MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 57


__ADS_3

Sang MC begitu bingung melihat Xin Miusi yang tiba-tiba justru menantang kapten dari timnya sendiri.


"Kalian sudah menjadi juara pertama, tidak perlu naik lagi untuk bertarung lagi," ucap MC tersebut.


"Meskipun Tim Shangjing kami menang dari tim lainnya. Namun sepertinya kompetisi tantangan ini tidak ada aturan yang mengatakan bahwa sesama tim tidak boleh bersaing, 'kan?"


MC tersebut menoleh memandangi Qinli dan Xin Miusi secara bergantian. "Ini?"


Banyak kasak kusuk yang terdengar dari bangku penonton.


"Secara teoritis, seharusnya pertandingan berakhir sampai di sini."


"Meski begitu, tapi seluruh hadiah ini akan menjadi milik raja tantangan, di tambah lagi hadiah kompetisi kali ini adalah teratai api suci."


"Kalau begitu, Kapten Qin, menurutmu ...." tanya MC sambil menoleh pada Qinli.


MC merasa tak enak karena seharusnya pertandingan sudah selesai tetapi karena masih ada yang menantang kapten yang menang maka ia pun bertanya pada Qinli.


"Kompetisi masih belum berakhir, kita ikuti sesuai aturan saja," jawab Qinli dengan tenang.


"Karena Kapten Qin sudah setuju, maka kita persilakan anggota Tim Shangjing Xin Miusi untuk naik panggung!"


"Pertandingan di mulai!"


Gemuruh suara para penonton kembali memeriahkan pertandingan terakhir kali ini.


"Kalahkan dia!"


"Hajar si brengsek itu!"


Sementara di panggung pertandingan, Xin Miusi sudah berhadapan dengan Qinli. Mereka saling menatap satu sama lain.


"Aku yakin aku bukanlah tandingan kapten."


"Kapten harus memberikan kelonggaran padaku, ya!"


Kekuatan energi dalam Xin Miusi mulai muncul saat itu. Kuku-kukunya mulai memanjang dan meruncing, bulu-bulunya mulai memanjang. Aura di tubuhnya merah menyala. Kini Xin Miusi sudah berubah menjadi seorang monster seperti tempo hari.


"Aura ini, mirip sekali dengan yang waktu itu!" batin Qinli.


Kini Xin Miusi sudah siap untuk melawan Qinli. Ia sudah berubah menjadi monster. Tetapi bedanya ia sudah bisa mengontrol kekuatannya saat ini.

__ADS_1


"Kapten, aku tidak akan sungkan lagi, ya!" ucap Xin Miusi dengan memberi hormat terlebih dahulu.


Xin Miusi mulai menghilang dan tiba-tiba muncul di hadapan Qinli dengan mengarahkan sebuah pukulan tepat ke wajah Qinli. Sayang, gerakan Xin Miusi sudah terbaca oleh Qinli hingga sesaat sebelum ia berhasil mengarahkan pukulannya, Qinli sudah lebih dulu menangkap tangan Xin Miusi.


"Ternyata waktu itu dia berpura-pura tidak lihat!" batin Qinli tepat saat menangkap tangan Xin Miusi.


Dengan mudahnya Qinli menghalau kekuatan Xin Miusi dengan satu tangannya.


BAM!


Energi Xin Miusi tak sebanding dengan kekuatan tenaga dalam milik Qinli.


"Karena kau bisa melihatku, lalu kenapa terakhir kali ...." tanya Qinli.


Xin Miusi menjawab pertanyaan Qinli barusan dengan sangat pelan.


"Kalau bukan karena waktu itu ada Nona Zhou, kau pasti sudah tidak bisa hidup sampai sekarang!"


"Nona Zhou? Apa mungkin karena Ketua Wang!" batin Qinli.


"Aku sekarang memberitahumu agar kau bisa mati tanpa penasaran," ucap Xin Miusi seolah mengejek.


Qinli masih membaca situasi dan mengamati keadaan.


Setelah menemukan titik lemah pada tubuh Xin Miusi memukul tepat dada Xin Miusi dengan satu pukulan tangannya. Tiba-tiba ada botol obat bewarna hijau keluar dari dalam kaos Xin Miusi sama seperti saat ia memukul Kapten Xie Wen dari Tianhai tadi.


Botol obat kecil berwarna hijau itu jatuh dan pecah bersamaan dengan tubuh Xin Miusi yang tumbang ke lantai.


PRANG!


"Hm, apa ini?" ucap Qinli kaget saat menemukan sebuah pil berwarna coklat sama persis seperti pil Xisui miliknya.


Ia pun berjongkok dan mengambil obat itu. Dari kejauhan Xin Miusi melihat Qinli memegang pil miliknya.


"Obatku!" teriaknya.


Tanpa sengaja Qinli menghancurkan obat itu dengan satu kali sentuhan tangannya. "Hancur."


Bersamaan dengan hal itu, ingatan Xin Miusi saat diberi obat itu oleh Ketua Wang muncul.


"Hanya ada satu pil, jangan digunakan kalau tidak dalam keadaan mendesak," pesan Ketua Wang waktu itu.

__ADS_1


Ia pun terkejut karena obat itu tinggal satu-satunya. Wajahnya menjadi pias hingga akhirnya Xin Miusi berlari sekencang-kencangnya ke arah Qinli dan memunguti serpihan obat tadi, lalu memakannya.


"Sial, tidak boleh, tidak boleh mubadzir!" ucapnya sambil memakan serpihan obat tadi.


"HIAAA ....." teriaknya.


SRASH ... SRASH ... SRASH ....


Kekuatan Xin Miusi menjadi berkali-kali lipat, bahkan aura dan energinya benar-benar terlihat betambah sangat besar.


"Ada apa ini?" tanya Nona Zhou.


"Obatnya bekerja!" batin Ketua Wang sambil terus memandangi area pertandingan.


"Matilah kau!" ucap Xin Miusi yang langsung menyerang Qinli dengan tiba-tiba.


Beruntung Qinli selalu siaga, hingga hanya tangannya yang lecet karena cakaran kuku Xin Miusi.


"Kekuatan yang luar biasa!"


"Obat yang kuhancurkan itu sebenarnya obat apa?"


Mata Qinli memicing, menatap tajam Xin Miusi.


"Tidak disangka bisa merubahnya menjadi orang aneh seperti ini!"


"Kubunuh kau!" ucap Xin Miusi sambil melakukan penyerangan kembali ke arah Qinli secara membabi buta.


Plak, plak, plak!


"Karena sudah begini!"


"Maka aku akan mencoba kekuatanku yang lain!"


ROAAARRRR ...


Tubuh Qinli dipenuhi aura ungu dan muncullah sebuah naga besar dari dalam tubuhnya.


BAAMMM!


.

__ADS_1


.


🌹Bersambung🌹


__ADS_2