
"Ada banyak sekali orang berbakat dari Lembah Dewa Obat, tapi malah menyuruh peracik pil yang baru berada di tingkat empat masuk duluan!" ucap Tetua Ketiga penuh amarah.
Bahkan tangannya terlihat mengepal karena itu. Akan tetapi Ling'Er belum terlalu paham tentang maksutnya.
"Paman, yang kau maksud adalah guruku? Sudah lama dia bisa meracik pil obat tingkat delapan. Takutnya sekarang dia sudah mampu meracik pil obat tingkat sembilan!" ucap Ling'Er jujur.
"Ti-tingkat sembilan?" ucap Tetua Ketiga yang notabene peracik pil tingkat tujuh begitu terkejut akan ucapan Ling'Er.
Lain lagi dengan sikap ayahnya, ia justru memuji kehebatan Qinli.
"Aih, Qinli begitu berbakat, memperoleh peninggalan leluhur juga tidak termasuk sia-sia."
"Seharusnya kalian merasa senang, kenapa malah ...."
Ucapan Ling'Er terpotong ketika ayahnya lebih dulu mengambil tindakan.
"Ling'Er, kau hanya tahu leluhur disebut Dewa Obat, tetapi leluhur tidak hanya bisa meracik pil, dia sebenarnya adalah petarung kuat Alama Setengah Abadi!"
"A-apa!"
...
Qinli begitu terkejut saat masuk ke dalam gua terlarang. Di hadapannya terdapat sebuah tengkorak yang memakai mahkota di kepalanya, sementara itu Qingyin justru belum juga siuman.
__ADS_1
"Ada apa ini?"
"Qingyin ... Qingyin, cepat bangun!"
Tampak sekali kehawatirannya saat ini, tetapi demi rasa cinta terhadap istrinya Qinli pun mencoba membangunkan Qingyin. Di sisi lain, rupanya tengkorak itu justru hendak berkomukasi dengan Pedang Shitian.
"Shitian ... lama tidak jumpa!" sapa tengkorak tersebut.
Tentu saja sapaan dari tengkorak itu membuat Qinli terkejut dan berpikiran lain. "Kerangka ini hidup?"
Beberapa saat kemudian, rupanya tengkorak itu bahkan bisa berdiri tegap dan berjalan mendekati Qinli. Suara retakan tulang-tulangnya sangat nyaring hingga membuat bulu kuduk meremang.
"Krak ... Krak ... Krak ...."
Qinli tercengang karena kekuatan dari kerangka manusia itu sangat terasa padanya. "Kekuatan spiritual yang sangat hebat!"
"Ada apa ini?"
"Tetua, itu berasal dari tempat terlarang!"
"Apa!" Tampak sekali jika Ayah Ling'Er begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya saat itu.
'Jangan-jangan terjadi sesuatu di sana?'
__ADS_1
Belum sempat ia mengingat sesuatu, anak buahnya sudah berbicara lagi. "Tetua, lihat!"
Sebuah pusaran energi spiritual yang sangat besar memancar menjulang tinggi ke angkasa dan membuat pusaran tornado di langit.
'Kekuatan spiritual yang begitu hebat, sudah pasti ini bukankah kekuatan dari Alam Dominasi!'
Sementara itu di dalam gua, Qinli masih mengamati apakah kerangka itu mau menyerangnya atau mengabaikannya.
'Kerangka Alam Setengah Abadi, masih belum dia teman atau musuh ....'
Saat Qinli menerka-nerka rupanya kerangka manusia itu justru meregangkan seluruh tulangnya hingga terdengar bunyi gemerutuk di sana-sini.
"Setelah bertahun-tahun, akhirnya ada yang datang juga! Tulang belulangku sudah hampir berubah menjadi fosil!"
"A-anda senior Dewa Obat?" tanya Qinli mulai memberanikan dirinya.
"Sudah bertahun-tahun lamanya, sudah tidak kusangka masih ada yang ingat padaku?"
"Tapi aku hanyalah gumpalan jiwa dan mengandalkan kekuatan sumber yang ada di dadaku untuk bertahan hidup."
Memang benar karena di dalam dada kerangka tersebut terlihat sebuah bunga yang berada tepat di depan jantungnya.
"Kau adalah Master Baru ShI Tian?" tanya lagi.
__ADS_1
Hanya dalam beberapa waktu rupanya pedang Shi Tian meluncur dan mendarat tepat pada salah satu tangan kerangka manusia itu.
"Shitian?"