
Setelah melihat tingkah duo Liu, tiba-tiba ponsel milik Qinli berdering. Ia pun lalu mengangkatnya.
"Hallo?"
"Apa!" teriak Qinli kemudian.
Sementara itu disebuah hotel. Tuan Yu sedang menjamu kedatangan Wei Nuannuan. Kini mereka sedang duduk bersama di dalam sebuah ruangan. Tuan Yu telah menyiapkan satu minuman beralkohol untuk Wei Nuannuan.
"Mari, Mari! Jangan gugup begitu, minumlah agar lebih rileks! Kak Qin sebentar lagi turun," ucap Tuan Yu mencoba ramah pada Wei Nuannuan.
Sayangnya Wei Nuannuan tidak pernah meminum alkohol, oleh karena itu ia pun berusaha dengan sopan menolaknya.
"Maaf Tuan Yu, aku tidak terlalu bisa minum," ucap Wei Nuannuan.
"Kakak Liu bilang bahwa Kak Qin tinggal di hotel ini ... pencuri sialan, beraninya mencuri ponselku," batin Wei Nuannuan.
Karena sifat Tuan Yu selalu arogan, ia pun langsung marah ketika mendapati penolakan dari Wei Nuannuan. Ia bahkan meletakkan gelas berisi alkohol itu dengan sangat keras ke atas meja.
"Ini hanyalah koktil, jika kau tidak minum, itu berarti kau tidak menghormatiku! Aku tidak akan membantumu mencari Tuan Qin atau siapapun itu!
"Aku harus berhasil, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini!" batin Tuan Yun
Karena merasa tidak enak pada Tuan Yu, akhirnya Wei Nuannuan meminum minuman itu.
"Ah! Jangan marah, aku minum, aku minum."
Wei Nuannuan lalu mengambil gelas itu dan meminum koktilnya.
Saat itu pula, Tuan Yu tampak menyeringai.
"Bagus! Obatnya akan segera bekerja."
Tetapi dari arah luar terlihat Jiangjun sedang berlari menuju tempat Wei Nuannuan bersama Tuan Yu.
"Nuannuan, berhenti!" teriaknya.
"Gawat!" batin Jiangjun ketika melihat Wei Nuannuan sudah meminum minuman dari Tuan Yu.
Melihat kedatangan Jiangjun, para pengawal Tuan Yu langsung bertindak dan menghadangnya.
"Enyahlah bocah! Jangan menganggu Tuan Yu, kau mau cari mati!" gertak mereka.
Sesaat kemudian terjadilah perkelahian diantara mereka. Beruntung Jiangjun adalah seorang prajurit sehingga dengan satu pukulan, kedua pengawal tadi seketika bisa ia atasi dengan sangat mudah.
Bahkan salah satu pengawal itu terlempar mengenai pintu kaca hingga membuat kaca itu pecah.
"Ada sesuatu di dalam gelas itu Nuannuan, kau tidak boleh meminumnya!" teriak Jiangjun dari arah pintu.
Terlambat, Nuannuan bahkan sudah menghabiskan minuman itu ketika Jiangjun datang.
"Tuan Jiang!" seru Wei Nuannuan senang.
Tapi setelah menyapa Jiangjun, rupanya efek obat itu telah bekerja di dalam tubuh Wei Nuannuan. Penglihatannya mulai kabur dan ia mulai merasakan gerah di dalam tubuhnya.
__ADS_1
...PRANG!...
Gelas itu terjatuh dan pecah, bersamaan dengan tubuh Wei Nuannuan yang jatuh dan terduduk di kursi. Ia pun mulai merasakan kepanasan saat itu.
"A ... aku merasa ... sangat panas ...."
"Brengsek! Apa yang kau berikan padanya?"
Jiangjun mulai marah dan menyerang Tuan Yu dengan pukulannya. Tapi Tuan Yu lebih dulu menendang perut Jiangjun.
"Prajurit level enam hanyalah sampah!" seru Tuan Yu sambil menghajar Jiangjun.
Jiangjun terlempar beberapa meter hingga akhirnya membentur sebuah jendela kaca.
"Hampir saja, sampah sepertimu mengacaukan hal baikku!" ucap Tuan Yu sambil menyeringai jahat.
Dari kejauhan Jiangjun masih mengkhawatirkan keadaan Nuannuan.
"Nuannuan ... cepat sadar, sadarlah ...."
Tapi Tuan Yu sudah memeluk tubuh Nuannuan dan ingin membawanya pergi dari tempat itu.
"Ayo, aku akan membawamu melihat hal besar," ucap Tuan Yu.
Sementara Wei Nuannuan masih melihat Jiangjun yang masih terluka, "Tuan Jiang ...."
