
Qinli langsung mencekik leher Chu Zitan sesaat ia telah sampai di depan Qingyin.
"Apa kau sudah gila? Dia adalah kakakmu!"
Qinli mendorong tubuh Chu Zitan hingga ke menyudutkannya ke tembok. Sesaat kemudian, Chu Zitan malah kembali menyerang Qinli secara diam-diam. Sorot matanya menggambarkan sebuah kebencian. Dengan mengambil sebuah pisau belati, Chu Zitan berusaha menyerang Qinli.
"Matilah!"
Sayang, belum sempat pisau belati itu menyentuh leher Qinli, perlahan tapi pasti pisau belati itu meleleh karena terkena aura tenaga dalam milik Qinli. Di saat bersamaan Qinli terus menyadarkan Chu Zitan tetapi sayang, terlalu banyak mantra yang dihembuskan ke dalam tubuhnya sehingga ia sulit untuk sadar.
"Cepat sadarlah!"
Tiba-tiba ingatan Chu Zitan kembali, di dalam kesadarannya ia melihat bahwa Qinli sedang berciuman dengan kakaknya Qingyin. Tentu saja hal itu mematik amarah di dalam hati Chu Zitan.
"Kakak ipar!"
"Kenapa orang yang kau cintai bukan aku?"
Di saat amarahnya hampir memuncak, terdengar sebuah ilusi baru yang membisikkan sesuatu di dalam ingatan Chu Zitan.
"Gadis baik, kau adalah bonekaku ...."
"Boneka."
"Boneka."
"Boneka."
"Boneka."
Karena tidak kuat dengan bisikan halus itu, Chu Zitan memegangi kepalanya.
"Kakak ipar!"
"Kakak ipar, boneka ... tidak!"
"Argh ...."
Karena terlalu sakit, Chu Zitan lebih memilih untuk pergi dari tempat itu dan meninggalkan Qinli dan Qingyin.
Sesaat setelah Chu Zitan melesat ke angkasa, Qingyin berteriak untuk memanggilnya, "Adik!"
Qinli memandang aneh pada Chu Zitan karena tiba-tiba ia bisa memiliki ilmu tenaga dalam yang lumayan tinggi.
"Zitan adalah orang biasa, dalam waktu singkat dia sudah mencapai puncak level master, sebenarnya apa yang terjadi padanya?" batin Qinli.
Tiba-tiba Mo Yao muncul di belakang Qinli.
"Tidak disangka adik iparmu berubah menjadi sangat jahat."
"Oh ya, pemimpin Organisasi Qingtang juga berada di sini!"
Qinli menoleh, "Qingtang?"
"Selain itu, dia sengaja mengalihkan perhatian kita, sepertinya dia sedang mencari sesuatu."
"Mencari sesuatu?"
__ADS_1
"Jangan-jangan dia juga mencari Eliksir Api!"
Qin Badao dan Tetua Keempat sedang bertarung, tetapi ia mendengar percakapan Qinli dengan Chu Zitan.
"Kita harus mencarinya sekarang! Tidak boleh membiarkan mereka menemukannya duluan!"
Qingyin masih bingung kenapa adiknya bisa berubah seperti itu.
"Kenapa Zitan bisa berubah seperti itu?"
Qinli mendekati Qingyin dan memegang jarinya, "Tenang saja."
Qinli membantu istrinya untuk berdiri.
"Zitan datang bersama orang-orang ini, bisa jadi dia juga sedang mencari Eliksir Api!"
"Asalkan kita dapat menemukan kera raksasa api, kita pasti akan bertemu dengannya."
Qingyin memandang suaminya, "Iya."
Dari kejauhan lelaki bertopeng merah itu memandang Qinli, "Padahal mereka keluar dari dalam sini, tapi kenapa tidak ada reaksi apa pun ...."
Dari arah belakang terdengar sebuah teriakan yang membuat lelaki bertopeng merah itu menoleh.
"Tidak!"
"Tidak! Aku bukan ... aku bukan ...."
"Aku bukan ... aku tidak ingin ... tidak ...."
