MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 243


__ADS_3

Namun, Sang Ketua justru semakin erat menggenggam pendiriannya.


Chu Zitan yang mendengar percakapan itu hanya bisa menebak-nebak. "Kakak ipar mengalah? Tidak mungkin!"


Terlihat di bagian belakang seorang prajurit bertopeng sudah bersiap-siap untuk mengayunkan pedangnya ke arah salah satu tangannya sendiri.


"Darah sebagai panduan, bulan muncullah!"


Srash! Tangan yang terluka tersebut diayunkan ke atas, sehingga darah seolah mengenai rembulan. Di sisi lain pedang yang digunakan itu jatuh ke tanah, lalu orang-orang di hadapannya pun mengikuti apa yang diucapkan oleh prajurit tersebut.


"Bulan sebagai panduan, jiwa muncullah."


Seketika suasana menjadi lebih mencekam. Apalagi hanya dalam beberapa detik muncul sosok tinggi besar yang tidak terlihat wajahnya.


"Ini ... kekuatan jiwa?"


"Kekuatan jiwa yang begitu besar, sudah berapa banyak orang yang dibunuh oleh Keluarga Lei?"


Pertanyaan-pertanyaan itu muncul begitu saja di dalam benak Chu Zitan. Sementara itu sang ketua justru tersenyum karena melihat banyaknya pengorbanan yang telah ia lakukan dan sebentar lagi apa yang menjadi keinginannya akan terwujud.


"Akhirnya! Akhirnya! Begitu jiwa wanita itu tiba, Keluarga Lei akan menjadi yang terhebat di seluruh daratan!"


Tawa renyah keluar dari mulut sang tetua Keluarga Lei. Sang prajurit yang memimpin jalannya ritual begitu terkejut karena melihat rembulan tiba-tiba saja menggelap padahal bayangan wanita tersebut belum sampai di tempat tersebut.


"Aneh, belum waktunya gerhana bulan, tetapi kenapa langitnya menjadi gelap?"

__ADS_1


Ketua dari Keluarga Lei juga memandang ke arah yang sama. Ia juga melihat jika bulan yang semula purnama tiba-tiba saja akan tertutup oleh lingkaran gelap yang menandakan jika waktu gerhana bulan akan segera tiba.


"Mungkin ... ia muncul lebih awal. Bagaimana pun itu sudah menjadi prediksi ratusan tahun yang lalu, mungkin ada sedikit kesalahan namun itu tidak apa-apa."


Keanehan semakin terjadi ketika lingkaran gelap tersebut sudah berada di tepat di tengah rembulan, tiba-tiba saja semua energi yang berada di bawah ikut tertarik masuk ke dalam pusaran yang diciptakan oleh bulan tersebut.


"Tidak! Ini bukan gerhana bulan!" teriak mereka terlihat panik.


MATAHARI GELAP MEMBAKAR LANGIT!


"I ... ini ....!"


"Ternyata Qinli masih belum mati."


"Itu kakak ipar!"


"Dia sudah datang!" Chu Zitan tampak menoleh ke arah kedatangan Qinli.


"Kepala keluarga, tolong!"


"BOOM!"


Wush ... wush ... wush


Satu persatu dari tubuh mereka terbakar habis oleh api abadi yang dimiliki oleh Qinli. di saat itulah Qingyin bisa memeluk adik perempuan satu-satunya Chu Zitan.

__ADS_1


"Kakak!"


"Zitan, kau pasti sangat menderita!"


BAM!


Tiba-tiba saja sebuah armor berwarna ungu yang bertubuh besar menatap ke arah ketua keluarga Lei. Namun, ia berdiri tepat di tengah-tengah Qingyin dan juga Chu Zitan.


"Tidak kusangka ...."


"Kalian bisa selamat dari Formasi Petir Nirwana."


Saat itu Qinli berada tepat di belakang tubuh ketua Keluarga Lei. ”Bisa-bisanya si Tua Bangka ini menjadikan anak buahnya menjadi tamenng


"Chu Qingyin masih berani datang ke sini. Ya, kalau begitu, aku tidak sungkan lagi."


"Bawa Nona Zitan pergi beristirahat, nanti kita lanjutkan ritualnya!"


"Baik!" Tampak kedua prajurit sudah bersiap menangkap Chu Zitan.


"Kakak!"


"Zitan!"


Saat Qingyin sudah menyerang ke arah armor itu, rupanya Chu Zitan sudah dibawa kabur. "Zitan!"

__ADS_1


__ADS_2