ipar!" teriak Chu Zitan


Yufei pun ikut berteriak, "Qinli ...!"


Mereka bertiga sama-sama mengkhawatirkan Qinli.


Saat ini Qinli memegang dadanya, ia masih menunduk, terlihat sekali jika Qinli kehilangan bangak tenaga dalamnya. Lalu sesaat kemudian, ia masih tersenyum.


"Berhasil!" gumamnya.


Tuan Muda dari Keluarga Lei masih tidak mempercayai apa yang dilakukan Qinli barusan. Lalu ia memerintahkan adiknya untuk memeriksa Qinli.


"Coba kau pergi lihat, apakah dia benar-benar telah menghancurkan kultivasinya atau tidak."


"Baik."


Wanita tersebut berjalan perlahan ke arah Qinli. Ia begitu menuruti semua perkataan dari Tuan Muda Keluarga Lei itu. Sesampainya di tempat Qinli berada, wanita tersebut langsung memeriksanya.


"Tidak ada energi spiritual yang mengalir di dalam tubuhnya."

__ADS_1


"Aku menggunakan penyegelan tiga jarum akupuntur, tidak ada seorang pun yang bisa merasakan aliran energi spiritual yang ada di dalam tubuhku selama tiga jam," ucap Qinli di dalam hati.


Qinli langsung menoleh ke arah Tuan Muda Keluarga Lei itu. "Hei! Kau harus menepati janjimu!"


Ketiga gadis tersebut menatap pilu ke arah Qinli. Terlebih Yufei ia sampai menunduk dan tidak terasa meneteskan air matanya.


"Aku sungguh tidak berguna! Di saat-saat krusial seperti ini tidak dapat membantu sedikit pun," ucapnya penuh sesal.


Namun, Tuan Muda dari Keluarga Lei malah tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha, bagus! Buang dia dan hancurkan kapalnya!"


"Kau mempermainkanku!" gertak Qinli dengan sudut bibir masih tersisa da**hnya.


"Iya, aku memang mempermainkanmu, kau mau apa serangga kecil?"


"Luo Xin, lakukan sekarang!"


Saat Qinli lengah, Luo Xin segera menyerang Qinli. Ia melayangkan pedangnya ke arah Qinli.


...KRAK...


...SWOOSH...


...SWOOSH...


Qinli tersenyum. Lalu sesaat kemudian ia mengeluarkan jurusnya.


...BAM...


Qinli mengarahkan serangannya dengan menggunakan tangan kirinya. Tentu saja hal itu membuat Tuan Muda dari Keluarga Lei terkejut.


"Bukankah dia sudah menghancurkan kultivasinya sendiri?"


"Kau sudah mempermainkanku ...."

__ADS_1


"Bukankah aku juga berhak mempermainkanmu!" ucap Qinli sambil menyeringai.


Sesaat kemudian tenaga dalam Qinli mulai terlihat. Sosok naga emas miliknya terlihat di belakang Qinli dan bersiap untuk menyerang.


"Karena kau orang yang tidak dapat dipercaya, maka jangan salahkan aku!" ucap Qinli penuh amarah.


Tuan Muda Keluarga Lei itu tampak kesal apalagi melihat kekuatan yang dimiliki oleh Qinli sungguh di luar dugaannya.


"GAWAT!" gumamnya.


...BOOM...


Kekuatan Qinli saat bertemu dengan kekuatan Tuan Muda dari Keluarga Lei sangat dahsyat.


...KRAK ...


...DUAARRRR!...


Qinli terpental ke bawah karena hal tersebut.


"Celaka! Tabrakan energi begitu kuat, aku tidak dapat mengendalikan tubuhku!" ucap Qinli saat terjatuh.


"Kakak ipar!"


"Qinli!"


Tampak ketiga wanita tersebut berusaha untuk menolong Qinli, sayangnya Qinli sudah terlanjur menutup mata. Ia benar-benar kehilangan kesadarannya saat itu.


Beberapa saat kemudian. Qinli sudah dalam posisi terbaring di suatu tempat. Terdengar suara berisik yang membuatnya terusik.


CING ... CING ....


Akhirnya Qinli membuka mata, tetapi hal pertama yang Qinli lihat adalah ia sedang berada di dalam sebuah kamar.


"Zitan!" teriak Qinli.

__ADS_1


Lalu sesaat kemudian, Qinli mendudukan dirinya di atas tempat tidur.


"Hah! Aku tidak mati? Di mana ini?" ucapnya kebingungan.


__ADS_2