
"Tidak apa-apa. Lukaku sebelumnya masih belum sembuh. Aku memuntahkan gumpalan da-rah tadi dan sudah jauh lebih baik sekarang."
Qinli tersenyum ke arah Feifei agar ia tidak khawatir.
"Ternyata begitu ...."
"Ngomong-ngomong, siapa lelaki barusan?"
Saat ini, Qinli masih menyembunyikan tiga jarum akupuntur miliknya di tangan sebelah kanan yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya.
Feifei lalu menjelaskan apa yang ia ketahui.
"Lelaki menyebalkan itu adalah Tuan Muda Gu, dia itu lelaki mesum. Dari dulu, keluargaku selalu berselisih dengan keluarganya."
"Mereka bilang kau adalah istri kesembilannya, apa dia punya lebih dari satu istri?" tanya Qinli yang sudah dipenuhi dengan ribuan pertanyaan di dalam pikirannya.
Dengan entengnya Feifei mengatakan jika hal tersebut sudah biasa.
"Benar, memangnya ada yang aneh? Aku juga mempunyai lebih dari sepuluh ibu."
Tentu saja wajah Qinli berubah menjadi masam saat ini. Bagaimana bisa hal poligami menjadi kebiasaan di sana.
"Kelihatannya aku harus segera menemukan Zitan dan yang lainnya."
"Hari sudah mau gelap, lukamu juga masih belum sembuh, ayo kita pulang!" ajak Feifei sambil menarik lengan Qinli.
"Oh, oke."
"Ngomong-ngomong, apakah ada tempat yang lebih sedikit energi spiritual di dekat sini?"
"Energi spritual di sini terlalu padat untukku dan membuat lukaku menjadi semakin parah."
__ADS_1
"Ada! Hutan Changming!" seru Feifei sambil menoleh.
"Energi spritual di sana sangat sedikit, juga tidak begitu banyak orang ke sana. Hanya seratus mil di sebelah timur Kota Tianxu. Biar aku antar ke sana," ucapnya kemudian.
Qinli meminta maaf karena ia tidak mau merepotkan Feifei lagi.
"Tidak usah repot-repot. Kau sudah banyak membantuku, aku bahkan tidak tahu bagaimana berterima kasih padamu. Lebih baik aku pergi sendiri saja!"
"Apa kau yakin? Dengan kekuatanmu yang sekarang, takutnya ...."
"Tidak usah khawatir. Aku masih bisa kabur kalau bertemu bahaya."
"Baiklah, kalau begitu hati-hati di jalan."
Feifei melambai ke arah Qinli lalu berpamitan. Begitu pula dengan Qinli yang melakukan hal sama. Qinli menangkupkan kedua tangannya di depan dada lalu berpamitan.
"Terima kasih, Nona Qiao, jaga dirimu."
Sepuluh hari kemudian di Hutan Changming.
"Apakah ada prajurit yang sedang bertarung di sini?"
Saat merasakan jika lokasinya tidak terlalu jauh, Qinli memastikannya dengan mencari sumber suara tadi. Ia melompat di antara bebatuan besar yang berada di sungai. Qinli terkejut ketika menyadari jika orang-orang yang berkelahi tadi adalah orang-orang dari Qiao.
"Qiao? Orang-orang dari Keluarga Qiao?" gumam Qinli ketika melihat ada tiga prajurit terluka di sana.
"Mereka masih bernapas. Aku akan mencoba mengobati mereka sekalian menguji kekuatanku sudah pulih berapa banyak."
Qinli menyiapka tiga jarum akupuntur lalu segera menyerang ketiga prajurit yang sedang terluka itu. Sesaat kemudian, ketiga prajurit tadi telah siuman.
Mereka tidak menyangka jika ada orang baik yang menyelamatkan mereka.
__ADS_1
"Lukaku sembuh? Selain itu aku merasa tubuhku semakin kuat!" ujar mereka kagum akan kejaiban yang terjadi saat ini.
Salah seorang prajurit tersebut melihat Qinli lalu menyapanya.
"Kau adalah ... pria yang diselamatkan oleh Nona Qiao?"
"Barusan Anda yang telah menyelamatkan kami?" ujar prajurit lainnya.
Qinli tersenyum.
"Benar, apa yang terjadi pada kalian?" tanya Qinli penasaran.
"Tuan Muda Qiao memerintahkan kami untuk mengantar sesuatu. Namun, kami dirampok di tengah jalan. Untungnya Tuan menyelamatkan kami. Bolehkah kami tahu nama Tuan?"
"Namaku Qinli, hehehe, senang bisa membantu kalian," ucap Qinli.
Ketiga prajurit tadi segera memberikan hormat pada serta berpamitan.
"Terima kasih atas kebaikan Tuan Qin! Namun, kami akan membalas kebaikan Anda di lain hari!"
"Kalian bertiga terlalu sungkan," ucap Qinli tidak enak hati.
"Karena kalian masih ada urusan, maka aku tidak akan mengganggu lagi."
Sesaat kemudian, ketiga prajurit itu segera melesat pergi. Kultivasinya udah mau End.
"Kultivasiku sudah hampir pulih sepenuhnya."
"Namun, orang-orang di tempat ini semuanya adalah prajurit level tinggi, lebih baik aku mencari kesempatan untuk meningkatkan kekuatanku dulu baru mengambil tindakan selanjutnya."
👑Kediaman Qiao, di kota Tianyong.
__ADS_1
Begitulah keseluruhan ceritanya. Ternyata ketiganya membuat laporan dan ia setorkan tersebut dengan posisi menunduk.
"Oh, tidak di sangka Feifie menyelamatkan orang berbakat. Kali ini, perjalanannya ke alam rahasia akan semakin aman," ujar Tuan Muda Qiao.