MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 142


__ADS_3

"Kalian tidak berencana meninggalkan aku di sini, 'kan?" tanya Qingyin dari lantai dua.


Beberapa saat kemudian Qingyin sudah melompat dari ketinggian tersebut dan berdiri di hadapan Qinli dan Kakek Badao. Sejenak membuat Qinli terkejut akan kemampuan istrinya yang sudah jauh meningkat.


"Bagaimana mungkin aku tidak ikut menyelamatkan ibu dan ayah mertua," ucap Qingyin dengan tersenyum ke arah Qinli dan Kakek Badao.


Kakek Badao terkejut akan aura yang dimiliki Qingyin.


"Aura ... tubuh gadis ini serasa seperti pernah melihatnya di suatu tempat."


"Kalau begitu ayo pergi bersama," ajak Kakek Badao.


"Terima kasih Kakek Badao."


"Sesampainya di sana kau harus tetap mengikutiku," ucap Qinli.


"Iya."


Perjalanan pun segera di mulai. Mereka pergi ke sebuah lembah di tempat yang sangat tersembunyi dengan mengandalkan kekuatan mereka.


🍂Dua hari kemudian.


Kini mereka telah sampai di sebuah lembah dengan berjalan kaki, lebih tepatnya hampir sampai dengan lokasi Qin tersembunyi. Qinli berjalan lebih dahulu dengan membawakan tas jinjing Qingyin. Sedangkan Qingyin berada di tengah sambil melihat kanan kiri. Di posisi belakang ada Kakek Qin Badao yang mengawal mereka.


"Aku tidak pernah tahu Yanxia punya tempat seperti ini?" ucap Qingyin penasaran dengan keadaan sekitarnya.


"Di sini menggunakan pembatas untuk membatasinya dengan dunia luar. Orang luar tidak dapat melihat ini. Di depan adalah rumah Keluarga Qin."


Tiba-tiba saja terdengar suara berisik dari semak-semak, membuat Qinli sedikit waspada akan hal itu. Ternyata di batang pohon tepat pintu gerbang masuk Kediaman Keluarga Qin ada seekor ular raksasa yang sedang melilit di batang pohon tersebut. Ular itu membuka mulutnya lebar-lebar dan bersiap untuk menyerang Qinli yang kebetulan berada di posisi depan.


...SSHHH ......


"Awas!"

__ADS_1


Kakek Badao langsung menyerang ular itu dengan kekuatannya.


"Binatang sialan, bahkan anggota keluarga sendiri juga tidak kenal?"


Hanya satu kali pukulan dari Kakek Qin Badao bisa membuat ular tersebut hingga membentur pohon di sampingnya.


...BAM!...


Sesaat kemudian para pengawal Keluarga Qin tersembunyi muncul dari balik pohon.


...SRASH!...


"Siapa kalian? Beraninya menerobos masuk wilayah Keluarga Qin?"


Kakek Qin Badao maju dan menjawab pertanyaan dari para pengawal tadi.


"Aku Qin Badao!"


Mereka terkejut akan kedatangan Qin Badao ke tempat itu.


"Dasar pengkhianat, masih berani pulang!"


"Tangkap dia dan bawa ke aula!"


Setelahnya ketiga orang itu dibawa ke hadapan Tetua Tertinggi Keluarga Qin. Di hadapannya kini ada seorang lelaki tua, dengan kumis dan rambut berwarna kuning emas sedang duduk diatas kursi pimpinan Keluarga Qin, dialah Qin Xiaotian. Sedangkan di sampingnya adalah Qin Zhan, putra dari Qin Xiaotian.


"Kau benar-benar putra dari Qin Yalei?" tanya Qin Xiaotian sambil bersedekap dada.


Belum sempat Qinli menjawab, putra Qin Xiaotian malah ikut mengejek tentang status Qinli.


"Anak pecundang tetap pecundang. Kau tumbuh besar di dunia sekuler, lalu kenapa kalau kau bermarga Qin? Mungkin kultivasi pun tidak ada, kan?" ucap Qin Zhan.


Merasa tidak terima, Kakek Qin Badao ingin membela cucunya itu, tetapi tangan Qinli memberikan isyarat agar beliau tidak ikut campur dalam hal ini. Qinli merentangkan sebagian tangannya saat Kakek Qin Badao hendak maju.

__ADS_1


"Qinli adalah ...."


Sama-sama tidak suka dengan kehadiran Qinli maupun Qin Badao, Qin Xiaotian menggertak Qin Badao.


"Qin Badao, waktu itu kau sendiri yang meninggalkan Keluarga Qin. Sesuai aturan keluarga, seharusnya kau ke gua meditasi untuk merenungkan perbuatanmu selama sebulan."


"Aku melanggar aturan keluarga, aku bersedia menerima hukuman. Tapi Qinli adalah keturunan Keluarga Qin, seharusnya dia diterima di Keluarga Qin."


Jengah akan ucapan Qin Badao, Qin Xiaotian mengerahkan para pengawal untuk menyeret Qin Badao pergi.


"Bawa dia turun!"


"Kakek Badao!" ucap Qinli panik ketika melihat Qin Badao dibawa oleh beberapa pengawal keluar ruangan.


"Tenang saja, waktu sebulan cepat berlalu, aku anggap ini sebagai meditasi tertutup."


Sebelum pergi, sorot mata Kakek Qin Badao mengirimkan pesan pada Qinli yang saat itu sedang menatap kepergiannya.


"Cepat pergi cari Tetua Ke-empat!"


"Masih belum saatnya untuk menimbulkan konflik."


"Bagaimana bisa kau memanggil si tua itu dengan sebutan kakek? Pecundang tetaplah pecundang, keluarga kami tidak membutuhkan pecundang!"


"Tarik Qinli keluar, wanita itu tetap di sini!" gertak Qin Zhan.


"Dia istriku! Meski kau tidak menganggapku sebagai Keluarga Qin, setidaknya kau harus menganggapku sebagai tamu. Cara kalian memperlakukan tamu benar-benar membuat malu Keluarga Tersembunyi."


Kini Qin Xiaotian ikut-ikutan menggertak dan merendahkan Qinli


"Waktu itu, Keluarga Qin menderita kerugian besar karena kedua orang tuamu. Sudah bagus membiarkanmu hidup."


"Jika kau menginginkan kekayaan, reputasi dan sumber daya Keluarga Qin dan menolak untuk pergi, maka aku akan menggunakan kekerasan!"

__ADS_1


Karena para pengawal sudah mengelilingi dan mengepung Qinli, Qingyin menjadi ketakutan.


"Suamiku ...."


__ADS_2