
Ternyata Nona Tan berhasil menyusul Qinli saat ini. Hal yang paling menyebalkan dari Nona Tan adalah sikap sok akrab dengan Qinli dan menempel seperti sepasang kekasih, tentu saja hal itu membuat Qinli risih.
Ketika datang, Nona Tan langsung memeluk lengan Qinli.
"Kakak, di sini kota Chuanshu, kenapa kau tidak bertanya padaku barang yang ingin kau cari? Keluarga Tan adalah keluarga obat nomor satu di Chuansu."
"Gadis ini, cepat juga cari informasi!" batin Qinli.
Qinli melepas tangan Nona Tan dengan halus, "Maaf, aku tidak punya waktu menemanimu bermain."
Sesaat, Qinli dan Tuan Muda Jiang melangkah pergi, tetapi belum terlalu jauh, Nona Tan berhasil menghentikan langkah mereka.
"Hei! Kau mau tetesan embun Jiuqiong, bukan?" teriak Nona Tan.
Qinli terkejut dan menoleh ke arah Nona Tan, "Apa kau punya?"
Nona Tan reflek menjawab, "Tidak!"
"Tetapi kakekku secara pribadi mendirikan toko obat kecil, dia pasti punya obat itu!" Ucapnya dengan tersenyum.
...⚜⚜⚜...
...Toko Obat Xinchang...
Beberapa saat kemudian akhirnya ia pun mengikuti Nona Tan untuk pergi ke toko obat China milik Keluarga Tan. Tetapi sampai di sana sepertinya barang yang mereka cari tidak ada.
"Apa?"
"Huan, kau bilang kau mau tetesan embun Jiuqiong?" tanya salah satu karyawan toko obat China itu.
"Iya. Tapi bukan aku, dua kakak tampan ini yang mau membelinya."
Pelayan itu memandang remeh pada Qinli dan Tuan Muda Jiang. Sambil mengorek telinganya ia berbicara kembali.
"Ada sih ada, tapi harganya .... "
"Uang bukan masalah!" ucap Qinli.
"Tapi aku harus melihat obatnya dulu."
__ADS_1
"Sepertinya aku terlalu meremehkan gadis Sichuan ini." Batin Qinli.
Pelayan itu mengubah mimik wajahnya menjadi ceria lalu memanggil salah satu temannya yang lain.
"Qiang, cepat bawa kemari barang berharga toko kita!" teriaknya bahagia.
Sesaat kemudian muncullah seorang lelaki dari dalam tirai.
"Guru, apa kau tidak ingat, barang berharganya telah dijual kemarin."
"Hah!" ucapnya terkejut.
Lalu ia merasa tidak enak pada Qinli dan Nona Tan. Ia memegang tengkuknya lalu meminta maaf.
"Aduh, maaf, saya lupa ...."
Qinli yang terkejut menggebrak meja di depannya.
"Dijual ke siapa? Saya sangat membutuhkan obat ini untuk menyelamatkan nyawa orang."
"Itu ... informasi pelanggan biasanya bersifat rahasia ...."
"Paman, aku tahu kau takut pada kakekku, tapi demi diriku, tolong buatlah pengecualian!" ucap Nona Tan sambil menyerahkan satu gepok uang ke hadapan pelayan itu.
Raut wajah pelayan itu tiba-tiba berubah ramah. "Karena kau berbicara seperti ini, maka aku akan memberi tahumu."
"Tapi, jangan bilang aku yang memberi tahumu kalau anggota Lembah Raja Obat yang membelinya," ucap pelayan itu.
Nona Tan tersenyum dan mengisyaratkan dengan tangannya, "Mengerti."
Setelah itu, mereka berjalan keluar dari toko obat tersebut. Di perjalanan, Qinli mencoba bertanya pada Nona Tan.
"Apa kau tahu bagaimana caranya ke lembah raja obat?"
"Dasar idiot! Lembah Raja Obat bukan nama tempat, tapi nama sekte," ucap Nona Tan.
"Sekte?" tanya Tuan Muda Jiang.
"Demi membuat obat-obatan, mereka menyewa beberapa lahan gunung untuk menanam tanaman herbal. Makanya dinamakan Lembah Raja Obat."
__ADS_1
"Tapi biasanya mereka hanya melakukan kesepakatan dengan prajurit, aku juga tidak tahu dimana itu."
Tuan Muda Jiang berbisik pada Qinli, "Bos, apa aku pergi bertanya pada orang yang bermarga Sun itu, atau ...."
"Kurasa dia juga tidak akan tahu," ucap Qinli.
Tiba-tiba terdengar suara Nona Tan berteriak. Sehingga membuat Qinli dan Tuan Muda Jiang menoleh seketika.
"Aduh!"
"Kakekku sebentar lagi akan turun pesawat. Dia punya koneksi sangat luas dan pasti tahu Lembah Raja Obat!" Ucap Nona Tan sambil melihat layar ponselnya.
Nona Tan tersenyum melihat Qinli. Ia pun berniat untuk mengajaknya ikut serta menjemput kakeknya.
"Bagaimana kalau kau menemaniku pergi?"
"Oke."
...⚜⚜⚜ ...
...BANDARA CHUANSHU...
Terlihat dari kejauhan kakek Nona Tan sudah menuju ke arah mereka. Saat ini ia melambai di tengah trotoar.
"Huan, sudah aku bilang tidak usah menjemputku, sifat keras kepalamu kapan bisa berubah."
Dia adalah Tan Zhongguo, Kakek Tan Rouhan. Tetapi di saat kakek Tan Zhongguo hendak menyeberang jalan, ada sebuah mobil yang melaju cepat dari samping hendak menabrak kakek.
...TIIIINNN...
"Kakek, awas!"
Tiba-tiba saja, mobil yang melaju kencang itu berhenti mendadak dan penyok bagian depannya.
...BRAK...
"Kakek!" teriak Nona Tan sambil berlari.
"Hei!" teriak Qinli.
__ADS_1
"Kakekmu ada di sini!" terang Qinli sambil menunjukan Kakek Tan Zhongguo yang berada di sisinya.