MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 177.


__ADS_3

Saat Qinli menoleh ia melihat sekelompok orang memakai pakaian hodie hitam dan memakai topeng sedang berjalan ke arahnya. Nona Ling'Er sontak menghela nafasnya karena terkejut.


"Huft ...."


"Ternyata bukan aku ...." gumamnya.


Sekumpulan orang tadi memiliki aura yang berwarna hijau dengan pandangan mata yang sa sekali tidak bersahabat. Melihat hal itu, pelayan wanita tadi mencoba menghalangi.


Dari tangga ia berdiri, Qinli memprediksi sesuatu, "Aura ini ... sedikit mirip dengan tekanan yang menyebar di dalam tubuh Qingyin."


"Tuan-tuan lantai atas adalah ...." pelayan wanita itu merentangkan tangan agar menghalangi jalannya sekumpulan orang tadi.


Namun, siapa sangka ternyata ia menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan pelayan wanita itu hingga ia terjatuh.


"Enyahlah!" seru orang yang berdiri di paling depan sambil menggunakan kekuatannya.


Bahkan Nona Ling'Er yang berada di sampingnya juga ikut terjatuh. Qinli melihat hal tersebut dan mengulurkan tangannya kepada Nona Ling'Er guna membantunya berdiri.


"Kau ...."


Seketika Nona Ling'Er kembali ketakutan dan menyuruh Qinli menjauh.


"Jangan sentuh aku!"


"Maaf Tuan-Tuan, silakan naik ke lantai dua."


Qinli yang penasaran dengan keadaan seperti itu, segera bertanya pada Nona Ling'Er.


"Ling'Er apa kau punya kesalahpahaman terhadapku?"


Melihat Nona Ling'Er yang ketakutan akhirnya membuat Qinli menyerah.


"Aih, lupakanlah!"


Sesaat kemudian sekelompok orang tersebut segera naik ke lantai dua. Namun, saat Qinli hendak melangkah, Nona Ling'Er menyentuh lengan bajunya meski dengan sentuhan jari yang agak berjarak.


Lalu sesaat kemudian ia mengatakan pada Qinli.


"Aku merasa beberapa orang ini sangat berbahaya,' seru Nona Ling'Er.

__ADS_1


"Kelihatannya orang-orang yang datang ke tempat pelelangan ini tidak ada sesederhana itu ...." gumam Qinli.


Setelah sampai di lantai dua, sesuai perkataan pelayan tadi, Qinli dan Nona Ling'Er dijamu dengan berbagai makanan lezat yang tersaji di atas meja. Nona Ling'Er akhirnya mengatakan sesuatu pada Qinli tentang alasan kenapa ia sangat takut jika bertemu dengannya.


"Apa? Ternyata kau selama ini mengira aku seorang iblis yang tersembunyi?"


"Benar!" ucap Nona Ling'Er pada Qinli.


"Sebenarnya yang kau katakan benar!"


"Aku memang seorang iblis!" ucap Qinli seolah sedang memperagakan diri seperti seorang iblis yang menakuti Nona Ling'Er.


Sontak saja ia terkejut dan hampir lari.


"Tolong!" teriak Nona Ling'Er.


"Hehehe ....!"


Mata Qinli menyala dan berwarna merah. Auranya pun berbeda, tetapi pada akhirnya Nona Ling'Er memasukkan sepotong buah ke dalam mulut Qinli hingga membuatnya tersedak.


"Uhuk, uhuk."


"Melalui pengamatanku terhadapmu akhir-akhir ini, aku sudah tidak mencurigaimu sebagai iblis, barusan aku hanya bercanda denganmu," ucap Nona Ling'Er dengan bangga.


Sementara itu Qinli memasang wajah masam ke arahnya.


"Dasar gadis licik."


Beberapa saat kemudian, Qinli memuntahkan potongan buah yang dimasukkan ke dalam mulutnya tadi, ternyata itu bukan potongan buah melainkan sebuah pil.


"Puft!"


"Pil obat ini milikmu?" tanya Qinli.


"Apakah ada orang lain di sini selain aku dan kau?"


"Kau bisa meracik obat?" tanya Qinli heran.


"Tentu saja!"

__ADS_1


"Aku punya banyak sekali pil obat jika kau mau."


Nona Ling'Er menyodorkan satu buah bungkusan pada Qinli.


"Untuk apa kau membawa banyak pil obat ke sini?"


"Kau baru pertama datang ke rumah pelelangan, kan? Rumah pelelangan Tianyuan berbeda dengan yang lain."


"Karena nilai lelang barang sangat tinggi, jadi mata uang lelang diganti dengan pil obat."


"Ternyata begitu!"


"Pil, obat, ya? Kalau seperti itu lebih mudah lagi."


"Kenapa kau bisa tahu banyak tentang ini?"


"Aku adalah pelanggan tetap di sini! Kalau bukan karena kali ini tidak punya barang berharga ...."


Belum sempat Nona Ling'Er melanjutkan kata-katanya, Qinli sudah menyela.


"Ngomong-ngomong mengenai barang berharga, bagaimana kau bisa menemukan tanaman spritual level enam yang langka di alam rahasia waktu itu?"


Sejenak Nona Ling'Er tidak menyangka jika Qinli akan menanyakan hal itu.


"Itu karena inderaku sangat sensitif, aku bisa merasakan gelombang energi spritual yang tidak dapat dirasakan orang biasa."


"Selain itu, energi spritual barang berharga di setiap lokasi berbeda ...."


"Sudahlah, jangan banyak bertanya lagi, pelelangan sebentar lagi akan dimulai!"


Benar saja, sesaat kemudian terdengar sebuah pintu raksasa terbuka.


KRAK


Sesaat kemudian muncul seorang wanita dengan membawa barang lelang.


"Halo semuanya, aku adalah Qingya, juru lelang kali ini. Selamat datang di acara pelelangan Tianyuan. Barang lelang kali ini jauh lebih langka dari sebelumnya."


"Aku yakin semuanya pasti sudah tidak sabar, kan? Kalau begitu mari kita mulai!"

__ADS_1


"Barang lelang pertama adalah formula pil level empat yaitu pil pemulihan spritual. Pil ini digunakan untuk memulihkan energi spritual prajurit dengan sangat cepat dan meningkatkan daya tahan mereka saat bertempur ...."


__ADS_2