
Setelah pertempuran beberapa saat dengan Lembah Dewa Yin, Qinli bisa memukul mundur mereka. Ayah Ling'Er sampai terkagum pada kemampuan Qinli tersebut.
Sementara itu Qinli masih melihat kemana mereka pergi. "Kekuatan ini jauh lebih hebat dari kekuatan bencana alam! Kelihatannya disebabkan oleh dirinya sendiri!"
Tiba-tiba saja Ayah Ling'Er muncul di belakang Qinli dan langsung mengungkapkan kekagumannya.
"Tetua Qin benar-benar berbakat, mampu memukul mundur Tetua Dewa Yin!"
Bukannya tersanjung Qinli justru tidak enak hati padanya. Ia pun menoleh, "Aku cuma beruntung saja. Kalau bukan karena petir bencana alam, takutnya ...."
"Petir bencana alam? Setelah Tetua Dewa Yin pergi, petir bencana alam juga menghilang!" ucap Ayah Ling'Er terkejut.
"Benar!" ujar Qinli membenarkan ucapan Tetua Lin.
Tetua Lin ternyata mempunyai pemikiran lain. "Sepertinya itu bukan petir bencana alam, tetapi petir kutukan!"
"Petir kutukan?" tanya Qinli seolah tidak percaya.
"Setelah prajurit alam setengah abadi melewati petir bencana alam, maka dia akan bisa menjadi abadi," terang Tetua Lin.
"Sedangkan petir kutukan adalah hukuman dari kehendak dunia ini yang ditujukan secara khusus kepada prajurit alam setengah abadi yang mencoba kembali ke dunia sekuler."
"Takutnya identitas sesungguhnya dari Tetua Dewa Yin adalah prajurit alam abadi."
Ucapan Tetua Lin seolah mengatakan jika dirinya harus waspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
"Apa!"
"Sudah menjadi abadi, pantas saja dia bisa mencapai alam dominasi tanpa sumber kekuatan Huangdi," gumam Qinli.
"Kemungkinan dia adalah dalang dibalik tersegelnya sumber kekuatan Huangdi."
Belum sampai di sana, Tetua Lin kembali melanjutkan ucapannya.
"Tapi harga yang harus dibayar oleh prajurit alam
__ADS_1
abadi untuk kembali ke dunia sekuler sangatlah mahal! Tidak hanya harus menghadapi jalur pembuka yang akan merenggut nyawa mereka."
"Tapi juga harus menyegel kultivasi mereka, kekuatan alam abadi yang muncul sedikit saja akan mendatangkan petir kutukan, mereka tak akan bisa terselamatkan."
Qinli menoleh ke arah istrinya, "Tidak disangka wanita yang ada di dalam tubuh Qingyin mampu membuat Tetua Dewa Yin membayar harga yang begitu mahal untuk menemukannya!"
Saat ini Qingyin sedang bersama dengan Liang Qing yang setia memapahnya. Saat ini kondisi Qingyin belum pulih.
......................
...Tiga hari kemudian, Kota Tianyuan Daratan Tersembunyi Dewa....
”Tidak heran di sini pusat datang Tianyuan, tempat ini dilindungi oleh formasi ruang waktu. Tidak dapat langsung membuka jalur ruang waktu di dalam kota ini," gumam Qinli sambil melihat keadaan sekitar.
"Terakhir kali masuk ke rumah pelelangan Tianyuan adalah di Daratan Tianxia."
"Tapi bangunan rumah pelelangan Kota Tianyuan mirip sekali dengan daratan yang ada di Daratan Tianxia."
Tiba-tiba saja terdengar suara yang mempersilakan Qinli untuk masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang di rumah pelelangan ini, prajurit ke seratus dalam daftar master, Qinli, Tetua Sekte Bumi."
Beberapa saat kemudian terdengar riuh suara yang mengelukan nama Qinli.
"Dia Qinli?"
"Prajurit ke-seratus dalam daftar master? Bukannya itu yang terakhir? Apanya yang hebat ...."
Sepertinya banyak yang tidak suka jika Qinli berada dalam urutan master di sana. Terbukti banyak sekali hal yang tiba-tiba saja membicarakan kehadirannya. Akan tetapi tidak semuanya benci, bahkan ada yang membelanya.
"Kau tidak mengerti apa-apa! Master Qin adalah prajurit berbakat alam hidup dan mati yang bisa masuk dalam daftar master!"
"Permisi, apakah di sini bisa melelang informasi?"
"Tentu bisa, silakan ikut denganku Tetua Qin ...."
__ADS_1
Salah seorang prajurit yang berjaga di pintu masuk bersikap ramah pada Qinli. Bahkan mengajaknya masuk ke dalam tanpa menyulitkan langkah Qinli. Tidak lupa Qinli berterima kasih padanya.
"Terima kasih."
"Oh, iya daftar master yang Anda maksud itu ...." tanya Qinli kemudian.
Prajurit itu lalu mulai menjelaskan tentang apa yang telah diucapkan tadi.
"Daftar master adalah daftar prajurit teratas yang dinilai oleh kamar dagang Tianyuan."
"Berdasarkan jurus, tingkatan dan prestasi Master Pertama dalam daftar Master adalah Petarung Alam Dominasi."
Di hadapannya kini terlihat lingkaran tangga yang mengarah ke bawah. Dari sana Qinli bisa melihat banyaknya master yang telah datang lebih dulu daripada dirinya.
Qinli menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Kalau begitu, aku benar-benar menjadi yang terakhir."
Sampai akhirnya perjalanan Qinli telah sampai di depan sebuah kamar. Prajurit itu langsung mempersilakan Qinli untuk ikut masuk.
"Silakan, Tetua Qin!" Sikap prajurit itu sangat sopan dalam memperlakukan tamu yang datang.
Di dalam ruangan itu tampak seorang prajurit yang lebih senior daripada yang mengantarkannya masuk. Namun, sikapnya tidak kalah ramah dengan yang tadi.
"Silakan duduk, Tuan Qin. Aku adalah pengurus rumah Pelelangan Tianyuan Daratan Tersembunyi Dewa. Kira-kira informasi apa yang diinginkan Tetua Qin.
Selang beberapa waktu, kini Qinli dan prajurit tadi sudah dalam keadaan duduk. Keduanya bercakap-cakap dengan lebih nyaman saat ini.
"Kuil Dewa Yin?" tanya prajurit itu memastikan.
"Ya, Kuil Dewa Yin."
"Kuil Dewa Yin adalah salah satu sekte paling misterius dari semua pasukan di daratan ... Biasanya tidak ada yang berani mencari tahu tentang mereka."
"Tapi, sebelumnya ada orang hebat yang memberi tahu aku untuk berusaha memenuhi permintaan Tuan Qin."
"Orang hebat yang mana?" Qinli tampak tercengang akan ucapan dari prajurit itu.
__ADS_1
"Tetua Qin tidak perlu tanya, aku juga dipercayakan oleh seseorang."
Lalu setelahnya, ia mulai menjelaskan satu persatu. "Kuil Dewa Yin ini sebenarnya adalah sekte kuno. Tapi pada saat itu masih sekte kecil. Walaupun masih sama misterius, tapi kekuatan sekte tersebut masih belum termasuk yang paling hebat."