MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 25


__ADS_3

Tanpa banyak perkataan Direktur Jiang segera maju dan menghadapi Ketua Liu.


"Hallo, Manager Jiang, aku adalah ketua Perusahan Kosmetik Tianying, Liu Qiuxin, dan disebelahku ini adalah Manager Chen perusahaan kami."


"Barusan kau yang memarahi nona besar Keluarga Jiang?" ucap Direktur Jiang.


Bukannya meminta maaf, Manager Liu dan temannya malah semakin mengadu pada Direktur Jiang.


"Manager Jiang ini ... ini hanya salah paham!"


"Aku kesini untuk menghadiri pertemuan pertukaran, siapa sangka dia memukuliku!"


"Benar, lihat wajah Liu Qiuxin yang dipukuli, mereka berdua telah menindas partner bisnis Grup Jiang, kalian harus mengurus masalah ini!"


"Kalian dari Perusahaan Tianying bukan?" tanya Direktur Jiang.


"Benar," jawab mereka kompak.


"Kontrak dibatalkan! Grup Jiang akan membayar penaltinya."


"Manager Jiang, apa Anda salah?"


"Ini tidak benar, bukankah seharusnya menghukum mereka?" ucap mereka tidak terima.


"Tidak, aku tidak salah!"


"Kalian telah mencaci maki nona besar kami!" sambil menunjuk pada Jiangran.


"Mencaci maki pemegang saham kedua terbesar di Grup Jiang Yangcheng," menunjuk pada Qingyin.


"Mencaci maki teman Tuan Muda Jiang kami!" menunjuk pada Qinli.


"Tidak! Tidak mungkin, Chu Qingyin dulunya bawahanku, bagaimana mungkin menjadi pemegang saham di Grup Jiang? batin Manager Cen.


"Tidak disangka mereka punya latar belakang yang kuat, kalau tau dari awal, aku tidak akan membantu wanita tua ini!"


Sedangkan Kak Liu hanya bisa menyesal sekaligus tak terima.


"Aku, Jiangran, baru pertama kali dicaci maki oleh orang. Chuxue, tolong urus semua ini!"

__ADS_1


Dengan segera, Direktur Jiang segera mengusir mereka.


"Kalian pergi sendiri, atau aku yang menyuruh satpam untuk mengusir kalian!"


Sementara itu, Jiangran mengobrol dengan Qinli.


"Bagaimana, kedatanganku di pertemuan ini sudah benar kan?" ujar Jiangran dengan tersenyum.


"Terimakasih banyak," ucap Qinli kemudian.


"Kalau mau berterimakasih, tuangkan segelas air untukku," ucapnya sambil menyodorkan gelas kosong ke arah Qinli.


Belum lagi ditambah dengan gaya merayunya membuat Qingyin cemburu.


"Aku saja, aku harus berterima kasih kepada Nona Jiangran atas masalah hari ini!"


Tanpa menunggu lama, Qingyin meraih gelas itu dari tangan Jiangran.


"Kau adalah ..."


"Dia istriku, Chu Qingyin ..." ucap Qinli memperkenalkan.


Lalu setelahnya kedua wanita itu saling memperhatikan satu sama lain dengan tangan yang memegang gelas kosong itu secara bersamaan.


"Istri Qinli? Oh ... aku ingat, kakakku pernah bilang bahwa Qinli sudah menikah, tenyata dia istrinya," batin Jiangran.


"Tenyata Nona Chu, Qinli adalah temanku, pekerjaan ini tidak seberapa. Hanya menuangkan air saja, tidak perlu repot-repot," ucap Jiangran ketika gelas kosong itu sudah berada di tangan Qingyin.


"Nona Jiang punya kepribadian yang terus terang,


tapi aku tetap ingin menggantikan suamiku untuk berterimakasih pada Nona Jiang."


Lalu kedua wanita itu saling membelakangi, hingga membuat Qinli sedikit takut.


"Intuisiku mengatakan lebih baik meninggalkan


mereka dulu," batin Qinli.


"Ehem ... aku pergi ke ..."

__ADS_1


Belum sempat Qinli selesai bicara, kedua wanita itu sudah memotong perkataan Qinli.


"Kau tidak boleh pergi kemana-mana!" teriak Jiangran dan Qingyin secara bersamaan.


"Aku hanya ingin pergi ke toilet ..." ucap Qinli pasrah.


Ahirnya mereka mengijinkan Qinli pergi.


.


.


"Dua wanita ini benar-benar menakutkan, seperti perkataan tiga wanita cukup untuk membuat drama."


Tiba-tiba Direktur Jiang kembali unggul.


"Ternyata Tuan Qin juga ada yang ditakuti."


"Benar-benar tidak habis pikir, tadinya mereka baik-baik saja, tapi tiba-tiba mereka menjadi emosional..."


"Itu karena Anda terlalu istimewa."


"Oh iya, ada sesuatu yang ingin aku berikan pada Jiangze, apa kau bisa membantuku memberikannya."


Lalu Qinli mulai merogoh sakunya.


"Hm .."


Qinli lalu menyerahkan sebuah flashdisk pada Direktur Jiang.


"Aku ingin mencari keberadaan orang yang ada di dalam ini, tolong beritahu Jiangze untuk membantuku mencari ke seluruh negeri."


"Identitas orang-orang ini sangat dirahasiakan dan sangat penting bagiku."


"Terimakasih untuk kepercayaan Tuan Qin, aku pasti akan langsung memberikannya."


"Jadi Tuan Qin akan kembali ke ruang pertemuan tidak?"


Direktur Jiang sengaja menggoda Tuan Qin dengan perkataannya barusan. Ia amat tau jika Qinli tidak terlalu bisa menghadapi perempuan, oleh karena itu ia sengaja menggodanya.

__ADS_1


"Tidak, aku langsung pulang saja!" ucapnya sambil membuang muka karena malu.


Benar saja, sesaat kemudian Qinli dan Qingyin sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang. Keduanya terdiam satu sama lain tanpa ada pembicaraan di dalam mobil. Qingyin membuang muka ke luar dan Qinli fokus menyetir. Hingga Qinli mulai mengajak berbicara istrinya yang terlihat cemburu itu.


__ADS_2