
Ternyata Hong Ming dan Chu Zitan membawa Qingyin kembali ke tempat prasasti. Hong Ming memaksa Qingyin untuk membuka pintu prasasti tersebut agar ia bisa masuk ke dalam dunia tersembunyi di dalam prasasti.
"Kau kira dengan trik kecilmu itu dapat membohongiku?"
Hong Ming mendorong tubuh Qingyin ke arah prasasti. Qingyin menoleh dan menatap tajam ke arah Hong Ming.
"Kalau kau bisa, cari cara sendiri untuk masuk!"
Saat Qingyin berbalik, tidak di sangka Chu Zitan malah menghadiahi kakaknya itu dengan sebuah tamparan.
PLAK!
Sudut bibir Qingyin mengeluarkan darah. Geram dengan tingkah adiknya, Chu Zitan. Maka Qingyin menampar balik wajah adiknya itu sambil berteriak, "Sadarlah!"
Bukannya tersadar, Chu Zitan malah mencengkeram erat leher Qingyin hingga membuatnya kesulitan bernafas. Secara tidak sengaja tubuh Qingyin menabrak prasasti tersebut hingga membuat pintu masuk dunia tersembunyi terbuka secara otomatis.
"Gawat! Tubuhku secara otomatis membuka jalur masuk Prasasti Batu!" ucap Qingyin di dalam hati.
Hong Ming yang melihat hal tersebut tersenyum lebar, ia memuji tindakan yang dilakukan oleh Chu Zitan, ia sangat memahami kakaknya tersebut. Tanpa ia sadari dengan hanya mendorong tubuh Qingyin ke arah Prasasti Batu, pintu spiritual tersebut terbuka.
"Kelihatannya adikmu ini sangat memahamimu!"
"Tidak disangka begitu mudahnya bisa menemukan rahasia Prasasti Batu!"
Akhirnya Hong Ming, Chu Zitan dan Qingyin sudah berhasil masuk ke dalam dunia tersembunyi di dalam batu prasasti tersebut. Hong Ming sangat terpukau dengan keadaan alam yang ada di sana. Tanaman bahan-bahan obat yang sangat murni dan bernilai tinggi bisa tumbuh dengan baik di sana.
"Tempat ini jauh lebih bagus dari yang aku bayangkan!"
Tangan kanan Hong Ming menyentuh salah satu tanaman obat, "Satu bahan obat di sini punya nilai yang setara dengan ratusan sampai ribuan pil obat!"
Dari kejauhan, Qingyin memandang ke arah Hong Ming. Ia sedang memikirkan cara agar bisa melawan Hong Ming.
"Aku tidak boleh membiarkannya mengambil apa pun yang ada di sini! Kalau sampai dia menjadi semakin kuat, kita akan mati!" ucap Qingyin di dalam hati.
Sementara itu Hong Ming masih melihat-lihat daerah sekitarnya. Ia tampak mengagumi bahan-bahan obat yang berasal dari tanaman obat yang tumbuh begitu subur di dunia tersembunyi. Sampai akhirnya Qingyin berteriak kepadanya.
"Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?"
Hong Ming menoleh, "Membuat kesepakatan?"
"Tidak ada ruginya bagimu. Apa kau ingin mendengarnya?"
"Coba katakan padaku!"
"Energi spritual bahan obat yang paling kuat di sini adalah raja obat yang ada di dalam sini!"
"Kalau bukan karena suamiku terburu-buru menyelamatkan orang, dia pasti sudah mendapatkan raja obat itu."
"Raja obat itu disembunyikan di tempat yang sangat rahasia. Kalau kau pergi mencarinya sendiri, takutnya kau sudah dibunuh oleh suamiku duluan sebelum berhasil menemukannya."
Wajah Hong Ming mulai berubah, ia menyipitkan matanya ke arah Qingyin, "Lalu apa persyaratanmu!"
__ADS_1
Qingyin tersenyum sambil bersedekap dada, "Biarkan aku keluar dari sini dengan selamat!"
"Baik, tunjukkan jalanmu!"
Di luar dunia tersembunyi, Qinli bersama ketiga temannya sedang sibuk melawan makhluk mutasi hasil eksperimen Hong Ming. Karena jumlah mereka sangat banyak, membuat teman-temannya kewalahan.
...BOOM!...
"Kenapa makhluk-makhluk ini tidak ada habisnya?" ucap Nona Mo Yao sambil melawan makhluk-makhluk mutasi tersebut.