Lelali bertopeng merah itu menoleh ke arah Chu Zitan, "Kau punya kemauan kuat, tapi masih belum cukup untuk menghentikan mantra."
Lelaki bertopeng merah itu kembali menyentuhkan jari telunjuknya tepat di bagian tengah kening, kembali memasukkan mantra ke dalam tubuh Chu Zitan. Setelah jari telunjuknya di ambil, kesadaran Zitan kembali.
"Apa yang terjadi?" tanya lelaki bertopeng merah itu.
"Tadi kami bertemu Qinli, tapi kebanyakan orang ...."
"Sudah di bunuh oleh Qinli."
"Antar aku ke sana!" ucap lelaki bertopeng merah itu.
"Baik."
Saat ini pertarungan sudah berhenti, kelima orang itu berjalan keluar dari tempat relix kuno.
Mo Yao mulai berbicara.
"Kita sudah mencari-cari ke seluruh tempat, tapi tidak menemukan sosok kera raksasa api."
Qinli menoleh ke arah istrinya Qingyin.
"Apa kau juga tidak tau kemana dia?"
"Bagaimana mungkin aku tahu? Aku terus tertidur lelap di dalam kunci dan baru bangun beberapa waktu ini," ucap Qingyin.
Kakek Badao pun ikut berkomentar saat ini, "Apa mungkin kera raksasa api ini kabur keluar seperti dirimu?"
__ADS_1
Qingyin menoleh, "Tidak mungkin. Kalau dia kabur keluar, pasti sudah menimbulkan goncangan!"
Tiba-tiba Qingyin merasakan sesuatu, "Tunggu, ada seseorang yang sangat kuat sedang menuju kemari!"
Qinli yang sudah siaga segera melindungi istrinya, "Cepat menghindar!"
Bola api berwarna kuning keemasan itu menggelinding mengenai Qinli dan teman-temannya. Beruntung ia berhasil menghindar. Lalu sebuah ledakan besar menghantam tempat itu.
..."DUAR!"...
"Qinli, akhirnya kita bertemu lagi."
"Pemimpin Qintang!" teriak Qinli.
Benar saja, sesaat kemudian Pemimpin Qingtang muncul bersama Chu Zitan adik Qingyin. Ternyata lelaki bertopeng merah itu adalah pemimpin Qingtang sekaligus Kepala Keluarga Huang yang selama ini dicari oleh Qinli.
"Adik!" teriak Qingyin.
Lelaki bertopeng merah itu kini berada di tengah Qinli dan teman-temannya.
"Aku adalah pemimpin Qingtang sekaligus Kepala Keluarga Huang," ucapnya sambil membuka topeng.
"Kalian sudah membunuh orang-orangku, apa kalian sudah siap untuk mati?"
Setelah melepaskan topengnya, ia langsung mengeluarkan kekuatannya dan menunjukkan kepada Qinli bahwa level kultivasinya pun sudah tinggi. Sebuah harimau raksasa berwarna emas muncul sebagai perwujudan tenaga dalam miliknya.
..."ROAR!"...
Orang yang pertama kali di serang adalah Qin Badao.
"Sudah seharusnya menghancurkan subjek eksperimen yang tidak berguna sepertimu, benar tidak, Qin Badao!"
Hanya sekali serang Kakek Qin Badao sudah terluka parah. Dari sisi kiri, Tetua Keempat langsung menyerang pemimpin Qintang tersebut.
"Jangan sombong!" teriaknya.
..."BAM!"...
Serangan dari Tetua Keempat bisa ditahan dengan satu tangannya.
..."BANG!"...
Tetua Keempat juga terluka parah akibat serangan dari pemimpin Qingtang tersebut. Lalu dengan sombongnya ia berkata, "Di mana para petarung hebat Keluarga Qin?"
Nona Mo Yao juga terkejut akan kekuatan yang sesungguhnya dari pemimpin Qingtang tersebut.
"Apa dia sekuat ini? Jelas-jelas waktu itu ...."
Sesaat kemudian pemimpin Qingtang mendekati Nona Mo Yao.
"Siapa yang bilang aku menggunakan kekuatan penuhku waktu itu?"
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1