MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 121


__ADS_3

"Hng, beraninya membentakku! Dia benar-benar mengira dirinya adalah pria hebat," ucap Nona Mao sambil mengusap pisau belati miliknya.


Sementara itu, Qinli tetap berlari mengejar Tetua Xia. Tetapi setelahnya Nona Mao menoleh ke arah Tuan Muda Xu. Ia mengarahkan pisaunya ke arah Tuan Muda Xu.


"Lihat apa kau, anak ingusan! Kalau terus lihat, akan aku congkel matamu!"


"Wanita ini mengerikan!" ucap Tuan Muda Xu berbisik.


Sementara itu Tetua Xia berdiri di ujung deck kapal sembari menangis. Hembusan angin malam sama sekali tak mengusiknya.


"Tetua Xia, kau baik-baik saja, 'kan?" ucap Qinli sambil menyerahkan sebuah sapu tangan padanya.


"Aku tidak apa-apa."


Tetua Xia mengusap kedua matanya yang sudah terlanjur basah. Ia pun menoleh ke arah Qinli.


"Tuan Qin, kau dan Nona Mao ...."


"Kata-kata Nona Mo Yao tadi sangat keterlaluan, jangan dimasukkan ke hati," ucap Qinli.


"Jangan dengar omong kosongnya. Aku membawanya kemari karena dia bisa membantu kita."


"Aku mengerti."


Akhirnya senyuman Tetua Xia kembali bersama hembusan angin malam yang menerpa mereka malam itu.


...WUSH...


Qinli sempat terpukau akan kecantikan Tetua Xia, beruntung ia hanya mencintai Qingyin seorang.


"Ayo kita ke ruang dansa dan melihat-lihat, sekarang masih ada waktu, Tuan Muda Xu dan Mo Yao pasti sangat kesepian."


"Iya."


Berkat ucapan Qinli, akhirnya Tetua Xia mau ikut dengannya. Di ruangan dansa itu terlihat banyak sekali pasangan yang berdansa diiringi lantunan musik yang indah. Tetua Xia sangat terpukau akan kemegahan ruangan itu.


"Megah sekali!" ucapnya bahagia.


Sesaat kemudian ada seorang lelaki bertopeng menepuk pundak Qinli.

__ADS_1


"Hallo, Tuan, aku lihat banyak yang memperebutkanmu, aku bisa menyingkirkan .... "


Belum sempat ia melanjutkan ucapannya tubuh lelaki bertopeng itu sudah diangkat oleh Qinli. Karena terkejut ia pun berteriak.


"Kak Qin, ini aku!" ucap Tuan Muda Xu membuka topengnya.


"Aku tahu kok," ucap Qinli.


"Aku mendapatkan informasi bahwa penyelenggara pesta dansa di kapal pesiar ini adalah seorang wanita, orang-orang memanggilnya nyonya bangsawan, dia adalah janda cantik dan kaya raya!" ucap Tuan Muda Xu menjelaskan sesuatu pada Qinli.


"Kenapa? Kau ingin menjadi pria simpanannya?" tanya Qinli sambil tersenyum.


"Amit-amit, aku ini cuma takjub!" ucap Tuan Muda Xu lemas.


Sementara itu Tetua Xia tersenyum karena perdebatan Qinli dan Tuan Muda Xu. Ketiga orang yang tadi meremehkan Qinli dan kawan-kawannya ternyata berdiri di hadapan mereka.


"Kenapa kalian masuk? Hari ini adalah ulang tahun nyonya bangsawan!" ucap lelaki berambut abu-abu itu.


"Keluarga nyonya bangsawan adalah keluarga super besar dan sangat berkuasa di Amerika. Dengar-dengar beberapa tahun ini juga berinvestasi dibanyak proyek penelitian ilmiah."


"Orang Yanxia ini sangat mengotori pesta ulang tahunnya, bagaimana bisa mereka mendapatkan surat undangan?" ucap wanita berpakaian minim berwarna biru.


"Tidak usah mempedulikan orang-orang yang bahkan tak akan pernah kita temui lagi, sebentar lagi juga kita akan meninggalkan tempat ini."


"Woah! Nyonya bangsawan mulai turun."


Wanita itu segera menyapa tamu undangannya lalu bergabung dengan mereka.


"Hai! selamat datang di acara pestaku!" sambutnya dengan ramah.


Ia pun mulai menuruni tangga satu persatu sambil tersenyum.


"Nyonya Bangsawan."


"Nyonya Bangsawan, selamat ulang tahun."


Qinli melihat kejanggalan di tubuh Nyonya Bangsawan.


"Nyonya Bangsawan ini punya energi spiritual yang tak biasa," ucap Qinli.

__ADS_1


Sementara itu Tetua Xia dan Tuan Muda Xu juga ikut berkomentar.


"Jangan-jangan dia seorang prajurit?" tanya Tetua Xia.


"Barusan aku dengar bahwa dia bukan seorang kultivator," ucap Tuan Muda Xu.


"Dia bukan prajurit," ucap Qinli tegas.


"Dia terkena racun serangga yang sama dengan Zhuge Yi, sekarang masih dalam tahap tidak aktif,


tapi begitu racun ini aktif, dia akan mati dalam waktu satu jam."


Apalagi Nyonya Bangsawan memakai sebuah kalung yang memancarkan energi aneh untuk Qinli.


"Apa!" ucap Tetua Xia terkejut.


Sesaat kemudian ada seorang pelayan yang mengantarkan minuman spesial untuk para tamu undangan.


"Hadirin sekalian, hari ini adalah ulang tahun Nyonya Bangsawan, silakan diminum," ucap pelayan itu.


Qinli dan ketiga temannya terkejut, tapi Qinli tetap mengambil salah sati minuman itu. Qinli mencium aroma minuman yang baru saja ia ambil.


"Apakah minuman hari ini sama semua?" tanya Qinli.


"Benar, Tuan! Minuman ini khusus disiapkan oleh Nyonya Bangsawan."


"Di dalam minuman ini ada semacam racun katalis, jika Nyonya Bangsawan meminumnya , dia pasti akan mati."


Belum sempat Qinli berbicara lebih, dari arah depan terdengar suara gelas yang jatuh.


PRANG


Gelas itu benar-benar terjatuh dan tubuh Nyonya ambruk seketika di lantai dansa.


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2