
Ternyata benar yang datang di hadapan Qinli saat ini adalah ketiga tetua yang diutus untuk melindungi Sekte Bumi.
"Itu ...."
"Hallo! Kita berjumpa lagi!"
"Kalian mau ke mana? Buru-buru sekali?"
Ketika Qinli mendekati ke arah mereka, seolah ketiga orang tersebut tidak mengenali Qinli.
"Sepertinya Anda salah orang, kami bertiga sama sekali tidak mengenal Anda, kamu pamit!"
"Qin ...." panggil salah satu kesatria dari arah belakang.
Namun, ucapan darinya tidak dihiraukan oleh Tetua Qin.
Salah satunya justru mendukung ucapan dari tu
Tuan Qin. "Diam! Apa kau sudah bosan hidup?"
Belum sempat Qinli mengajak mereka bertiga berbicara, rupanya mereka sudah melesat pergi meninggalkan kapal yang dinaiki oleh Qinli.
"Sampai jumpa lagi!"
"Sepertinya terjadi sesuatu di kota Feilong, aku harus segera kembali."
Sesuatu sedang terjadi di Sekte Bumi. Terjadi penyerangan dari salah seorang Keluarga Wei untuk membuat keonaran di sana.
"Murid-murid Sekte Bumi, dengarkan! segera lepaskan pakaian dan barang-barang yang berhubungan dengan sekte, keluar dari sekte, menyerah dan menunggu dihukum!"
"Bagi yang terus melawan ... akan dibunuh!"
Ternyata benar apa yang ditakutkan Qinli. Keluarga Lei benar-benar menyerang sekte bumi.
"Entahlah dari sini!" teriak Nona Mo Yao.
"Benar-benar keras kepala! Bunuh mereka!"
Tetua Ketujuh melihat ke arah langit dan langsung mengenali mereka.
"Mereka adalah sekumpulan orang yang menculik kultivator wanita!" teriak Tetua Ketujuh.
"Penampilan orang-orang ini mirip dengan sekumpulan orang yang ikut acara pelelangan waktu itu, apa mereka datang untuk membalas dendam kepada guru?"
Belum sempat keduanya menyerang ternyata dari arah belakang rubah milik Qinli ikut melindungi Sekte Bumi.
"Yang menerobos masuk!"
"Akan mati!" teriaknya.
__ADS_1
"Argh!"
Hanya membutuhkan beberapa detik para prajurit itu bisa dilumpuhkan oleh rubah milik Qinli.
"Aku tidak menyangka sekte sekecil ini mempunyai petarung Alam Reinkarnasi."
Saat kedua pemimpin dari Keluarga Wei itu hampir menyerang rubah milik Qinli ternyata dari belakang Qinli yang membuat keduanya hingga lumpuh.
"Siapa itu?" teriak orang-orang yang melihatnya.
"Aku adalah ketua dari Sekte Bumi."
Kini Qinli berada di hadapan orang-orang Keluarga Wei.
"Dilihat dari pakaian mereka ... orang-orang dari Keluarga Wei," gumam Qinli.
Tentu saja pemimpin dari Keluarga Wei marah ketika melihat Qinli yang tidak takut akan gertakan darinya.
"Bocah kau benar-benar tidak takut mati, ya. Kalau begitu ...."
"Matilah!"
Dengan segera Pemimpin Keluarga Wei mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang Qinli. Namun, belum sempat ujung kukunya menyentuh Qinli di hadapan Qinli terbentuk sebuah kubah raksasa yang membuat perlindungan untuk Qinli.
"Ini ...."
Ternyata kakek dari Nona Han yang membuat kubah tersebut. Saat ini bahkan ia sedang menyerang Pemimpin Keluarga Wei.
"Pun ... puncak hidup dan mati!"
"Tidak disangka Sekte Bumi sekecil ini bisa mempunyai Petarung Puncak Level Hidup dan Mati."
"Namun ...."
"Bagaimana bisa ...."
"Sekali pun puncak hidup dan mati, juga tidak akan bisa membuatku takut!"
Sesaat kemudian pemimpin Keluarga Wei sudah berubah bentuk dengan meningkatkan level skill kekuatannya.
"Ini ... aura iblis? Bukan, lebih kompleks dari aura iblis ...."
"Apakah ini tujuan dari Keluarga Wei menculik beberapa kultivator wanita berapa tahun ini?"
Saat Keluarga Wei lengah, Kakek Nona Han menyerangnya.
"Jurus ajaib apa ini! Kekuatannya meningkat melebihi yang seharusnya!" teriak Kakek Nona Han yang ingin menyerang Pemimpin Keluarga Wei sekali lagi.
Mengetahui hal ini sangat berbahaya sinly menyuruh beberapa pemimpin Sekte Bumi untuk menyingkir.
__ADS_1
"Yufei, Ling'Er, jauhi tempat ini dulu!"
Namun, bukannya menuruti Qinli, Ling'Er justru mengkhawatirkan keselamatan gurunya tersebut.
"Guru!"
Yufei menghalangi langkah Ling'Er yang hendak menerobos masuk.
"Gurumu benar, kita harus segera menjauhi tempat ini agar gurumu bisa fokus melawannya!"
Dalam beberapa waktu saja Qinli sudah mengeluarkan kekuatan armor pemecah langitnya.
"Hpmh! Hanya Petarung Puncak Pemecah Langit saja!" teriak Pemimpin Keluarga Wei pada Qinli.
...SWOOSH...
"Serangannya sangat kuat! Bahkan tubuhku yang sudah melewati perubahan pun tidak dapat menahan serangannya," gumam Qinli.
...BRUAK... DUARR!!...
"Argh! Kekuatan ini sedang menggerogotiku!" ucap Qinli sambil memegang dadanya yang terkena serangan itu.
Tetua lain membantu memegangi Qinli yang sedang terluka. "Tetua Qin ... kau kenapa?"
"Ha ha ha ... kekuatan ini jauh lebih hebat berkali-kali lipat dari aura iblis, kalau mengenai prajurit biasa, dalam sekejap dia akan mati di tempat!" ucap Pemimpin Keluarga Wei seolah mengejek Qinli.
"Ternyata Tetua Qin masih bisa bertahan, sungguh membuatku kagum!"
Hanya dalam sepersekian detik, Qinli tumbang. Sebelum ia pingsan, Qinli masih bisa melihat t
Tetua dan Pemimpin Keluarga Wei bertarung.
Di bawah kesadarannya, kekuatan dalam Qinli betarung satu sama lain.
"Sssh... kekuatan Spiritual Hitam itu lagi."
Namun, teratai milik Qinli mampu menetralkan racun yang dihasilkan oleh Kekuatan Pemimpin Keluarga Wei.
Teratai yang berada di dada Qinli terus bersinar mengeluarkan kekuatannya.
"Metode Pikiran Penguasa Surgawi? Apa harus menungguku hampir mati baru keluar?"
Sementara itu di alam biasa, Pemimpin Keluarga Wei berhasil mengalahkan Tetua.
"Sudah cukup!"
Tangan Pemimpin Keluarga Wei mencengkeram erat leher Tetua, lalu melemparkannya ke atas.
...BRAK!...
__ADS_1
"Matilah!"
Pemimpin Keluarga Wei mengarahkan tendangannya sekali lagi ke arah Tetua hingga ia jatuh terpelanting ke bawah.