MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 168


__ADS_3

Setelah berhasil menyelamatkan orang-orang dari Keluarga Qiao, Qinli kembali ke dalam gubuk persembunyiannya di tengah hutan. Kali ini ia sedang berusaha untuk menaikkan kekuatan tenaga dalam miliknya sekaligus membuat daya tahan tubuhnya kembali.


Saat ini ia sedang bersemedi dan bersiap untuk kenaikan tenaga dalamnya.


"Kenapa tiba-tiba energi spiritual di hutan ini semakin padat?" gumam Qinli di tengah-tengah semedinya.


Sesaat kemudian ia gunakan untuk memusatkan energi kembali. Namun, tidak berapa lama terdengar derap langkah beberapa orang. Qinli semakin menajamkan pendengarannya.


"Ada yang datang? Tidak hanya satu orang ...." gumam Qinli.


Tok ... Tok ....


Terdengar suara pintu diketuk dari luar, akibatnya ia harus membuka mata dan menghentikan semedinya. Belum juga ia sampai membuka pintu, terdengar teriakan dari luar.


"Qinli! Buka pintunya, ini aku!" teriak wanita itu dari luar.


"Qiao Fei!"


Qinli kembali menyimpan jarum akupuntur miliknya lalu membuka pintu. Karena tidak terdengar jawaban dari luar, Qiao Fei menempelkan telinganya ke pintu dan sesaat kemudian ia kehilangan keseimbangannya karena hal tersebut.


KRIET ....


"Eh ... eh ...."


Saat Qiao Fei hendak terjatuh, Qinli menangkap tubuhnya.


"Nona Qiao Fei, kau sedang apa?"


Sejenak Qiao Fei tersipu karena jarak tubuh mereka terlalu dekat, hingga ia pun mendorong tubuh Qinli hingga menjauh. Setelah itu Qiao Fei mendekat ke arah kakak laki-lakinya. Ia ingin memperkenalkan kakaknya tersebut pada Qinli.


"I ... ini kakakku, namanya Qiao Dahai. Dia bilang ingin datang menemuimu, ma .. makanya aku membawanya kemari ...."


Laki-laki itu tersenyum ke arah Qinli, lalu memperkenalkan dirinya.


"Halo, Tuan Qin. Terima kasih telah menyelamatkan anak buahku tempo hari. Untuk menunjukkan rasa berterima kasihku padamu, Tuan boleh mengajukan permintaan apa pun!"


Dia adalah Qiao Dahai. Tuan Muda dari Keluarga Qiao, salah satu dari empat Keluarga Besar di Tianyong.


"Qinli, cepat katakan apa permintaanmu, kakakku ini sangat kaya raya!" ucap Nona Qiao Fei bangga.


Qinli hanya membungkuk hormat dan berterima kasih pada Qiao Dahai.


"Terima kasih, Tuan Qiao. Keluarga Qiao juga pernah menyelamatkanku. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan."


"Walau Tuan Qin datang dari daratan level rendah, tapi tidak memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan. Aku sangat mengagumi integritas moral Anda," ucap Tuan Muda Qiao.

__ADS_1


"Hahaha, Tuan Qiao terlalu memujiku!" ucap Qinli tidak enak hati.


"Masih ada banyak sekali barang di dalam cincin penyimpananku. Emas batangan yang tersisa masih belum aku gunakan!"


"Aih, apa kau bodoh Qinli? Mana ada ...." ucap Nona Qiao.


Melihat hal itu Tuan Muda Qiao maju ke depan.


"Dengar-dengar, Tuan Qin terluka. Bagaimana lukamu sekarang? Apa sudah pulih?" tanya Tuan Muda Qiao.


"Masih dalam tahap pemulihan. Hanya saja akhir-akhir ini, energi spiritual di hutan ini tiba-tiba menjadi padat, jadi terpaksa menghentikan pengobatan!" ucap Qinli jujur.


"Hahaha, kebetulan sekali. Ada sesuatu yang dapat membantumu memulikan luka, apakah Tuan Qin tertarik?"


"Tidak di sangka Tuan Qiao mempertimbangkannya dengan menyeluruh, silakan katakan langsung."


Tuan Muda Qiao langsung menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi.


"Energi spritual di alam ini tiba-tiba menjadi padat karena alam rahasia di Hutan Cang Ming akan segera dibuka. Jadi, banyak energi spritual yang terpancar keluar dari alam rahasia tersebut."