...⚜****Kamar 666⚜...
Ternyata Tuan Yu membawa Wei Nuannuan pergi ke dalam sebuah kamar hotel. Ia dibaringkan di atas ranjang lalu Tuan Yu mulai melepas jas yang ia pakai dan membuangnya ke sembarang arah.
"Ah ... panas ... panas sekali ...."
"Tidak usah buru-buru! Biarkan aku mendinginkanmu!"
Kini Tuan Yu mulai melepas satu persatu kancing kemejanya lalu bersiap untuk berbuat hal yang tidak senonoh pada Wei Nuannuan.
Belum sempat hal itu terjadi, pintu kamarnya didobrak oleh seseorang.
...BRAK!...
Tuan Yu menoleh, "Siapa?"
"Aku!" teriak Qinli yang datang sebagai pahlawan untuk Wei Nuannuan.
Di belakang Qinli ada Jiangjun yang selalu bersamanya.
"Dasar gila! Kau tidak ada habis-habisnya, ya? Apa kau tau siapa ...."
Belum sempat menyelesaikan ucapnya, satu bogem mentah berhasil mengenai wajah Tuan Yu.
...BANG!...
"Aku ... " ucap Tuan Yu dengan wajah penuh memar.
__ADS_1
Tubuh Tuan Yu sempat menghantam tembok kini sudah jatuh terduduk, hingga ia pun pingsan. Melihat Wei Nuannuan semakin meracau, Qinli segera menyuruh Jiangjun untuk membawanya pergi.
"Tuan Jiang, bawa dia pergi!"
"Baik!"
"Panas ... panas sekali!" racau Wei Nuannuan sepanjang jalan saat digendong Jiangjun.
Banyak pertanyaan yang menghinggapi Jiangjun saat itu, hingga sesampainya di kamar mereka, Wei Nuannuan langsung dimasukan ke dalam bathup agar tubuhnya terendam air. Siapa tau bsia membantu menurunkan suhu di tubuh Wei Nuannuan, begitulah pemikiran Jiangjun.
Dengan wajah berseri-seri Jiangjun melapor pada Qinli.
"Bos, dengan begini akan membuatnya tenang, 'kan?" hanya Jiangjun pada Qinli.
"Ide bagus! Itu akan cepat meredakannya," ucap Qinli sambil mengarahkan sebuah jempol pada Jiangjun.
"Untung saja ini hanya obat biasa, jadi aku bisa menggunakan akupuntur untuk menghilangkan efeknya, seharusnya sebentar lagi dia akan siuman," batin Qinli.
Benar saja, setelah itu Wei Nuannuan berhasil sadar. Ia pun mengusap kepalanya yang masih terasa pusing.
"Hm? Di mana ini?" tanya Wei Nuannuan kebingungan.
Jelas saja saat ini ia masih berada di dalam bathup yang masih penuh dengan air.
Qinli menoleh, "Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau bisa muncul di Pulau Selatan?"
"Eh, Kak Qin, Tuan Jiang kenapa kalian bisa di sini?" tanya Wei Nuannuan bingung.
Lalu Wei Nuannuan langsung menceritakan semuanya pada Qinli dan Jiangjun.
"Itulah yang terjadi."
Sambil terus menangis Wei Nuannuan menceritakan hal itu.
"Keluarga Wei sudah hancur, kakakku juga ... hanya aku seorang yang berhasil kabur ...."
Melihat hal itu emosi Jiangjun langsung meluap. Ia pun melampiaskan kekesalannya dengan menonjok dinding di sebelahnya.
"Keluarga Tersembunyi sialan itu, bisa-bisanya menusuk dari belakang. Keluarga Zhuge, 'kan? Aku sudah ingat, kami pasti akan membalaskan dendam untukmu!" ucap Jiangjun berapi-api.
Sementara itu Qinli sedang memikirkan sesuatu.
"Meski Keluarga Wei bersekongkol dengan orang jahat, tapi bagaimana pun mereka adalah keluarga pertama di wilayah barat, Keluarga Zhuge memusnahkan mereka begitu mudah ... ini berarti kekuatan mereka sangat luar biasa," batin Qinli.
"Nuannuan, tetaplah di sini!" ucap Qinli.
"Kami akan melindungimu!" seru Jiangjun.
Wei Nuannuan yang terharu hanya bisa menangis dari dalam bathup. Ia sangat terharu. Di saat ada sekelompok orang yang ingin melenyapkan keluarganya, masih ada Qinli dan Jiangjun yang berjanji akan melindunginya.
Bahkan kedua lelaki itu tidak ada hubungan darah dengannya tapi dengan hati yang baik mau menerima kedatangannya.
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...