MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 61


__ADS_3

Qinli masih menatap orang tua di depannya ini. Sementara Kader He membelakangi tubuh Qinli.


"Namun, jika kau ingin tahu lebih banyak informasi mengenai orang tuamu, kau harus melakukan satu hal untukku."


"Tentu saja bukan hal melanggar hukum, hanya saja menyuruhmu untuk mengawal seseorang sampai ke Amerika sepuluh hari nanti!"


Kader He berbalik dan menatap foto kedua orang tua Qinli.


"Sebenarnya orang ini punya hubungan kuat dengan proyek penelitian orang tuamu saat itu."


Qinli masih mendengarkan dengan seksama cerita dari Kader He tentang kedua orang tuanya.


"Setelah serangan mendadak waktu itu, anggota penelitian terluka parah dan mati, pengembangan obat-obatan itu juga hampir terhentikan."


"Untungnya, para peneliti selanjutnya bisa membuat terobosan besar setelah usaha selama bertahun-tahun."


"Namun, di saat bersamaan ada yang mengawasi pencapaian ini, bahkan mengirim orang untuk membunuh, mencoba untuk menghentikan penelitian dan pengembangan obat ini!"


"Jadi, orang yang harus aku kawal adalah ....?" tanya Qinli.


"Seorang alkemis!" jawab Kader He dengan tegas.


"Aku percaya Anda punya banyak prajurit di sini dan kemampuan mereka juga tinggi, tapi kenapa harus memilih aku?"


"Tidak disangka ketahuan juga oleh bocah ini," batin Kader He.


"Komandan Qin punya kemampuan menilai yang bagus, benar, meskipun pemenang kompetisi prajurit sebelum-sebelumnya direkrut olehku. Namun sebenarnya kekuatan mereka dipicu oleh obat ini dan efek kekuatan obat ini ada batasnya."


"Uhuk ...."


"Jika tidak aku juga tidak akan memintamu untuk turun tangan."


"Apakah sebelumnya ayah dan ibu terus membuat pil obat ini untuk para prajurit? Aku merasa ada yang tidak beres, dengan aura mereka ...."


Batin Qinli meragu, apalagi dalam bayangannya, saat ini para prajurit yang sedang berlatih semuanya dalam pengaruh pil obat itu.


"Namun, tidak ada banyak cara lagi untuk mencari informasi mengenai ayah dan ibu. Karena dia sudah berkata begitu, aku ingin lihat apa yang tersembunyi di balik kejadian waktu itu."

__ADS_1


Qinli menutup buku peninggalan ayah dan ibunya itu.


"Baiklah, aku berjanji pada Anda, tapi aku juga harap Anda tidak melupakan perjanjian kita."


"Tentu!" ucap Kader He bersemangat.


Qinli mengulurkan tangannya ke arah Kader He, hingga mereka akhirnya bersalaman.


"Senang bekerja sama denganmu!" ucap Qinli.


"Oh, iya," jawab Kader He terkejut.


Lalu Kader He menyerahkan sebuah botol pada Qinli.


"Kau bawa saja obat-obat ini! Untuk berjaga-jaga kalau di tengah perjalanan bertemu Prajurit Master Setengah langkah, mungkin kau bisa menggunakannya."


"Master Setengah langkah?" tanya Qinli heran.


"Apa mungkin maksud Anda prajurit di atas level sembilan?" ucap Qinli sambil mengangkat botol obat tersebut.


"Benar! Prajurit di atas level sembilan adalah Master Setengah langkah, kekuatan tempur mereka sangatlah kuat dan tak tertandingi. Serangan mendadak waktu itu juga karena ada orang semacam itu di dalamnya."


Kader He menoleh pada Qinli untuk mengingatkannya akan sesuatu hal.


"Oh, iya, pil obat yang kuberikan adalah produk yang sudah ditingkatkan sesuai dengan formula yang dikembangkan oleh orang tuamu waktu itu, tidak perlu khawatir menggunakannya."


"Hanya saja jangan makan terlalu banyak dalam sekaligus," ucap Kader He seolah mengejek Qinli.


Peringatan dari Kader He barusan seolah meragukan kekuatan Qinli. Hingga membuat Qinli sedikit geram hingga mengepalkan salah satu tangannya. Tetapi Kader He malah tersenyum akan respon Qinli barusan.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Malam harinya di Villa Jiangjun....

__ADS_1


Qinli sedang melatih kekuatan tenaga dalamnya yang ia padukan dengan bunga teratai api suci. Qinli duduk bersila dan bunga itu ia letakkan tepat dipangkuannya, sedangkan kedua matanya tertutup.


"Guru Qin itu juga bilang akan memberitahuku semua yang ingin aku tahu setelah aku menerobos sampai level sembilan, apakah dia juga mengenal Kader He?"


"Atau apakah kemunculan Guru Qin disisiku juga dari awal sudah diatur oleh Kader He ...."


Bunga teratai api suci yang berada di hadapan Qinli tadi kini sudah menghilang menyatu ke dalam tubuh Qinli. Dari dalam tubuhnya naga ungu miliknya juga muncul saat itu.


"Terlebih lagi, sejak dari penghargaan militer hingga ikut serta dalam kompetisi prajurit untuk merebut teratai api suci ini, semuanya tampak terlalu logis."


Kekuatan sari bunga teratai api menyerap sempurna ke dalam tubuh Qinli.


ROAAARRRR ...


"Kelihatannya, jika ingin mengetahui masalah waktu itu, harus bergegas untuk berlatih."


Qinli mengumpulkan tenaga dalamnya dan benar-benar berlatih selama semalaman penuh. Tak terasa malam telah berganti menjadi pagi.


Sinar matahari pagi telah menembus masuk ke dalam kamar milik Qinli lewat jendela kamarnya.


"Huh ...."


"Tidak disangka waktu berlatih begitu cepat, energi dalam tubuhku sepertinya sudah disempurnakan, aku juga merasa tubuhku juga menjadi lebih ringan."


Tiba-tiba suara dering ponsel milik Qinli berbunyi, ia pun membuka kedua matanya.


"Eh?"


"Apa yang terjadi?"


Qinli terlihat kebingungan karena tubuhnya saat ini melayang. Karena keterkejutan Qinli barusan membuatnya hilang keseimbangan hingga akhirnya ia terjatuh ke atas kasur.


BUGH!


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2