MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA

MENANTU LAKI-LAKI PERTAMA
EPISODE 182


__ADS_3

Merasa jika kapal yang ditumpangi sudah sampai Kota Feilong, maka Qinli bersiap untuk segera turun. Benar saja sesaat kemudian, Qinli dan Nona Ling'Er segera melompat dari kapal itu.


Saat tubuh mereka masih melayang, dari dek kapal, Nona Han Xinxin berteriak kepada Qinli.


"Di bawah adalah Kota Feilong, kau bisa masuk ke sana sendiri. Selain itu, Alam Rahasia yang aku ceritakan kepadamu akan dibuka sebulan lagi. Tuan jangan lupa untuk menepati janji tepat waktu, ya!"


Qinli sedikit menoleh dan tersenyum ke arahnya.


"Terima kasih, Nona Han. Kalau begitu sampai jumpa sebulan lagi."


Setelah melakukan perpisahan, Nona Han Xinxin merasa segera ingin kembali kepada ayahnya.


Mata Nona Han Xinxin berbinar. Ia yakin jika Qinli mampu memenuhi tantangan darinya.


"Hmph, mau tungku Binatang Tujuh Keluargaku? Bersiaplah untuk menerima hadiah besar," gumam Nona Han Xinxin.


Nona Han Xinxin menjentikkan jarinya karena merasa terlalu senang.


"Aku harus segera kembali dan memberi tahu kabar bagus ini pada Ayah!" ucapnya bersemangat.


Sesaat kemudian kapal yang ditumpangi tadi segera melesat terbang jauh ke angkasa. Bahkan hanya sekejap mata, kapal tersebut sudah terbang meninggalkan Kota Feilong dengan kecepatan tinggi hingga tidak terlihat lagi.


SYUH


Namun, keanehan terjadi ketika Qinli dan Nona Ling'Er hampir mendarat. Perbedaan gravitasi yang tinggi membuat badan mereka lebih terasa berat daripada kota sebelumnya.


Benar sesuai dengan dugaan mereka, gaya gravitasi yang tinggi membuat badan mereka jauh terasa lebih berat. Bahkan saat mereka mendarat seolah benda berat sedang terjatuh di sana.


Bagaikan sebuah bom, saat Qinli dan Nona Ling'Er jatuh, tempat mereka berdiri membentuk sebuah lubang di tanah akibat tubuh mereka yang menghantam tanah.


"Tubuhku terasa sangat berat!" gumam Qinli.


Qinli melihat ke arah sekitar, memperhatikan arah sekelilingnya dengan seksama.


"Sepertinya gravitasi di sini semakin besar dan kepadatan energi spiritual juga jauh lebih tinggi daripada Daratan Tianxia," ucapnya di dalam hati.


Sementara itu Nona Ling'Er kelihatan susah bergerak. Ia bahkan tidak bisa berdiri saat ini.


"Tu ... tubuhku sangat berat!" ucapnya seolah mengeluh.


Qinli yang melihat hal itu segera mengatakan sesuatu yang bisa membuat Nona Ling'Er paham dengan keadaan yang sedang mereka rasakan saat ini.


"Gaya gravitasi di sini sangat kuat, kau harus biasakan diri dulu."


Dengan cepat Nona Ling'Er mengubah mimil wajahnya dan tersenyum manis ke arah Qinli. Ia bahkan menepuk tangannya sambil mengerling kepada Qinli.


"Oke, guru."

__ADS_1


"Kota Feilong ada di depan, ayo kita bergegas ke sana!"


Nona Ling'Er memang mudah beradaptasi, satu kali saja diberi pengertian oleh Qinli ia sudah bisa menyesuaikan tubuhnya dengan gravitasi di sana. Ia bergerak lincah ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan kekagumannya pada setiap barang atau tanaman yang ia lihat.


Ia begitu lincah berlarian ke sana dan kemari.


"Guru, lihat! Ada banyak sekali tanaman spiritual di sisi jalan! Kenapa tidak ada orang mengambilnya?"


Sampai ia mengangkat binatang spiritual yang berbentuk seperti labu berwarna oranye, diangkatnya ke atas sambil memujinya. Lalu pandangannya beralih pada seekor burung hantu yang menempel terbalik.


"Wah! Itu binatang spiritual apa?" ucapnya penuh rasa kagum.


"Lucu sekali!" ucapnya setelah menghampiri binatang spiritual itu.


