MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 49


__ADS_3

"Wanita berbeda dengan pria, kalau wanita yang memakan pil Xisui biasanya tidak akan muncul situasi seperti Tuan Muda Jiang waktu itu," ucap Qinli setengah berbisik.


"Pahit sekali," ujar Qingyin yang langsung menelan pil itu secara langsung.


Tetapi Lian Qing masih memandangi pil miliknya itu, "Tidak disangka bos memberikan pil berharga ini padaku."


Ekspresi lain ditujukan oleh Nona Zhou, "Lumer di mulut, pil obat kapten ... sa-sangat manis."


Nona Zhou tampak berbohong karena dilihat dari ekspresinya yang menahan rasa pahit itu.


🍃Malam harinya


Qinli mulai bermeditasi seperti biasanya. Apalagi saat ini Qingyin istrinya sedang tertidur.


"Sejak terakhir kali ada penambahan kekuatan itu, daya tanggapku semakin lama semakin kuat."


Tubuh Qinli kini dikelilingi aura biru yang sangat indah. Ia pun akan mencoba kekuatan tenaga dalamnya.


"Aku akan coba, apakah formasi kumpulan iblis bisa berubah menjadi formasi kumpulan spritual untuk membantu orang berkultivasi."


Ia kemudian memusatkan energi dalam miliknya dan langsung mencobanya.


"Berhasil," gumam Qinli sambil tersenyum.


"Dengan formasi sihir ini, selain bisa dengan cepat


meningkatkan kultivasi diri, orang lain juga bisa mendapatkan hasil dua kali lipat dengan setengah usaha saat berlatih," gumam Qinli sambil mengepalkan salah satu tangannya dan tersenyum.


Tetapi tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar. Qinli segera menghentikan latihannya lalu membuka pintu. Dilihatnya di depan pintu kamarnya ada Nona Zhou dengan berpakaian tidur yang sangat seksi dan terbuka sedang duduk di sana.


"Ka-kapten .... " ucapnya manja.


"Aku merasa tidak enak badan, cepat tolong aku!"


Nona Zhou bangkit dan hendak memeluk Qinli tapi Qinli berhasil menghindar dengan cepat. Tetapi karena Qinli terlalu cepat bergerak membuat Nona Zhou terjatuh ke lantai.


"Kapten, tubuhku terlalu panas."


"Nona Zhou jaga sikapmu!" gertak Qinli.


"Aku berdandan seperti ini demi dirimu, apakah kapten tidak berdebar ketika melihatku seperti ini?"


"Aku adalah orang yang sudah berkeluarga, terima kasih atas kebaikan Nona Zhou," ucap Qinli tegas.


"Terus kenapa? Sudah menikah juga bisa bercerai!"


Nona Zhou lalu berdiri, "Lagi pula, aku sudah mencari tahu, kapten masuk ke Keluarga Chu waktu itu, Keluarga Chu juga tidak memberikan kapten keuntungan apapun!"


"Aku dan Qingyin adalah pasangan suami istri, aku sangat menyukainya."


"Hanya saja ada sesuatu yang tidak kau ketahui."


"Kapten hebat sepertimu pasti memerlukan lebih dari satu wanita di sisinya!"

__ADS_1


"Kak Qingyin jadi yang pertama, biarkan aku yang menjadi yang kedua."


"Nona Zhou, tolong kembali ke kamarmu!" seru Qinli sambil menutup pintu kamarnya dengan sangat keras.


Saking kerasnya, kening Nona Zhou terantuk di daun pintu.


Di dalam kamar, Qinli melirik istrinya yang sedang tidur. "Aku tidak akan mengkhianatinya!"


Tetapi sayang, Nona Zhou tidak hilang arah, ia tetap membujuk Qinli.


"Kapten! Aku bersungguh-sungguh .... "


"Pergilah! Aku harap lain kali kau tidak mencariku untuk tujuan ini lagi!" gertak Qinli dari balik kamar.


Sedangkan di luar kamar.


"Qinli, aku tidak akan menyerah, aku harus tidur denganmu!" gumam Nona Zhou.


🍃Sebulan kemudian.


Kini Qingyin, Jiangjun dan Lian Qing mengantarkan Qinli ke bandara. Tepat hari ini Qinli akan terbang ke Tianhai untuk ikut kompetisi prajurit.


Sebelum berangkat Qingyin berpesan pada Qinli.


"Suamiku, kau juga harus jaga keselamatanmu ketika di Kota Tianhai."


"Iya."


"Kalau begitu atas nama suamiku, aku berterima kasih padamu."


