MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 48


__ADS_3

"Nona Zhou kursusmu yang paling penting, harus menembus tingkat empat."


"Qingyin dan Lian Qing boleh menguji kemampuan kalian sesuai metode pelatihanku."


"Tapi Qingyin, kau tidak punya dasar, perlu latihan dasar yang banyak."


Lalu masing-masing dari ke tiga wanita itu melihat catatan yang diberikan Qinli. Qinyin dan Nona Zhou tampak terkejut dengan catatan yang diberikan Qinli.


"A-apakah jumlah latihan ini serius?" ucap Qingyin tidak percaya.


"Naik dua tingkat dalam setengah bulan, sama sekali tidak mungkin!" ucap Nona Zhou kaget.


Qinli melihat keterkejutan mereka tapi ia bisa memakluminya, tetapi ia pun menjelaskan semuanya agar mereka tidak ada yang merasa dikesampingkan nanti.


"Asalkan mengikuti rencanaku dengan ketat, pada dasarnya tidak akan ada masalah.


"Jadi ketika latihan, tidak peduli siapapun itu, aku tidak akan menunjukan belas kasihan.


🍃 Satu jam kemudian


Lian Qing mendapat latihan angkat beban menggunakan alat fitnes bench press, sambil mengatur nafasnya.


"Nafas bergerak mengikuti kekuatan, kedua lengan mengerahkan kekuatan," ucap Lian Qing.


Sementara Nona Zhou latihan mengangkat barbell seberat lima ratus kilogram.


"Squat perlahan, energi mengalir ke dantian, dan mengalir ke seluruh tubuh."


Qingyin sudah menyerah terlebih dahulu karena ia belum terbiasa untuk latihan.


"Shh! Sakit sekali! Sudah tidak bisa bertahan lagi!"


Lalu disusul oleh Nona Zhou yang menjatuhkan barbellnya. "Kapten! Aku masih belum bisa merasakan aliran energi spiritual yang kau bilang."


Nona Zhou tampak kelelahan sambil mengelap keningnya yang basah dengan keringat.


"Tidak mungkin, apa mungkin ada masalah?" tanya Qinli yang mendatangi Nona Zhou.


"Bukankah kau dokter? Bolehkah kapten memeriksaku?"


"Aku lihat dulu!" ucap Qinli sambil memegang tangan Nona Zhou.


Tiba-tiba dari arah belakang Qingyin berteriak, "Suamiku ...."

__ADS_1


Qingyin datang dengan terengah-engah sambil memegangi punggungnya.


"Aku sudah latihan sebentar menggunakan cara latihanmu, aku merasakan sakit yang luar biasa di tubuhku, kau bantu periksa aku dulu."


Qinli lalu memeriksa bagian tangan Qingyin, lalu lututnya lalu keningnya.


"Yang kuberikan adalah latihan dasar, tidak seharusnya ...." batin Qinli.


...SWOSH!...


Qinli membuka mata, tetapi semua gelap, hanya warna hijau begitu mendominasi di sekelilingnya. Lalu Qinli menyalakan bola api di salah satu tangannya sebagai pelita.


"Aneh, sepertinya tidak ada ciri-ciri penyakit apapun di dalam tubuh Qingyin."


Dari arah belakang ada energi hijau mendekatinya. Qinli menoleh. "Dari mana energi hijau ini, kenapa rasanya seperti berinteraksi dengan energi spiritual yang ada di tubuhku."


"A-apa itu?" tanya Qinli yang sedang melihat seorang Dewi yang berada di belakang Qingyin dan berwarna hijau.


"Kenapa bisa muncul di dalam tubuh Qingyin?" tanya Qinli.


Karena semakin penasaran, Qinli mulai mendekatinya. Ia pun meraba energi hijau tadi.


"Kenapa aura ini terasa seperti dejavu."


"Hampir saja! Kesadaranku sedikit lagi hampir di telan!"


"Suamiku, apa ada masalah di dalam tubuhku?" tanya Qingyin khawatir.


Ia pun menggoyahkan lengan Qinli, sementara Qinli masih bermonolog pada dirinya.


"Sesuatu itu seharusnya adalah inti permasalahan di dalam tubuh Qinli! hanya saja aku tidak tahu itu apa!"


"Dan kelihatannya sudah lama berada di dalam tubuh Qingyin, dulunya juga tidak pernah mendengar Qingyin mengeluh tentang tubuhnya yang sakit, mungkin ini dipicu oleh latihan."


Qinli berusaha menutupi kenyataan kalau ada sesuatu di dalam tubuh Qingyin.


"Tidak ada masalah besar, hanya perlu istirahat saja!"


"Dengan kekuatanku yang sekarang, masih belum cukup untuk melawan sesuatu yang ada di dalam tubuh Qingyin."


"Apa benar seperti itu?" tanya Qingyin dalam hati.


Tiba-tiba dari kejauhan Jiangjun datang.

__ADS_1


"Adik Qin, kenapa aku tidak merasakan apa pun ketika berlatih menggunakan buku rahasia yang kau berikan?"


Qinli lalu menganalisa Jiangjun.


"Tidak merasa apa-apa? Mungkin karena beberapa waktu ini, Tuan Muda Jiang terlalu sering berlatih, jadi dia tidak menyadari bahwa tubuhnya sudah berubah sedikit demi sedikit."


"Coba kau lari satu putaran di sini!" ujar Qinli.


"Lari satu putaran?"


"Benar lari satu putaran," ucap Qinli sambil memejamkan mata.


"Obat apa yang sebenarnya adik Qin letakkan di dalam botol labu itu?" gumam Jianjun sambil berjongkok.


"Suamiku apa aku boleh lanjut?" tanya Qingyin.


Lalu beberapa saat kemudian Jiangjun sudah berlari keliling satu kali putaran dengan secepat kilat.


...SYUH ... WUSH ... CITT...


Belum sempat Qinli menjawab pertanyaan dari Qingyin, Jiangjun sudah kembali lagi di samping Qingyin.


Lalu Jiangjun menoleh sambil tersenyum.


"Adik Qin, kau benar-benar hebat!"


"Pil Xisui-mu sangat efektif, berikan padaku beberapa pil lagi, mungkin ...."


"Kegunaan pil Xisui hanya untuk merubah tubuhmu, tidak ada gunanya kalau kau makan kebanyakan," ucap Qinli sambil mengeluh.


"Pil Xisui? Pil Xisui apa?" tanya Qingyin yang penasaran.


"Pil Xisui yang dibuat sendiri oleh Adik Qin, obat ajaib yang bisa membuatku menjadi prajurit," ucap Jiangjun bangga.


Sementara itu Qinli terdiam akan perkataan Jiangjun barusan. Apalagi Nona Zhou dan Lian Qing baru saja datang dari belakang.


"Ternyata kapten mempunyai obat mujarab seperti pil Xisui! Bolehkah memberiku satu?" ucap Nona Zhou setelah datang.


Ternyata Qinli memang orang baik, ia pun menyerahkan tiga butir pil Xisui pada mereka.


"Masih tersisa beberapa, silakan kalian ambil masing-masing satu."


Qinli membuka tangannya lalu ketiga wanita tadi mengambil satu persatu pil itu dari tangan Qinli.

__ADS_1


"Adik Qin, setelah mereka makan, mereka tidak akan sepertiku kepanasan sampai melepas baju lalu tidur telanjang, 'kan?" bisik Jiangjun di telinga Qinli.


__ADS_2