MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 139


__ADS_3

Setelah memakan bahan obat Pil Zixin, kekuatan Qinli semakin meningkat tajam. Kilatan dan aura tenaga dalam milik Qinli kini berubah warna dari ungu menjadi kuning keemasan yang menandakan jika level tenaga dalamnya sudah meningkat ke level alam setengah dewa.


Cahaya keemasan milik Qinli memacar ke luar lembah, hingga ketiga orang di dekat lembah itu dapat merasakannya. Kehebatannya semakin terlihat ketika aura kekuatan Qinli berhasil menimbulkan sebuah ledakan seperti bom yang meledak hebat hingga ke angkasa.


...BOOM...


Ledakan itu membuat kedua lelaki di atas lembah terlempar beberapa meter dari bibir lembah, sementara salah seorang dari mereka berhasil menggunakan tenaga dalamnya untuk menahan ledakan kekuatan Qinli. Ia membuat sebuah bola lingkaran pertahanan diri untuk menghindari efek kekuatan besar berwarna kuning keemasan itu.


"Seumur hidup baru kali ini aku melihat aliran udara yang begitu kuat," ucap lelaki bertopeng dengan rambut putih yang menjuntai itu.


Ia mengira jika yang memiliki kekuatan besar itu adalah serigala penunggu bunga Teratai Api Putih.


"Jangan-jangan itu raja serigala ...." ucapnya penuh keterkejutan.


Padahal itu adalah pancaran kekuatan tenaga dalam Qinli yang berhasil naik satu level di atasnya.


...SRASH ... SRASH ... SRASH .......


Tubuh Qinli semakin memancarkan aura kuning keemasan. Qinli membantu Tuan Ye bangkit dan berdiri, tetapi di saat yang sama Tuan Ye terkejut dengan keadaan Qinli saat ini.


"Tuan Qin kau sudah mencapai level alam setengah dewa!" ucap Tuan Ye dengan terkejut.


Sementara itu perhatian Qinli terfokus pada makhluk penunggu Teratai Api Putih yang berwujud serigala putih sedang mengaum padanya dan bersiap untuk menyerangnya.

__ADS_1


...GROAR ......


Saat ini serigala itu ternyata membuat dua badai tornado besar dari pasir di dasar lembah. Tujuan utama badai tornado itu adalah menyerang Qinli dan Tuan Ye.


...WUSH ... WUSH .......


Semakin lama, kedua badai tornado itu semakib besar dan mendekati Qinli. Wajah Tuan Ye sudah berubah menjadi pias dan panik.


"GAWAT!" batin Tuan Ye.


Sedangkan Qinli masih membaca situasi keadaan di sana untuk mencari titik terlemah dari serigala tersebut.


"Tuan Ye kau ke atas dulu!" ucap Qinli.


Qinli menghunuskan Pedang Zhanlu tepat ke arah kepala serigala itu.


"Teratai Api Putih, harus aku dapatkan!" teriak Qinli.


"Hiat!"


...GROAR...


Dengan susah payah, Tuan Ye berhasil naik ke permukaan lembah, tetapi di saat yang sama terlihat tiga bayangan manusia di hadapannya.

__ADS_1


"Siapa kalian?" tanya Tuan Ye


"Lembah raja obat benar-benar punya reputasi bagus, tidak disangka bisa selamat dari Raja Serigala. Kelihatannya kau sudah mendapatkan Teratai Api Putih," ucap lelaki bertopeng dengan rambut putih itu.


"Bagaimana mungkin? Tapi bisa jadi orang di bawah jurang itu akan segera mendapatkannya," ucap Tuan Ye sedikit ketakutan.


"Orang ini berani datang kemari berarti dia sudah punya persiapan matang, kalau membiarkannya turun ke bawah ...."


"Kau ingin menipuku untuk turun ke bawah?"


"Kalau begitu aku harus menghabisimu!" ucapnya sambil mengarahkan kekuatannya pada Tuan Ye.


"Kau terlalu meremehkanku!"


Entah sejak kapan, tiba-tiba di tangan kanan Tuan Ye sudah memegang sebuah pedang panjang berwarna hijau dengan berhiaskan ukiran di kedua sisinya.


...TAK...


...BOOM...


Qinli dan serigala putih itu berhasil keluar dari lembah jurang tersebut, kini mereka masih bersiap untuk saling menyerang satu sama lain. Melihat hal itu, Tuan Ye juga mengingatkan Qinli akan kehadiran tiga orang baru di sana.


"Orang ini juga datang untuk merebut Teratai Api Putih!"

__ADS_1


__ADS_2