"Kita tidak boleh terus terperangkap di sini. Kalian cepat pergi ke Prasasti Batu, aku dan tetua keempat akan menghadapi mereka," ucap Kakek Qin Badao menoleh ke arah Qinli.
Qinli menoleh, "Baik."
Setelah itu Qinli segera berlari menuju tempat Prasasti Batu, diikuti oleh Nona Mo Yao.
"Qingyin, tunggu aku!"
Akhirnya Qingyin bersama dengan Hong Ming dan Chu Zitan mencari kemana Raja Obat tumbuh. Mereka berjalan melewati beberapa pohon di tengah hutan dengan Qingyin yang memimpin di depan. Karena sekian lama berjalan belum menemukan raja obat, maka Hong Ming pun protes.
"Kenapa masih belum sampai? Apa kau mempermainkanku?"
Qingyin menoleh, "Nyawaku ada di tanganmu, mana mungkin aku berani mempermainkanmu?"
Qingyin membuka tanaman ilalang di depannya dan tersenyum, "Tenang saja!"
Sebenarnya Qingyin agak ragu dengan ingatan dewi yang berada di dalam tubuhnya.
Sesaat kemudian, ia pun menunjuk ke sebuah danau yang ada tanaman seperti bunga teratai yang dilingkupi sebuah kubah berwarna emas.
"Lihat, kita sudah sampai!"
"Yang memancarkan cahaya emas dan dilindungi oleh pembatas adalah raja obat."
Dengan sombongnya Hong Ming meremehkan kubah yang melingkupi teratai emas itu.
"Menghancurkan pembatas ini sangatlah mudah bagiku!"
"Jangan lupa dengan janjimu tadi!" teriak Qingyin.
...SWOOSH!...
...BOOM!...
Hong Ming benar-benar menggunakan tenaga dalamnya. Namun di luar dugaan, kekuatan dari Hong Ming terpental.
"Raja obat itu memang luar biasa!"
Sekali lagi Hong Ming mengeluarkan tenaga dalamnya.
...HIAT!...
__ADS_1
...BOOM!...
Kali ini kekuatan yang dikeluarkan Hong Ming jauh lebih besar dari saat ini. Namun sepertinya kekuatan yang digunakan malah mengenai gunung yang berada di belakang danau tersebut.
Terjadi ledakan yang luar biasa di sana, air danau bahkan sempat pasang dan naik ke atas.
...BOOM!...
"Ada apa ini!" ucap Hong Ming ketakutan.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Qing Yin, dan Chu Zitan.
"A-aku juga tidak tahu!" ucap Qingyin yang sama sekali tidak tau apa yang sedang terjadi di tempat itu.
Hong Ming menoleh menatap tajam ke arah Qingyin. Sesaat kemudian terjadi ledakan sekali lagi, ledakannya sampai mengenai Hong Ming.
"Argh!"
Hong Ming tersenyum, "Tidak disangka bahan obat ini mengandung energi yang tinggi."
Sikap ambisi Hong Ming memang tinggi, saat melihat kubah yang tadinya melindungi bunga teratai emas tadi hilang, ia segera melompat ke arah bunga tersebut.
...HIAT!...
Saat hendak menyentuh bunga tersebut, tangan Hong Ming terkena bubuk racun. Lalu sesaat kemudian tangannya terluka dan terdengar suara dentuman keras dari arah danau.
...BOOM!...
Sesaat kemudian terlihat tubuh Hong Ming terlempar ke luar danau.
"Argh!"
...SRASH!...
Mata Qingyin terbelalak, karena ia melihat kera raksasa api yang ia cari bersama suaminya.
...GROAR!...
Kera Raksasa Api yang ia cari muncul dan mengaum di sana. Qingyin sudah memasang kuda-kuda.
"Ternyata Kera Raksasa Api ada di sini!"
Hong Ming menyipitkan matanya dan menoleh ke arah Qingyin, "Kau mempermainkanku!"
Tidak mau melepaskan kesempatan emas itu, Qingyin segera berlari meninggalkan Kera Raksasa Api dan Hong Ming.
"Sudah membohongiku masih ingin kabur!"
Hong Ming merasa ditipu, ia pun marah, lalu mengumpulkan kekuatan dengan kedua tangannya untuk menyerang Qingyin yang melarikan diri.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1