Qingyin bersedekap dada sambil tersenyum ke arah Nona Zhou."Wanita ini mencoba mempermalukanku dengan menggunakan identitasnya sebagai prajurit."


Setelah berpamitan, Kapten Xu, Qinli, Nona Zhou dan Xin Miusi naik ke dalam pesawat sambil melambaikan tangan ke arah Qingyin. Lalu Jiangjun mengajak Qingyin dan Lian Qing untuk pulang.


"Ayo, kita kembali."


Ketika menoleh Jiangjun dan Qingyin tidak melihat Lian Qing.


"Bukankah tadi ada di sini?" tanya Jiangjun heran.


Begitu pula dengan Qingyin yang kehilangan Liang Qing. "Eh, di mana Lian Qing?"


Sementara itu di dalam pesawat. Xin Miusi merasa kalau mereka seperti ada yang mengikuti.


Xin Miusi menoleh, "Kenapa aku merasa seperti sedang diawasi?"


Padahal pada kenyataannya Lian Qing sudah duduk di dalam pesawat dan sedang menutupi wajahnya dengan harian surat kabar.


"Bos, apapun itu, aku tetap akan mengikutimu!" batin Lian Qing.


Qinli sudah menemukan tempat duduknya dan Nona Zhou melihat hal itu, maka ia pun menggunakan cara selanjutnya. Saat Xin Miusi hendak melewatinya Nona Zhou menggunakan hal itu untuk beraksi.


Saat Xin Miusi berjalan melewati Nona Zhou, ia seolah di senggol olehnya, hingga ia terjatuh di atas tubuh Qinli.

__ADS_1


"Aahh ... "


Mata Qinli melirik ke arah Nona Zhou.


...BUGH...


Setelah jatuh dengan gaya cantik, Nona Zhou memaki Xin Miusi.


"Matamu di mana! Kau menabrakku, tahu tidak?"


Seketika wajah Xin Miusi memucat, lemah, dan terlihat tidak berdaya. "A ... aku tidak!"


Setelah memaki Qin Miusi, Nona Zhou bergelayut manja di dada Kapten. "Maaf kapten, telah menyakitimu ya?"


Tetapi bukannya Qinli melainkan Nona Zhou jatuh menduduki Kapten Xu.


"Ehem, Nona Zhou apakah kau salah orang?" tanya Kapten Xu dengan suara tegasnya.


Wajah Nona Zhou menjadi memucat dan pias, "Ke-kenapa jadi kau?"


Sementara Qinli sedang asyik membaca buku di samping Kapten Xu.


Nona Zhou dan Kapten Xu saling menatap satu sama lain, lalu Kapten Xu berdehem, "Nona Zhou, bisakah kau berdiri?"


Karena terlalu malu, Nona Zhou langsung bangkit dan berdiri meninggalkan kursi mereka tanpa meminta maaf. Kemudian Qinli dan Kapten Zhou kembali berbincang.


"Oh, iya, mendengar perkataan Ketua Wang, sebelumnya Shangjing belum pernah menjadi juara pertama kompetisi prajurit?" tanya Qinli.


Kapten Xu menoleh.


"Iya, aku bertemu dengan beberapa prajurit dengan tingkat yang sangat tinggi di kompetisi prajurit sebelumnya, jadi ...."


"Prajurit tingkat tinggi? Tidak tahu masih seberapa jauh aku dari prajurit tingkat sembilan, juga tidak tahu apakah akan bertemu dengan lawan yang lebih tinggi dari tingkat sembilan," batin Qinli.


Pesawat semakin melesat di udara menuju Kota Tianhai. Beberapa saat kemudian, pesawat yang mereka tumpangi telah sampai di Kota Tianhai dengan selamat.


"Huh, akhirnya sampai juga! Lelah sekali."


Kini mereka sudah berada di tempat kompetisi. Kapten Xu, Nona Zhou berjalan lebih dulu, sedangkan Qinli berada agak jauh dari mereka.


"Kapten, sebelah sini, kantor registrasi di sebelah sini," ucap Nona Zhou sambil melambai ke arah Qinli.


"Kelihatannya dunia prajurit jauh lebih rumit dari yang kupikirkan," batin Qinli.


Saat di perjalanan Qinli mendengar keributan.


"Xie Wen! Kuperingati kau jangan menindas orang berlebihan!"


"Kenapa kalau aku menindasmu?"


Salah satu wanita terjatuh di depan Qinli. Lalu ketiga temannya mendekati wanita itu.


"Kapten, kau baik-baik saja, 'kan?"

__ADS_1


__ADS_2