"Sedangkan energi spiritual yang rendah karena energi spiritual di sekeliling diserap oleh alam rahasia. Ada berbagai macam harta berharga, obat herbal kualitas tinggi dan lain-lain di alam rahasia itu. Bisa jadi manfaatnya untuk mengobati lukamu."


"Oh, jadi maksud Tuan Qiao ...."


"Aku mengundang Tuan Qin untuk berangkat bersama ke alam rahasia tiga hari lagi!"


"Tuan Qin terlalu rendah hati, ketrampilan medismu merupakan bantuan terbesar bagi kami. Terlebih lagi, saat bertemu Gu Xing hari itu ...."


"Baiklah, kalau begitu, akan aku turuti perkataanmu!" ucap Qinli tidak enak hati.


...***...


Keluarga Gu, Kota Tianyong.


Saat ini Tuan Muda Gu sedang berhadapan dengan ayahnya. Mereka membahas tentang Qinli yang bersekutu dengan Keluarga Qiao.


"Tidak disangka Keluarga Qiao punya orang yang begitu kuat. Namun, alam rahasia sebentar lagi akan dibuka ...."


"Sudah waktunya kita turun tangan terhadap Keluarga Qiao!" ucap Gu Tian, Kepala Keluarga Gu sambil menyeringai.


Ternyata Kepala Keluarga Gu, Gu Tian sudah tau jika Keluarga Qiao merekrut orang baru. Akan tetapi hal itu tidak membuatnya ketakutan. Ia malah semakin percaya diri akan kemampuannya kali ini. Ia bahkan tersenyum pada putranya.


"Ayah, apa Ayah tidak takut dengan Kepala Keluarga Qiao?" tanya Tuan Muda Gu.


"Dulunya aku takut padanya, tapi sekarang ...."

__ADS_1


Gu Tian tampak menyeringai, sepertinya ia sudah menyiapkan sesuatu yang sangat menguntungkan bagi mereka.


"Tidak disangka Ayah cepat sekali sudah membuat terobosan," ucap Tuan Muda Gu senang.


"Qiao Fei! Kali ini kau akan berlutut padaku dan meminta ampun," gumam Tuan Muda Gu.


"Dan tidak akan ada yang bisa melindungi bocah dari daratan sampah itu lagi!"


"Xing 'Er, pergi beri tahu Tetua Ketiga untuk memimpin beberapa prajurit elite yang menyamar sebagai kultivator mandiri ke alam rahasia terlebih dahulu!"


"Maksud Ayah adalah menghabisi sebagian besar prajurit Keluarga Qiao di dalam alam rahasia dulu, baru menyerang mereka dari luar dan dalam ...."


Tuan Muda terlihat sangat bersemangat kali ini. Bahkan setelah mengetahui rencana ayahnya, sepasang anak dan ayah ini tertawa terbahak-bahak.


"Setelah alam rahasia ditutup, tidak akan ada lagi Keluarga Qiao di Kota Tianxu!"


Tiga hari kemudian, Pintu Masuk Alam Rahasia Changming.


Terdapat banyak sekali prajurit dan orang-orang mempunyai kultivasi terlihat berkumpul di depan pintu. Sebuah lingkaran raksasa dengan warna keemasan terlihat di hadapan mereka. Sangat besar dan bercahaya yang menyilaukan mata. Itulah Pintu Masuk Alam Rahasia Changming.


Qiao Feng yang merupakan Kepala Keluarga Qiao sudah bersiap untuk masuk. Ia masih mengamati keadaan sekitarnya, terutama Keluarga Gu.


"Hanya ada sedikit orang dari Keluarga Gu yang datang tahun ini? Tidak seperti gayanya Gu Tian ...." gumam Qiao Feng.


Di belakang Qiao Feng, Qinli dan Nona Qiao sedang asyik bersenda gurau. Hal tersebut membuat Tuan Muda Gu merasa cemburu. Ia bahkan terlihat memendam amarahnya di sana.


"Aku akan membiarkan kalian senang beberapa saat!" gumamnya.


"Lihat dan tunggu saja!" ucapnya sambil menggertakkan giginya.


Tiba-tiba saja lingkaran emas yang berada di hadapan mereka meledak.


...BOOM...


Beberapa orang terlihat sangat antusias akan hal tersebut.


"Alam rahasia sudah dibuka!"


"Ayo, maju!"


Hampir semua orang berebut untuk masuk ke dalam sana. Mereka semua melesat masuk dengan kekuatan yang dimiliki. Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya?


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2