Wajah Nona Ling'Er terus dipenuhi senyuman setiap ia melihat keindahan yang tersaji di Kota Feilong. Sedangkan Qinli yang terus mendengar ocehannya merasa tidak nyaman.


Qinli memang mengagumi setiap keindahan yang tersaji di Kota Feilong itu, bahkan kekayaan tanaman spiritual begitu banyak dan beragam.


"Tidak heran di sini adalah daratan level lima, di sisi jalan saja bisa tumbuh tanaman spiritual tingkat rendah. Binatang spiritual langka di Daratan Tianxia juga bisa ditemukan di sini."


Saat Qinli sibuk dengan pikirannya, Nona Ling'Er memanggilnya.


"Guru ... tunggu sebentar ...."


Qinli yang mendengar nada ucapan Nona Ling'Er sedikit berbeda segera menoleh. Ia melihat jika Nona Ling'Er memegangi perutnya. Peluhnya sudah membanjiri keningnya.


"A ... aku ingin ... buang air," ucapnya terlihat kesakitan.


"Ke sanalah!" ucap Qinli sambil menunjuk ke arah semak-semak.


Tidak begitu lama, Nona Ling'Er segera berlari ke tempat yang ditunjuk oleh Qinli. Tidak ada tempat lain yang lebih aman kecuali semak-semak sebagai tempat buang air.


Qinli sebenarnya tahu jika Nona Ling'Er sudah menahan hal tersebut sejak lama.


"Kau sudah menahannya terlalu lama, bukan?"


Saat Qinli berbalik, terdengar sebuah ledakan dari semak-semak.


"Aih ...." ucap Qinli.


Setelahnya ternyata ledakan itu sungguh besar, seperti ledakan sebuah bom. Hingga membuat Qinli menoleh.


...BOOM...


Benar saja, ledakan yang terjadi itu ternyata jauh dari perkiraan Qinli. Ledakan yang ia dengar ternyata berasal dari semak-semak tempat Nona Ling'Er berada itu sangatlah besar. Ledakannya menembus sampai ke langit.


"A ... apa yang terjadi?" tanya Qinli heran.

__ADS_1


Belum sempat keterkejutan Qinli berhenti. Tiba-tiba saja, Nona Ling'Er keluar dari semak-semak dengan wajah berbinar dan bercahaya. Senyumannya begitu lepas tanpa beban setelah ia buang air kecil.


Namun hal yang sangat tampak menonjol adalah ketika seluruh tubuh Nona Ling'Er begitu bercahaya. Aura yang terlihat berwarna keemasan. Menunjukkan jika ada sesuatu yang terjadi pada tubuh Nona Ling'Er.


"Guru, aku sudah selesai!" teriaknya sambil tersenyum.


Melihat cahaya yang memenuhi Nona Ling'Er berwarna keemasan ia begitu terkejut. Bola matanya bahkan hampir melompat keluar karena hal itu.


"Hanya begitu saja ... kau ... sudah menerobos ke level Alam Setengah Dewa?" ucapnya terkejut.


Dengan penuh semangat, Nona Ling'Er bercerita tentang apa yang baru saja terjadi kepadanya.


"Tidak disangka, kekuatanku meningkat begitu cepat, memang pilihan tepat untuk menjadi pengikutmu, guru!"


Nona Ling'Er merasa sangat beruntung karena bisa ikut bersama Qinli. Setidaknya ia tidak merasa rugi saat ini, justru ia merasa sangat beruntung.


"Seharusnya kau sudah terbiasa dengan gaya gravitasi di sini, bukan?" tanya Qinli memastikan.


Ia tidak mau terjadi hal-hal pada Nona Ling'Er setelahnya.


"Biar ku coba!"


Nona Ling'Er benar-benar bersemangat. Sampai ia pun memperagakan beberapa jurus di hadapan Qinli.


"Hiat!"


"Hiat!"


Nona Ling'Er benar-benar terlihat berbeda kali ini. Sejak kekuatannya naik beberapa level, dia terlihat seperti seorang prajurit wanita.


Setelah itu Nona Ling'Er terlihat melompat kegirangan.


"Tubuhku terasa jauh lebih ringan!" teriaknya.


Setelah puas memperagakan beberapa jurus di hadapan Qinli, Nona Ling'Er menoleh dan tersenyum ke arah Qinli.


"Iya, aku sudah beradaptasi. Guru ayo kita jalan!"


"Ya!"


Setelah bersiap, saat ini Qinli dan Nona Ling'Er segera melesat ke angkasa.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2