
Salah satu prajurit tersebut begitu ketakutan ketika menatap Tuan Muda tersebut. Bahkan ia tergagap ketika menyebutkan nama dari Tuan Muda itu.
"I ... itu Xuan Ye, Tuan muda dari Sekte Misterius!"
Dari kening salah satu prajurit tersebut sampai mengeluarkan keringat dingin, karena rasa ketakutannya yang terlalu besar terhadap
Tuan Muda Xuan Ye.
Salah satu prajurit yang lainnya justru membungkuk ketika mengatakan tentang bagaimana sepak terjang Tuan Muda Xuan Ye.
"Gawat, tidak di sangka bisa bertemu dengannya."
Xuan Ye sama terkejutnya ketika tidak bisa melihat barang berharga di antara mereka.
"Tidak ada barang berharga?" ucapnya dengan nada terkejut.
"Membosankan bunuh saja mereka!"
"Baik!" ucap prajurit samurainya dengan sangat tegas.
Kini Tuan Muda Xuan Ye justru menyandarkan kepalanya pada salah satu wanita yang berada di sisinya. Dalam sekejap saja salah ketiga prajurit Alam Reinkarnasi segera membuat sebuah formasi dan melompat ke atas dan bersiap untuk menyerang kedua pemuda tadi.
"Bahkan penjaganya berada di Alam Reinkarnasi! Sebenarnya berasal dari mana Sekte Misterius ini?" gumam Qinli di dalam hatinya.
Serangan yang diberikan oleh ketiga prajurit Alam Reinkarnasi tadi rupanya dengan mudah dapat dihancurkan oleh Qinli.
"Baru sebentar saja sudah ada begitu banyak orang yang berdatangan, tidak boleh terlalu lama di sini, harus segera mengakhiri pertempuran ini."
Tuan Muda Xuan Ye tentu saja terkejut akan kekuatan Qinli yang sebenarnya.
"Oh, dia bisa dengan mudahnya menghancurkan formasi itu!"
Begitu pula dengan prajurit Alam Reinkarnasi yang baru saja mengeluarkan jurus tersebut. Qinli lalu mulai mengunci ketiga prajurit Alam Reinkarnasi dengan kekuatan bunga teratai miliknya.
"Apa ini!" teriak mereka bertiga.
"Ketiga, kekuatan teratai!" teriak Qinli.
Tuan Muda Xuan Ye yang melihat pertarungan antara Qinli dan ketiga prajurit Alam Reinkarnasi seolah semakin tertarik dengan Qinli.
"Menarik juga, tidak disangka bisa bertemu dengan seperti ini di daratan ini," gumamnya.
Ternyata kekuatan bunga teratai juga digunakan oleh Qinli ketika ia menyerang Tuan Muda Xuan Ye.
"Kau sangat hebat tetapi kau bertemu denganku!" ucapnya sambil menghalau serangan yang diberikan oleh shinli hanya dengan menggunakan jari telunjuknya saja.
Lalu Tuan Muda Xuan Ye mulai memperlihatkan sikap sombongnya.
"Kalau kau menghancurkan kultivasimu sendiri dan berlutut sambil merangkak kepadaku, aku akan mengampunimu dan menjadikanmu sebagai budakku."
Qinli hanya tersenyum ketika mendapati ucapan dari Tuan Muda Xuan Ye.
__ADS_1
"Alam hidup dan mati, masih belum membuatku tunduk," ucap Qinli dengan menyeringai.
Tuan Muda Xuan Ye sampai terpana dengan penglihatannya saat menyadari kekuatan Qinli. Lalu dalam sekejap mata Qinli mengeluarkan jurus tapak Budha suci miliknya.
"Taktik yang begitu hebat! Kapan dia ...."
Belum sempat Tuan Muda Xuan Ye menyelesaikan ucapannya, sebuah ledakan hebat akibat serangan Qinli terjadi di sana. Tubuh Tuan Muda Xuan Ye beserta para pengawalnya terkena jurus tapak Budha suci mulik Qinli. Qinli yang menyadari kedatangan orang lain segera pergi.
"Sepertinya ada orang yang datang lagi, aku harus segera pergi!" gumam Qinli saat melesat ke langit.
Di salah satu sisi pegununga, rupanya Ayah Tuan Xuan Ye sedang mencari barang berharga. Ia sampai menggali ke dalam gunung untuk bisa mengambil batu delima berwarna merah. Di sela-sela kegiatannya mencari batu tersebut rupanya ia mengingat keberadaan putranya yang belum kembali.
