
Qinli tidak menyia-nyiakan waktu, ia langsung mengarahkan Pedang Zhanlu ke arah Hong Ming. Satu ayunan pedang yang membuat Hong Ming tidak bisa mengelak dari serangannya.
"Dia terlalu cepat! Aku tidak bisa mengelak serangannya!" arti tatapan Hong Ming yang panik saat melihat Qinli.
Sesaat kemudian, di mana kilatan pedang Zhanlu benar-benar mampu mengenai tubuh Hong Ming dan melukai bagian dadanya.
"Argh!"
Hong Ming memegangi dadanya, "Sial!"
"Kekuatan bocah ini dalam sekejap meningkat pesat, setidaknya dia sudah berada ditahap tengah dewa."
Hong Ming memandangi Qinli.
"Namun ...."
"Karena kau berhasil mendapatkan barang berharga di sini, maka aku akan memburumu!"
Hong Ming mencoba menekan kekuatannya semaksimal mungkin untuk menghadapi Qinli saat itu. Kekuatan tenaga dalamnya menjelma menjadi seekor serigala merah raksasa.
Di saat yang sama, kekuatan tenaga dalam milik Qinli menjelma menjadi seekor naga emas raksasa yang jauh lebih besar dari milik Hong Ming.
Qinli mengangkat pedang Zhanlu dengan salah satu tangannya. "Dulu, kau mungkin bisa membunuhku ...."
Qinli tersenyum, "Tapi sekarang ...."
"Jangan harap!"
Naga milik Qinli membuka mulutnya lebar-lebar, Begitu pula dengan serigala tersebut, pertempuran yang terjadi begitu kuat.
...GROAR!...
...ARGH!...
Kera Raksasa Api terkena hempasan kedua kekuatan hebat tersebut.
...BOOM...
Qinli masih berdiri kokoh, sementara itu Hong Ming terluka parah. Nafas keduanya masih terengah-engah karena hal tersebut. Qinli masih mengatur deru nafasnya. Sedangkan Hong Ming terkapar dengan posisi badan menelungkup.
"Satu serangan ... hanya dengan satu serangan ... " ucap Hong Ming di sisa kesadarannya sambil menatap Qinli.
"Ba, bagaimana mungkin aku bisa kalah ...."
__ADS_1
Sesaat kemudian Hong Ming benar-benar sekarat. Roh jiwa Hong Ming keluar dari tubuhnya lalu masih mencoba mengejar Qinli.
"He he he ...."
"Aku masih punya kesempatan."
"Untuk memiliki tubuhmu."
Roh Hong Ming mencoba memasuki tubuh Qinli, namun di luar dugaannya ternyata ia terpental. Pertahanan tubuh Qinli tidak bisa ia tembus begitu saja. Roh Hong Ming terpental ke belakang.
"Argh."
"Kau ...." ucap roh Hong Ming tak berdaya.
Setelah beberapa saat, kini giliran Qinli berhadapan dengan Kera Raksasa Api. Tanpa aba-aba kera tersebut langsung melayangkan satu pukulan tinju ke arah Qinli. Beruntung Qinli bisa menahan serangan tersebut dengan Pedang Zhanlu miliknya.
Melihat keduanya bertempur membuat roh Hong Ming ketakutan. "Kelihatannya hanya bisa memikirkan cara lain."
Qinli masih berusaha menahan serangannya sambil membaca situasi.
"Makhluk ini lebih kuat dari Hong Ming. Kalau ingin menang darinya, aku harus kembali ke dalam prasasti batu."
Qinli masih memikirkan sesuatu, kemudian ia menemukan ide.
Qinli membuka telapak tangannya dan mengarahkan pada Kera Raksasa Api. Tiba-tiba kekuatan Kera Raksasa Api diserap oleh Qinli. Hampir saja kera tersebut terserap ke dalamnya tetapi ia masih mencoba bertahan.
...GROAR!...
Kera Raksasa Api menolak untuk masuk ke dalam telapak tangan Qinli hingga ia pun jatuh terjengkang. Terlihat jelas jika ia sudah mengeluarkan tenaga yang cukup banyak saat bertahan melawan Qinli. Peluhnya mengucur di kening Kera Raksasa Api tersebut.
Namun ia terkejut saat tidak mendapati Qinli di bawahnya lagi. Ia pun bertanya-tanya ada di mana ia sekarang. Ekspresi lain segera ditampilkan oleh kera tersebut. Ia tersenyum menyeringai, lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Saat Qinli hendak menerobos masuk ke dalam prasasti tersebut, tiba-tiba muncul kera tersebut di hadapannya sambil tersenyum ke arah Qinli.
"Bagaimana bisa?" ucap Qinli terkejut.
Kera Raksasa Api tersebut menyentuh prestasi tersebut dengan tangannya seolah menutup akses masuk ke dalam prasasti.
"Ternyata dia tahu apa rencanaku, kali ini benar-benar gawat."
Tanpa ia sadari Kera Raksasa Api tersebut berbicara.
"Enyahlah!"
__ADS_1
Qinli terkejut dan melihat ke arahnya, "Dia berbicara?"
Keterkejutan Qinli belum berakhir Kera Raksasa Api itu malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha!"
Terlihat sekali ia amat senang dengan kondisi itu dan membuat Qinli bingung. Ia pun teringat akan kedua orangtuanya.
"Waktu itu kau melukai kedua orang tuaku, sangat adil kalau sekarang aku mengambil eliksir api-mu untuk menyelamatkan mereka," ucap Qinli dengan lantang.
Lalu, Qinli memijakkan kakinya ke tanah untuk melompat. Ia langsung menyerang Kera Raksasa Api tersebut dengan kekuatan pedang Zhanlu miliknya digabungkan dengan kekuatan tanaga dalam Qinli yang berupa naga emas.
Tidak disangka Kera Raksasa Api tersebut menangkup Pedang Zhanlu dengan kedua tangannya.
..."PAK!"...
Entah sejak kapan Qingyin berada di sana. Ia gemas dengan tingkah laku Kera Raksasa Api.
"Dasar makhluk tidak tahu diri! Beraninya kau lancang di wilayahku!" gertak Qingyin.
"Kembalilah ke sarangmu!"
Saat ini dewi tersebut sedang menguasai tubuh Qingyin, oleh karena itu ia dapat mengunakan kekuatannya untuk mengikat Kera Raksasa Api tersebut. Qingyin melempar tongkat yang berubah menjadi sebuah tali berwarna hijau yang membelit tubuh kera tersebut.
Qingyin berlari mengitari Kera Raksasa Api tersebut agar talinya bisa membelit kera itu dengan lebih kencang. Meskipun begitu, kera itu tetap memberontak dan mencoba melepaskan diri.
Qingyin menoleh ke arah suaminya.
"Hei! Cepat serang dia! Aku sudah tidak bisa menahannya lagi!" teriak Qingyin.
"Auuuu!"
"Ok."
Meskipun begitu, Qinli merasa ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.
"Aku merasa ada yang janggal ...."
"Tapi ya sudahlah!"
Qinli segera mengayunkan Pedang Zhanlu miliknya ke arah Kera Raksasa Api tersebut.
"I ... ini ...."
__ADS_1
Matanya melotot karena sesuatu hal, lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya? Next update hari Minggu ya, sabar.