"Di mana Ye'Er? Sudah menemukan dia belum?"
Tetua Sekte Misterius yang merupakan ayah dari Ye'Er bernama Xuan Zhan. Saat ini ia sedang fokus mencari batu delima di dalam gunung. salah satunya dengan menggali gunung tersebut hingga kedalaman tertentu.
Tampak Ketua Sekte Misterius sedang mengendarai binatang spiritualnya yang berbentuk seperti kuda Phoenix. Sementara itu prajurit alam rahasianya sedang melaporkan tentang penyelidikannya.
"Lapor Tetua, Tuan Muda dia ... dia sudah mati!" ucapnya sambil membungkuk hormat.
"Apa! Siapa yang berani membunuh putraku!" teriaknya penuh amarah.
Sementara itu orang-orang di atas tebing saling berkomentar atas kejadian itu.
"A ... apakah orang itu berasal dari Sekte Misterius?"
"Aku tidak percaya ada yang berani menyerang Sekte Misterius!"
"Hmph! Dasar kawanan tikus bodoh ...."
Dalam sekejap Tetua Xuan sudah menoleh ke arah orang-orang yang berdiri di tebing.
"Karena kalian semua berada di sini, maka kalian harus mati bersama putraku!" teriaknya dengan sorot mata tajam.
"La, lari ...." teriak mereka ketakutan.
Tentu saja mereka berlarian ke sembarang arah untuk menyelamatkan dirinya. Namun, mereka rupanya benar-benar menjadi korban kemarahan Tetua Xuan.
"Kalian tidak akan bisa lari dariku!"
Kemarahan Tetua Xuan semakin menjadi. Di tambah lagi Xuan Ye adalah putra satu-satunya.
"Kultivator yang berasal dari daratan level sembilan memang luar biasa kuat!" teriak mereka sebelum mati di tangan Tetua Xuan.
Sementara itu Qinli sampai di sebuah hutan. Ia tampak berjalan di sebuah jalan setapak.
"Ternyata ada sebuah jalan di tengah-tengah hutan. Kelihatannya juga ada banyak prajurit di sini!" gumam Qinli sambil mengamati jalan dan pohon-pohon di sampingnya.
Benar saja, sesaat kemudian ada sebuah suara yang menegur langkah kaki Qinli.
"Berhenti!"
__ADS_1
Dari semak-semak di depan Qinli, muncul dua orang prajurit.
"Aku yang menanam pohon ini!" ucap salah seorang di antaranya.
"Dan aku yang membuka jalan ini!" timpal prajurit yang kedua.
"Kalau kau ingin melewatinya ...."
"Kau harus membayarnya."
Qinli tidak pernah takut dengan apapun, maka dari itu ia menjawabnya dengan lantang.
"Kalian mau merampokku!"
"Kenapa? Memangnya tidak mirip seperti perampok? Cepat serahkan cincin kamu padaku!"
"Heh?"
Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Qinli justru memperlihatkan jurus bunga teratai miliknya. Hal itu sudah pasti membuat kedua prajurit tadi ketakutan hingga kedua mata mereka terbuka lebar.
"Kuat sekali, dia bukan Prajurit Puncak Alam Reinkarnasi biasa!"
"Ki-kita berurusan dengan orang yang salah!"
Saat serangan itu ditujukan ke arah mereka, keduanya langsung menghindarinya.
"Hampir saja!"
"Serahkan cicinmu dan kami akan mengampuni kamu."
PAK
Serangan Qinli tepat sasaran dan benar-benar membuat keduanya marah hingga mengeluarkan kekuatan spiritual yang mereka miliki.
"Aduh ...."
"Dasar bocah, sama sekali tidak tahu etika. Aku masih belum selesai berbicara ...."
"Karena kau berperilaku seperti ini, maka kami tidak akan sungkan lagi!"
Rupanya di tempat itu tidak hanya ada dua prajurit, melainkan tiga orang prajurit yang kalau formasi mereka lengkap maka kekuatan mereka akan bertambah.
"Kakak kedua! Kakak ketiga!"
"Mengerti!" ucap keduanya kompak.
"FORMASI ...."
"MEMBENTUK ...."
"HARIMAU ...."
__ADS_1
Ketiga prajurit itu tampak mengelilingi Qinli dan ....